Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Jangan Mengusikku


__ADS_3

Hening, tidak ada yang membuka suara setelah Pramono dan Marina masuk kedalam rumah.


Bahkan saat Aisya menghidangkan teh untuk mereka berdua, Pramono dan Marina terlihat tidak sudi untuk mencicipinya.


"Ma, kenapa Papa belum datang?"


Suara seorang balita yang duduk di pangkuan Marina, membuat atensi keempat orang dewasa itu mengarah padanya.


Bocah berkaos baby pink itu menatap kearah Marina, kedua mata bulat polosnya mengejab cepat- mengharapkan jawaban dari Sang Mama.


"Sebentar lagi oke. Papa kayaknya masih di jalan, tadi Kakek udah nelepon kok," jawaban yang di berikan Marina, membuat balita yang berusia 4 tahunan itu memekik senang.


Bahkan diam diam Marina ikut menyunggingkan senyuman sinisnya pada Aisya. Dia sengaja membawa Milka ke sini, agar Arion dapat luluh. Marina yakin kalau pria pujaannya itu tidak akan tega untuk menolak permintaan Milka.


Sementara Aisya, kedua mata wanita itu menatap tak berkedip pada Milka. Dia baru menyadari, kalau bocah perempuan ini yang pernah di ceritakan oleh suaminya.


'Jadi ini anaknya Marina, yang suka manggil Papa ke Bang Rimba,' gumamnya dalam hati.


Entah kenapa hati Aisya merasakan sesak dan rasa tidak suka pada bocah itu, saat Milka memanggil suaminya dengan panggilan Papa. Aisya terus saja beristigfar dalam hati, dia berusaha mengenyahkan rasa bencinya pada balita tidak berdosa ini.

__ADS_1


Bukan salah Milka kalau bocah itu memanggil Arion dengan panggilan Papa, tapi salahkan saja ibu nya. Marina lah yang dengan tidak tahu dirinya, memperkenalkan Arion sebagai Papanya- kala Milka tengah dilanda rasa kehilangan yang amat dalam- saat Gibran tiada.


"Dia bukan anak Rion atau pun cicit saya! jadi stop memanggil Arion dengan sebutan Papa!" tukas Nenek Imma.


Sudah sejak tadi wanita paruh baya itu menahan kesalnya. Nenek Imma kesal karena wanita yang bernama Marina ini malah mengiyakan ucapan anaknya, tanpa memikirkan perasaan Aisya sebagai istri Arion.


Nenek Imma yakin kalau wanita lintah ini sengaja membuat Aisya berpikiran buruk pada cucunya.


"Kau salah Imiyatun. Dia akan menjadi cicit mu juga, saat Marina menikah dengan Arion nanti!" balas Pramono tak kalah tajam.


Bahkan ucapan Pramono kali ini mampu membuat Aisya tertanam di tempatnya. Detak jantungnya semakin menggila, telinganya berdengung saat mendengar kata ' Marina menikah dengan Arion'.


Namun Aisya tetap berusaha kuat, sampai akhirnya dia kembali mendengar ucapan Pramono, yang membuat gejolak emosinya meningkat tajam.


Kedua tangan Aisya terkepal erat di atas lututnya, rasa panas di hati serta otaknya semakin mendidih. Aisya menghirup udara sebanyak mungkin sebelum dia membuka suara, untuk membalas perkataan Kakek Mertuanya.


"A-,"


"Apa maksud Kakek, menyuruh istriku untuk meninggalkan aku?!"

__ADS_1


Ucapan Aisya terpotong, saat ada orang yang tiba tib saja datang. Raut wajahnya menampilkan ketidaksukaan, bahkan terkesan dingin tak berperasaan.


"Apa maksudnya dengan kompensasi? Kakek menyamakan Istriku dengan wanita yang gila harta, seperti yang ada di luaran sana?" suara mengintimidasi itu kembali terdengar.


Bahkan Milka, yang tadinya berbinar saat melihat orang yang dia tunggu- kini mengerut takut. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Marina- saat melihat wajah tak bersahabat Arion.


"Bukankah benar, wanita yang kau pilih ini pasti akan memilih kompensasi yang akan aku be-,"


BRAAAK!


Satu gebrakan keras di meja, yang Arion lakukan berhasil membuat Pramono bungkam. Bahkan pria tua itu menelan saliva nya susah payah, saat melihat wajah tak berekspresi Arion saat ini.


"Aku tidak akan segan segan untuk melawan Kakek, kalau kakek berani merendahkan wanita yang sangat berharga untuk ku. Kalian tahu bukan, aku bukan orang yang sabar. Aku tidak suka di usik atau pun mengusik, jadi- keluar dari rumah ini secara baik baik," Arion menjeda ucapannya dengan napas memburu.


"Atau, kalian berdua akan merasakan bagaimana rasanya di seret keluar dari rumah ini!" sambungnya lagi penuh peringatan.



**BANG RIMBA NYUTNYUTAN MIKIRIN AKI AKI GELO

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYY MUUUAAACCHHH 😘😘**


__ADS_2