Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Kiblat Cinta


__ADS_3

Tatapan Arshaka terlihat sendu dan pasrah, saat ini dia tengah berhadapan dengan Harumi dan Aslam.


Setelah mengutarakan isi hatinya yang terpendam selama ini pada Harumi, kini pria berdarah Syarief itu si buat serba salah sendiri- saat melihat tatapan menusuk gadis yang tengah mengobrak abrik otak serta hatinya.


"Maksud kamu tadi apa Bang Shaka? melamar? kamu mau melamar aku?"


Harumi masih menatap tidak percaya pada Shaka, bahkan gadis itu mengorek lubang telinganya sendiri.


Harumi masih belum mempercayai apa yang dia dengar, Arshaka si pria savage, blak blakan, tak berhati, ingin melamarnya?


Demi apa?


Setelah dirinya bersusah payah untuk bisa melupakannya, walaupun tidak berhasil- sekarang Shaka mengatakan kalau pria itu ingin meminangnya.


Harumi speechless dibuatnya, bahkan dengan dramatis gadis itu memegangi dadanya yang hampir meledak.


"Aku mau menikahi anak Om!" ujar Shaka lagi.


Harumi semakin melotot, kedua matanya memutar pelan ke arah Sang  Papa, kemudian beralih kembali pada Arshaka. Sedangkan Sang Mama dan Kenziro hanya menyimak, dengan santainya kedua manusia bermata sipit itu memakan kuaci milik Harumi- sembari menatap bergantian gadis itu dan pria yang tengah nekat melamar tanpa persiapan.


"Ayah dan Bunda mu sudah tau?" Aslam kembali bersuara.


Satu alis pria itu terangkat, Aslam memindai gerak gerik Shaka. Aslam tidak akan menerima lamaran Shaka, tanpa persetujuan kedua belah pihak keluarga dan Harumi tentunya.


"Sudah Om, Ayah sama Bunda sedang kesini,"


Jawaban yang di berikan Shaka membuat Harumi semakin membeliak. Gadis itu menggeleng kagum, dia tidak menyangka kalau seorang Arshaka bisa to the poin dan tidak tertebak sama sekali.


"Bang Shaka yakin mau nikahin aku?" entah kenapa Harumi masih belum bisa mempercayai ucapan Shaka.


Dirinya ingin tahu alasan Shaka yang tiba tiba saja meminangnya, padahal sebelumnya pria itu sangat ingin menghindar darinya.

__ADS_1


"Bang Shaka jangan main main ya, aku enggak bakalan maafin Bang-,"


"Sesuai janji aku dulu, aku enggak bakalan lepasin kamu kalau sampai Harumi Subagiyo selamat dari kecelakaan pesawat itu. Aku mau menepatinya sekarang, bukannya kamu juga mendengarnya?"


Harumi bungkam, dia tidak tahu harus berbicara apa. Gadis bermata sipit itu hanya mengangguk pelan, Harumi memang mendengar ucapan Shaka saat pria itu tengah menangis sendiri di dalam kamarnya, kala mendengar pesawat yang akan Harumi tumpangi hilang kontak dan ternyata hilang di perairan.


"Kalau begitu, kita tinggal tunggu aja Pak Penghulu sama Bunda kamu Ka," kekeh Aslam.


🍒


🍒


🍒


Senyuman Arion terus saja mengembang, satu tangannya mengusap lembut perut rata Aisya.


Sesekali Arion membubuhkan kecupan disana, menduselkan hidung mancungnya pada perut sang istri karena gemas.


Kembali pria berambut gondrong itu memberikan kecupannya. Sementara Aisya, wanita itu hanya tersenyum tipis. Rasa syukur tengah menyelimuti hatinya, Aisya sangat bersyukur karena Tuhan telah memberikan karunia padanya dan Arion.


Karunia yang selalu diinginkan oleh sepasang suami istri, yaitu seorang keturunan. Aisya tengah berbadan dua sekarang, usia kandungannya yang masih muda membuat Arion kembali bersikap protektif- bahkan dua kali lipat lebih protektif dari sebelumnya.


Nenek Imma dan Cia yang mendengar kabar Aisya mengandung, terlihat sangat bahagia. Akhirnya mereka akan memiliki anggota keluarga baru, terlebih Nenek Imma yang senang karena masih bisa melihat cicitnya nanti. Semoga saja Tuhan memberinya kesempatan untuk melihat kelahiran sang cicit.


"Abang bahagia?"


Pertanyaan yang diajukan Aisya membuat Arion mendongak, senyuman manisnya terus saja terpatri. Satu tangannya terulur untuk mengusap lembut pipi Aisya yang mulai berisi.


Kenapa Arion baru menyadari kalau Aisya terlihat semakin cantik dan menggemaskan.


"Sangat Sayang, Abang sangat bahagia. Gak pernah nyangka kalau Abang bisa milikin kamu dan akhirnya bisa punya anak sama gadis yang selama ini Abang harapkan," ujar Arion dalam dan sangat serius.

__ADS_1


Aisya menipiskan bibirnya, kedua tangannya menangkub wajah suaminya- lalu memberikan kecupan di ujung hidung Arion.


"Ais juga enggak pernah nyangka, kalau Bang Rimba bakalan jadi Papa dari anak anak Ais. Ternyata cinta enggak pernah salah, dia tahu kemana harus berkiblat. Mau bagaimana pun caranya situasi memisahkan, pada akhirnya takdir menyatukan cinta pada kiblatnya," balas Aisya tak kalah dalam.


Wanita itu segera memeluk kepala Arion, dan memberikan kecupan di seluruh permukaan wajah suaminya.


Cinta tahu kemana dia harus berkiblat, karena semuanya sudah tersurat di Kiblat Cinta A.


                      


                       TAMAT


THANKS PARA READERS SETIA KU YANG UDAH SETIA MENGIKUTI CERITA RECEH KU INI


SEMOGA KALIAN ENGGAK KECEWA DAN SEDIH KARENA ARION SAMA AIS HARUS END. KARENA CERITA MEREKA SUDAH JELAS, BANG SHAKA PUN BEGITU. SHAKA DAN RUMI SUDAH JELAS, JADI HAPPY ENDING 😘😘😘 DAN DOAIN AJA BONCHAPNYA NANTI YAAAAAAA



CERITA BARU YANG BAKALAN TAYANG 😍😍


TENANG AKU BAKALAN UP CERITA BARU MALAM INI, SEMOGA BESOK UDAH BISA KALIAN BACA YA


AKU JAMIN GAK KALAH SERU DEH, WALAU PUN BUKAN BAGIAN DARI DINASTI DUREN SAWIT


CERITA PRINCE ARYAN BAKALAN AKU GARAP SETELAH LORD ERKAN END OKE


SEKALI LAGI TERIMAKASIH BANYAK BANYAK UNTUK KALIAN SEMUA


SALAM SAYANG DARI AUTHOR ANTI PELAKOR MUUUUAAACCHHH😘


JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITA TERBARU AUTHOR NANTI YAAAAAAA!!

__ADS_1


HARUS POKOKNYA MAKSA NIH!


__ADS_2