Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Perlahan Kembali


__ADS_3

Aisya menggeliat pelan, saat merasakan pegal di area punggung dan pinggangnya. Gadis cantik yang sudah tidak memakan hijab itu, terlihat mengerejabkan kedua matanya pelan.


Pandangannya tidak terlalu jelas, karena rasa kantuk masih menguasainya. Ingin rasanya Aisya kembali memejamkan kedua mata, namun saat salah satu sudut matanya tidak sengaja melirik ke arah jam dinding- gadis itu segera terperanjat bangun.


"Ya Allah, udah jam 6?!" pekiknya.


Aisya segera bangkit, bahkan dia lupa untuk memakai hijabnya. Gadis itu terlihat sangat tidak baik saat ini.


"Kenapa Bang Rimba gak bangunin aku? jadi kelewatkan sholat asar nya!" Aisya terus saja menggerutu.


Bahkan dia lupa kenapa dirinya bisa berada didalam kamar. Bukannya tadi sore dia masih berada di mobil? ketiduran sampai tidak ingat apa pun.


Aisya melangkah cepat menuju dapur, selain terlewat sholat asar- dia juga belum sempat menyiapkan makan malam untuk Arion dan Nenek Imma.


Aisya menggulung rambutnya asal, Aisya merasa tidak khawatir- karena keadaan rumah sepi, tidak ada tamu atau orang asing didekatnya.


Kedua kakinya melangkah lebih cepat, namun saat Aisya hendak masuk ke area dapur- langkahnya terhenti saat melihat Arion tengah bergulat dengan perlatan masak dan bumbu masakan.


Aisya menelan salivanya susah payah, kedua kakinya meragu untuk mendekat. Tapi dia juga tidak bisa membiarkan Arion bergulat dengan alat dapur sendirian.


"Ba-,"

__ADS_1


"Udah bangun?"


Ucapan Aisya terpotong, saat mendengar Arion menyela ucapannya. Bahkan Aisya dapat melihat suaminya itu tersenyum manis padanya. Aisya yang belum paham dengan situasi ini, hanya mampu tertanam di tempat.


Entah kenapa senyuman yang Arion berikan padanya kali ini, terlihat seperti senyuman yang selama hampir 7 tahun ini Aisya rindukan.


Bahkan suara, dan nada bicara Arion pun, terdengar lebih santai- tidak formal seperti biasanya. Apa yang sudah terjadi selama dia tidur tadi? tidak mungkinkan kepala Arion terbentur panci yang di pegangnya saat ini? hingga membuat ingatannya kem-,


"Kamu enggak mau peluk Bang Rimba? Ais, enggak kangen sama Bang Rimba?"


Kaki Aisya melemas, bahkan bukan hanya kedua kakinya saja- tapi sekujur tubuhnya. Aisya menatap tidak percaya pada pria yang tengah merentangkan kedua tangannya, jangankan untuk melangkah- berbicara saja rasanya Aisya tidak mampu.


"Ai?"


"A-Abang ingat sama Ais?" gumamnya pelan.


Arion terlihat menghela napas pelan, bahkan dia tak sungkan untuk memberikan banyak kecupan di pucuk kepala Aisya.


"Belum semuanya, tapi- Abang udah bisa ingat sama kamu Aisya, sedikit." sahutnya ragu.


Aisya semakin mengeratkan dekapannya, saat mendengar ucapan Arion. Gadis itu kembali terisak pelan, Aisya sangat bersyukur karena ingatan Arion perlahan kembali, walaupun belum sepenuhnya.

__ADS_1


"Kenapa nangis? apa kamu enggak suka, kalau ingatan Abang kembali lagi?"


Aisya menggelengkan kepalanya keras, dia menampik semua ucapan suaminya. Memangnya wanita gila mana, yang mengatakan kalau dirinya tidak bahagia, saat mengetahui kalau pria yang dicintainya- sudah dapat mengingat kembali.


"Kapan?" tanya Aisya serak.


Demi Tuhan, Aisya berharap kalau ini bukanlah mimpi semata. Sang m gadis terlalu bahagia, dia benar benar bahagia sampai tidak ingin mengakhiri semua ini.


"Entah, yang pasti waktu Abang bangun, terus lihat kamu juga masih tidur di mobil- otak Abang langsung ingat kenangan kita dari kecil sampai SD, selanjutnya masih buram," ujar Arion apa adanya.


Aisya tidak mampu berucap apa pun, saat ini dia tengah mengucap banyak syukur pada Tuhan, karena perlahan tapi pasti- Rimbanya yang dulu perlahan kembali.


"Jangan di paksain, Ais yakin Bang Rimba pasti bisa ingat semuanya nanti- secara perlahan," ujar Aisya menenangkan.



**PELAN PELAN SAJAAAAAAA


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUAACHH**

__ADS_1




__ADS_2