Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Pemilik Hati


__ADS_3

"Bang Rimba?" gumam Aisya, saat melihat mobil yang baru saja berhenti tidak jauh darinya.


Jeffri pun ikut menoleh, saat mendengar gumaman gadis pujaannya. Rahang pria berjaket denim itu mengetat, saat melihat pria yang baru saja turun dari mobil.


Emosinya semakin naik, saat dia melihat Aisya mendekat pada pria berambut gondrong- yang pernah dia interogasi beberapa bulan lalu.


"Jadi dia,"


Jeffri kembali bersuara, kedua matanya memerah- tatapannya menajam dan begitu menusuk, saat kedua matanya bersitubruk dengan tatapan dingin rival cintanya.


"Jadi dia yang sudah merebut kamu dari aku, Aisya?!" suara Jeffri semakin memberat.


Aisya yang sudah berada didekat Arion pun kembali menoleh pada Jeffri, gadis itu tidak bersuara- tatapannya kembali teralih pada Arion- yang terlihat masih tenang.


"Bang Rimba adalah suami saya. Tapi maaf, dia tidak merebut saya dari siapa pun- termasuk dari Mas Jeffri. Karena sedari dulu, hati saya sudah menjadi miliknya. Jadi, ucapan Mas Jeffri tidak akan pernah saya benarkan," sahut Aisya tenang.


Satu tangannya menahan lengan Arion, saat melihat suaminya ingin mendekat pada Jeffri.


"Kamu berbohong Aisya. Apa tadi kamu bilang? pria ini sudah menjadi pemilik hati kamu sedari dulu? apa kamu bercanda?" Jeffri terkekeh geli mendengar ucapan gadis pujaannya.


Apa Aisya sedang bergurau?


"Bahkan pria ini baru beberapa bulan ini berkeliaran di kampung kita, lalu bagaimana ceritanya dia bisa menjadi pem-,"

__ADS_1


"Bang Rimba sudah ada, sebelum Mas Jeffri tinggal di kampung ini." sela Aisya cepat.


Kedua tangannya melingkar sempurna di lengan polos Arion, mengusapnya pelan- agar suaminya tetap tenang. Karena Aisya merasa kalau Arion mulai terpancing.


"Jadi semua ucapan Mas Jeffri tidak ada yang benar," lanjut Aisya, mengakhiri perdebatan mereka berdua.


Tapi sepertinya, Jeffri masih tidak percaya. Pria itu terkekeh kecil, sembari mengusap bibir bawahnya seduktif. Kedua matanya menatap dalam pada Aisya, sarat akan arti dan penuh puja.


"Kalau begitu, Mas akan tunggu kamu menjanda," ujar Jeffri santai, namun mampu membuat Arion tidak dapat lagi menahan emosinya.


Arion melepaskan lilitan tangan Aisya di lengannya, dengan cepat dia melangkah- mendekat pada pria brengsek yang secara tidak langsung, sudah menyumpahinya agar cepat mati.


Karena sampai kapan pun, Arion tidak akan pernah meninggalkan Aisya, kecuali kalau dia mati.


Satu pukulan keras Arion layangkan di wajah Jeffri. Satu pukulan yang mampu membuat Jeffri tersungkur di jalanan. Aisya bahkan segera memeluk tubuh suaminya dari belakang, saat melihat Arion ingin kembali melayangkan bogeman mentahnya di wajah Jeffri.


"Abang udah! udah stop! Ais enggak mau Abang di penjara gara gara mukulin orang!"


Kedua tangan Arion mengepal erat, urat urat di lehernya tercetak jelas. Menandakan kalau suami Aisya itu benar benar tengah emosi.


"Aku akan menarik lidah mu keluar, kalau kau berani berbicara lagi!" desis rendah Arion.


Aisya bahkan harus menelan saliva nya susah payah, melihat betapa emosinya Arion saat ini.

__ADS_1


"Mas Jeffri tolong pulang!" pinta Aisya memelas.


Jujur Aisya belum pernah melihat orang bertengkar, apa lagi sampai adu fisik seperti ini. Tubuhnya sedikit bergetar, bahkan saat ini gadis itu sudah menyembunyikan wajahnya di punggung lebar Arion.


"Ini belum selesai!" ucap Jeffri penuh amarah.


Satu telunjuknya menukik tajam kearah wajah Arion. Bahkan saat Jeffri akan pergi dari tempat itu, kedua matanya masih menatap tajam pada Arion.


Dia belum rela! bahkan tidak akan pernah rela Aisya di miliki oleh pria lain.


"Ayo pulang!" ajak Aisya lembut.


Kedua tangannya masih melingkar di tubuh suaminya, Aisya belum siap untuk melihat wajah Arion yang penuh dengan api amarah.



KALEM BANG JAN EMOSI



**LU SIH JEFF, NGAPAIN BIKIN LAKI ORANG EMOSI. IYA DEH IYA BINIK ORANG EMANG LEBIH MENANTANG, TAPI KAN- AAHH SUDAHLAH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**


__ADS_2