Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 1


__ADS_3

Derly Agria adalah seorang wanita yang baik, pengertian, cantik, rambut panjang,kulit putih, lugu dan pintar.


Derly Agria  terlahir dari keluarga yang serba kecukupan. Mommynya bernama Derla dan Daddynya bernama Putra.


Derly Agria anak tunggal dan pewaris perusahaan Daddy dan Mommynya.


Derly kini menuju umur ke-19 dia memiliki sahabat bernama Marty. Marty terlahir dari keluarga yang sederhana dan tinggal bersama Neneknya.


------------------------------------------------


Tiga hari lagi Derly berulang tahun, Mommy, Daddy dan Marty membuat rencana kejutan tanpa sepengetahuan Derly. 


Mommy, Daddy dan Marty membuat rencana kejutan yang sederhana.


Di sisi lain


Derly berada di dalam kamar memainkan ponselnya dan rebahan diranjang, sudah beberapa kali Derly menghubungi Marty tapi tak ada jawaban.


"Dimana sih, Marty. Kenapa dia tidak menjawab teleponku?" Gerutu Derly.


Disisi lain.


"Marty, Tante minta kamu ajak Derly pergi jalan-jalan seharian yah?" ucap Derla.


"Iya Tan, nanti pasti Marti ajak Derly buat jalan-jalan seharian," jawab Marty.


"Sip." Ucap Putra sambil mengacungkan jempol.


"Ya udah Tan, Om Marty mau ke kamar Derly dulu." Ucap Marty sambil beranjak pergi menuju kamar Derly.


"Inget yah Marty jangan sampai Derly tahu." Ucap Putra.


"Ok, Om."


Setibanya di kamar Derly Marty langsung mengetuk pintu kamar Derly


Tok … tok … tok.


"Masuk," ucap Derly.


Marty pun langsung masuk, Derly melihat siapa yang akan masuk ke kamarnya.


"Marty…," ucap Derly.


"Kamu kemana aja, aku dari tadi kamu tapi nggak diangkat-angkat," sambung Derly.


"Hehehe ... maaf yah, Derly. Ponsel aku kehabisan baterai," ucap Marty berbohong.


Malam semakin larut Marty berpamitan untuk kembali ke rumahnya.


"Ini udah malam aku pulang dulu yah, Ly." Ucap Marty sambil beranjak pergi.


"Iya besok kesini lagi yah, Mar,"


"Ok."


Marty keluar dari kamar Derly, Derla dan Putra melihat Marty keluar dari kamar Derly. Mereka lalu menghampiri Marty.


"Mau kemana, Mar?" tanya Derla.


"Mau pulang, Tan." Jawab Marty.


"Kok pulang?" tanya Putra.


"Iya Om udah malam," jawab Marty.


"Hati-hati yah pulangnya," ucap Putra.


"Iya, Om. Marty pulang dulu yah Om, Tan." Ucap Marty.


"Iya." Jawab mereka bersama.

__ADS_1


Pagi harinya Derly melakukan aktivitas seperti biasanya.


"Sayang,  Daddy berangkat kerja dulu yah," ucap Putra


"Iya, Dad. hati-hati yah," ucap Derly.


Kemudian Putra menuju mobilnya dan berangkat ke kantor, sedangkan Derly dan Derla sedang asik menonton tv bersama. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.


tok ... tok ... tok.


"Iya … sebentar," jawab Derly dan Derla bersamaan.


"Biar Derly aja mom yang bukain pintu." Ucap Derly sambil beranjak pergi membukakan pintu tersebut.


"Iya," jawab Derla.


Derly beranjak membuka pintu, ternyata yang datang Marty yang sedang ditunggu-tunggu.


"Hai, Derly," sapa Marty.


"Hai juga, Marty." Ucap Derly.


"Ayo silahkan masuk, Mar." Ucap Derly mempersilahkan Marty masuk.


"Siapa, Sayang?" teriak Derla dari dalam rumah.


"Marty, Mom." teriak Derly


"Disuruh masuk aja, Sayang," ucap Derla


"Iya, Mom," jawab Derla


Marty sudah dianggap anak sendiri oleh Derla, kerana Marty memang anak yatim piatu. Mereka masuk dan duduk di sofa depan tv.


"Oh iya, Sayang. Mommy mau ngomong sesuatu sama kalian," ucap Derla. 


"Ngomong aja, Mom," ucap Derly.


"Iya Tan, ngomong aja apa yang mau Tante omongin," ucap Marty.


"Kok daddy nggak ngomong sama aku sih, Mom?" ucap Derly pura-pura merajuk.


"Mungkin daddy lupa, Sayang," ucap Derla berbohong.


"Tapi Mommy mau traktir kalian buat jalan-jalan ke taman wisata, seharian," sambung Derla.


