
Fany menemukan gelang cantik dan indah, gelang itu dilapisi permata. Fany mengambilnya dan menaruh di saku bajunya.
Karena hari semakin siang, Fany memasak untuk makan siang.
Derly kini sedang berada diperjalanan menuju rumahnya. Setelah sampai rumah, Derly menggantikan pakaian Zail dengan pakaian yang lebih santai.
Di sekolah Zail sudah mendapatkan seragam baru, seragam yang sama dengan murid-murid yang lainnya. Zail begitu senang mendapat baju yang sama seperti yang lainnya.
Makanan kini sudah siap untuk dihidangkan, Fany berjalan menuju majikannya.
"Nyonya, makan siang sudah siap," ucap Fany memberitahu.
"Iya, makasih." ucap Derly sambil melangkah bersama Zail menuju ruang makan.
Setelah makan siang, Zail menuju kamarnya dan tidur siang. Sedangkan Derly memainkan ponselnya. Tiba-tiba ponsel Derly, tertera nama 'Suamiku' Derly pun langsung mengangkatnya.
"Halo ada apa, Mas?" tanya Derly.
"Nanti malam bilang ke Fany. Jangan masak makan malam, aku mau ajak kamu makan di luar," ucap Zaiden dari sebrang telepon.
"Ok, Mas. Kok kamu mau makan di luar, kan sudah ada asisten rumah tangga yang akan masak, Mas?" tanya Derly.
"Nanti kita makan malam, dengan rekan bisnis, Mas. Kamu siap-siap aja ya, Mas nanti jemput kamu sama Zail. Terus kita langsung menuju ke restoran yang sudah di pesan," Zaiden menjelaskan panjang lebar.
"Oh, Ok." jawab Derly singkat.
Mereka pun memutuskan sambungan telepon. Derly berjalan menuju Fany yang sedang membersihkan dapur. Derly mengatakan bahwa ia dan Zaiden serta anak mereka hari ini tidak makan malam di rumah. Fany hanya mengangguk tanda mengiyakan aoa yang dikatakan majukannya.
__ADS_1
Karena hari semakin sore, Derly dan Zail pun bersiap-siap menunggu suaminya untuk menjemput.
Tidak menunggu waktu lama, akhirnya Zaiden menjemput mereka. Derly dan Zail langsung masuk ke dalam mobil yang dikendarai Zaiden.
Setibanya mereka sampai disalah satu lestoran, mereka bertiga masuk sambil bergandengan.
Ditengah jalan Derly masih sempat-sempatnya bertanya. "Mas, kamu mandinya di kantor?" tanya Derly. Zaiden hanya mengangguk.
"Terus kok bajunya bisa ganti?" Derly mulai bertanya lagi.
"Kan di kantor ada lemari. Di situ tempat baju, Mas. Jadi kalo lagi sibuk sempat-sempatin buat membersihkan badan yang lengket." jelas Zaiden sambil terus berjalan.
Setelah mereka hampir sampai di salah satu meja, Derly melihat mantan kekasihnya, Riza.
Ya, Riza Zaelfa yang kini menjadi rekan bisnis suaminya. Derly sesungguhnya tidak ingin menemui mantan kekasihnya itu, tapi demi suaminya Derly harus ikut.
'Ternyata kamu semakin cantik walau pun sudah punya anak dan suami, batin Riza.
Zaiden mulai membicarakan bisnisnya dengan Riza.
"Ayah, ini sudah malam. Zail lapar," ucap Zail.
"Kasihan anak Pak Zaiden. Kita lanjutkan saja nanti setelah makan malam," ucap Riza.
Mereka pun memakan makanan yang sudah disediakan. Setelah makan malam, Zaiden dan Riza membahas tentang bisnisnya lagi.
Karena hari sudah semakin larut malam, Zail tertidur dipangkuan Derly. Tidak menunggu waktu lama, Derly merasa keberatan.
__ADS_1
Derly mendekat ke arah Zaiden. "Mas, masih lama ya?" bisik Derly.
"Bentar lagi kok," jawab Zaiden singkat.
Riza yang mengerti apa yang mereka bicarakan, Riza langsung mengakhiri pembincangan bisnis ini. "Sudah malam, Pak. Kita lanjutkan besok lagi saja." ucap Riza sambil membereskan berkas-berkas.
Mereka pun bangun dari duduknya. Zaiden mengambil Zail dari gendongan Derly. Karena Zaiden tahu pasti Derly keberatan. Zail sudah semakin besar dan semakin berat.
"Pak Zaiden pulang saja duluan. Berkas-berkas biar saya yang bawa," ucap Riza. Zaiden hanya mengangguk.
"Ya sudah, kami pulang duluan." tanpa menunggu jawaban, mereka bertiga sudah berjalan melewati Riza.
'Aku akan merebut istrimu, pak Zaiden.' batin Riza sambil tersenyum licik.
Setelah sampai rumah, Zaiden membaringkan Zail di dalam kasurnya. Sedangkan Derly sudah berada di dalam kamarnya.
Derly mencari gelang yang dilapisi permata cantik. Mencari dan terus mencari, namun tidak ia temukan.
Zaiden yang melihat istrinya mencari sesuatu langsung bertanya. "Kamu cari apa?"
"Aku cari gelang, gelang yang dilapisi permata itu, Mas. Mas tahu?" Derly bertanya kepada Zaiden.
"Aku nggak tahu, coba kamu cari lagi. Siapa tahu keselip atau lupa kamu simpen di mana," ucap Zaiden.
..........................................................
Hai semuanya, jangan lupa tinggalkan jejak😊
__ADS_1