Kiblat Cinta A

Kiblat Cinta A
Kepergian


__ADS_3

Suasana duka tengah menyelimuti hati Arion, pria berkemeja hitam itu menunduk dalam- kedua matanya tertutup dan bibirnya terus saja menggumamkan doa- kala seorang ustadz membaca doa setelah proses pemakaman Pramono kakeknya.


Pramono, pria sepuh itu menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit, setelah dia meminta maaf pada Arion dan Aisya. Menyesali semua perbuatannya, menangisi kesalahannya sendiri.


Dan kini Pramono sudah tenang di sisi Tuhan, Arion berdoa agar Sang Kakek mendapatkan tempat yang layak di akhirat sana.


Sudut mata Arion mengarah pada Aisya, wanita bergamis hitam itu masih terisak sembari memeluk potret Pramono. Entah terbuat dari apa hati gadis itu, setelah apa yang pernah Pramono berikan padanya- Aisya masih sudi menangisi pria tua itu di pemakamannya.


"Ayo kita pulang, Ayah sama Bunda sudah ke mobil. Kayaknya mau hujan juga, ayo Abang gak mau kamu kebasahan nanti!"


Aisya mendongak, kedua matanya bergulir- wanita berhijab itu mengangguk patuh saat melihat para pelayat dan keluarganya sudah meninggalkan pemakaman.


🍒


🍒


🍒


Aisya memejamkan kedua matanya, rasa mualnya kembali hadir saat dia berjauhan dengan Arion. Sudah hampir satu minggu ini Aisya merasakannya, tapi wanita itu enggan memberitahu keadaannya pada Arion.


Aisya tidak ingin menggangu pekerjaan suaminya, apa lagi sekarang Arion juga harus mengurus perusahaan kakeknya yang di wariskan padanya. Keturunan tunggal Pramono, karena hanya Arion pewaris sahnya.


"Ai?"


Aisya yang tengah terduduk dilantai kamar mandi sama sekali tidak menyadari kedatangan Arion. Bahkan Nenek Imma pun tidak mengetahui kalau cucu menantunya tengah tidak baik hari ini.

__ADS_1


"Ai, kamu dimana Sayang?"


Suara Arion kembali terdengar, teriakannya yang cukup keras berhasil membuat Aisya membuka kedua matanya. Wanita itu menumpukan tangannya di dinding kamar mandi, perlahan Aisya bangkit dan berjalan keluar.


"Ai, kamu di- hei kamu kenapa?"


Arion panik saat melihat wajah pucat istrinya. Pria berkemeja abu abu tua itu segera berjalan cepat menghampiri Aisya. Kedua tangan Arion menangkub wajah Aisya, mengusap lembut keringat dingin yang mengalir di dahi serta pelipis istrinya.


"Ais mual tadi," ujarnya lirih.


Aisya menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, menghirup dalam aroma tubuh Arion yang selalu membuatnya nyaman dan tidak mual lagi.


"Tapi sekarang udah enggak," sambungnya.


"Ayo kita ke dokter!"


Aisya yang tengah menikmati dekapan Arion terlihat mendongak, kedua mata sayunya menatap tak berkedip pada sang suami. Entah kenapa saat ini pikiran Arion tertuju pada satu kata HAMIL.


Apa mungkin Aisya hamil?


Senyuman kecil Arion terbit, usapan lembutnya semakin menjadi dan mendekap erat tubuh Aisya.


"Tapi Ais enggak sakit," gumam Aisya.


Jujur dia enggan beranjak dari posisi seperti ini, Aisya masih ingin berlama lama memeluk dan menghirup aroma tubuh Arion.

__ADS_1


"Kita ke dokter ya!" bujuk Arion lagi.


Kedua tangan besarnya menangkub wajah sang istri, menatapnya lekat sebelum Arion membubuhkan beberapa kecupan di ujung hidung serta bibir Aisya.


"Ya udah ayo!"


Senyuman Arion kembali mengembang, pria berkucir itu kembali memberikan kecupan di seluruh wajah istrinya.


Arion tidak sabar, dia tidak sabar mendengar penuturan dokter. Arion yakin kalau Aisya tengah hamil muda, dirinya baru sadar kalau bulan ini Aisya belum datang bulan.


Dari mana Arion mengetahuinya?


Aisya akan selalu merengek sakit pinggang padanya saat masa haidnya datang, dan sudah hampir lewat 10 hari dari jadwalnya- wanitanya tidak kunjung merengek.


Arion sangat yakin dengan perasaannya saat ini, Aisya nya tengah mengandung buah cinta mereka.


'Sehat sehat ya anak Papa,' bisik Arion dalam hati, bahkan secara tidak sadar Arion mengusap lembut perut rara Aisya.



BUMIL CANTIK


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YAAAA


MUUAACCHH😘

__ADS_1


__ADS_2