"Beneran, Mom?" tanya Derly.


"Iya beneran," ucap Derla


"Kamu maukan, Marty?" sambung Derla bertanya ke Marty.


"Iya mau kok, Tan." Ucap Marty. Karena marty tahu apa yang harus dilakukan olehnya.


Kini sudah menunjukan pukul 11:00 siang mereka memasak bersama untuk makan siang. Setelah masakan selesai mereka makan siang bersama.


Siang menuju sore, sore menuju malam, Marty pun berpamitan kepada mereka untuk pulang.


Putra baru sampai rumah dan langsung duduk di sofa.


"Daddy kok baru pulang?" tanya Derla.


"Iya tadi Daddy lembur sedikit, Mom," jawab Putra.


"Daddy udah makan?" tanya Derla.


"Udah, Mom. Tadi di kantor," jawab Putra.


"Ya udah gih sana Daddy mandi dulu, nanti Mommy siapin baju tidurnya." ucap Derla sambil melangkah menyiapkan baju untuk suaminya.


"Iya, Mom."

__ADS_1


Putra langsung menuju kamar mandi, sedangkan Derla menyiapkan baju tidur untuk suaminya. Seusai Putra mandi dan memakai baju tidurnya, Putra pun menuju istrinya yang berada di ranjang.


"Mom gimana rencana ulang tahun Derly?" tanya Putra.


"Udah beres kok Dad, Mommy tadi bilang sama mereka kita akan menghadiri acara rekan bisnis Daddy, terus Mommy bilang sama mereka bahwa Mommy mentraktir mereka ke Taman Wisata seharian," ucap Derla menjelaskan panjang lebar.


"Terus mereka mau Mom?" tanya Putra.


"Ya mau dong," jawab Derla.


"Tapi Daddy nanti besok liburkan?" sambung Derla dan bertanya kepada suaminya.


"Iya tentu dong," jawab Putra.


"Ya udah Dad tidur yuk udah malam nih," ajak Derla.


"Yuk." Jawab Putra.


Mereka pun tidur. Dan pagi harinya Derly sudah bersiap-siap untuk liburan bersama sahabatnya.


Derla sudah menyiapkan sarapan sebelum Derly pergi berlibur.


"Pagi Mom, Dad," sapa Derly kepada orang tuanya.


"Pagi juga, Sayang." Jawab mereka bersamaan.


Lalu mereka makan sarapan bersama.


"Mommy, Daddy katanya mau ke acara rekan bisnisnya Daddy?" tanya Derly.


"Iya Sayang agak siangan," jawab Putra.


"Oh agak siangan, oh iya Mom aku nanti pake mobilnya Mommy aja yah?" tanya Derly.


"Iya Sayang boleh kok," jawab Derla.


"Makasih Mommy," ucap Derla kegirangan.


"Nih sayang ATMnya Mommy buat kamu jalan-jalan." ucap Derla sambil menyodorkan kartu ATMnya.


"Ok Mom makasih yah, Derly pamit dulu yah mau kerumah Marty."


"Iya sayang hati-hati yah." ucap Derla dan Putra bersamaan.


Derly pun beranjak pergi meninggalkan orang tuanya dan menaiki mobil Mommynya.


"Ayo Mom kita siapkan semua dari kue hingga hiasan dirumah," ajak Putra.


"Siap, Dad." Sambil mengacungkan jempol.


Seharian penuh Derla dan Marty menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang. Pagi menjelang siang, siang menjelang sore, sore pun menjelang malam.


"Mar, pulang yuk. Udah hampir malam nih." ajak Derly.


"Yuk," jawab Marty


Setelah mereka sampai rumah, mereka langsung mengetuk pintu rumah Derly. Tok ... tok ... tok, tapi tak ada yang membukakan pintu. Akhirnya Derly menggunakan kunci cadangan, karena Derly selalu membawa kunci cadangan rumahnya.


Cekreeek Suara pintu dibuka.


"Kok sepi sih apa mungkin Mommy sama Daddy belum pulang?" tanya Derly, tapi masih bisa didengar oleh Marty.


"Mungkin," jawab Marty.


Keadaan rumah sepi gelap dan sunyi. Ketika lampu dinyalakan oleh Derly, Putra dan Derla langsung menuju Derly dan mengucapkan.


"Selamat ulang tahun, Sayang." Ucap kedua orang tua Derly.


"Makasih Mommy, Daddy," ucap Derly.


"Selamat ulang tahun sahabatku." Ucap Marty sambil memeluk Derly.

__ADS_1


"Makasih Marty, jadi kamu tahu semua ini?" tanya Derly.


"Hehehe." Marty hanya cengengesan.


__ADS_2