Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 58


__ADS_3

Pagi harinya...


Zaiden berangkat kerja sedangkan seperti biasa Derly mengantar Zail sekolah. Derly juga bergabung dengan ibu-ibu yang sedang mengantar anaknya sekolah.


Zail pindah sekolah, Derly mencari sekolah yang tidak jauh dari rumahnya..


"Ibu-Ibu,,Kalian sudah dengar belum? Katanya pelakor yang dulu tinggal di sekitar sini sudah balik ke rumahnya, kalian hati-hati ya. Nanti suami kalian kecantol sama tuh pelakor," ucap salah satu orang yang sedang berkumpul itu.


Sejenak Derly berpikir. 'Yang mereka maksud siapa?' batin Derly


Salah satu melihat Derly sejenak dan mendekatinya "Kamu tetangga baru? Hati-hati ya, jika ada wanita cantik yang seksi dan menor. Jaga suami kamu baik-baik, jangan sampai suami kamu kecantol sama pelakor," ucapnya. Derly hanya mengangguk, pasalnya dia tidak tahu orangnya seperti apa?


"Iya kamu harus hati-hati, jaga suami kamu," ucap ibu-ibu yang lain.


Derly lagi-lagi hanya mengangguk. Dia harus mencerna perkataan ibu-ibu.


Tidak terasa sekolah Zaiden pun akhirnya pulang. Semua anak-anak dan ibu-ibu berhamburan meninggalkan sekolahan.


Di sisi lain.


Zaiden sedang fokus dengan laptopnya, t iba-tiba salah satukaryawan mengetuk pintu.


Tok ... tok ... tok.


"Masuk." Ucap Zaiden singkat tapi matanya masih menatap layar laptop.


ternyata yang masuk adalah staf bagian keuangan.

__ADS_1


"Maaf, Pak. Saya mau mengundurkan diri dari perusahaan ini," ucapnya.


"Kenapa kamu tiba-tiba mau mengundurkan diri?" tanya Zaiden.


"Suami saya mau pindah dinas, Pak. Jadi mau tidak mau saya harus ikut suami saya," tuturnya.


"Iya saya terima surat pengunduran diri kamu. Tapi kalau sudah balik ke sini, kamu boleh kerja di sini. Karena saya mempercayai kamu," ucap Zaiden.


"Baik, Pak. Terima kasih, saya permisi dulu." ucapnya sambil melangkah meninggalkan ruangan Zaiden.


Zaiden bingung dia harus bagaimana. Sedangkan staf keuangan mengundurkan diri.


Zaiden menelepon salah satu katyawannya untuk segera datang ke ruangannya.


"Bapak manggil saya?" tanyanya


"Baik, Pak." Ucapnya sambil meninggalkan ruangan Zaiden.


Zaiden kembali menatap layar laptopnya kembali.


""Bunda ... beli cemilan yuk!" ajak Zail.


"Mau beli cemilan apa? Tuh masih ada satu lemari lagi," ucap Derly.


"Itu cemilan buat Bunda. Ayo Bunda ... kita beli buat Zail," rengek Zail.


"Bentar, Bunda mau ambil kunci mobil sama dompet dulu," ucap Derly.

__ADS_1


Derly mengambil kunci mobil dan dompetnya. Mereka pun menuju salah satu toko cemilan kesukaan Zail.


Zail memilih beberapa cemilan kesukaannya. Setelah semua apa yang dia suka sudah dibeli, mereka langsung menuju kasir untuk membayar belanjaannya.


Sebelum pulang, Derly dan Zail singgah di taman terlebih dahulu. Membeli ice cream kesukaan mereka.


"Bunda, yuk pulang. Ini sudah sore, bentar lagi ayah pulang kerja," ucap Zail.


Sejenak Derly melihat jam tangannya, iya apa yang dikatakan Zail memang benar. Sebentar lagi Zaiden akan pulang ari kantornya.


Derly mulai melajukan mobilnya. Saat ditengah perjalanan tiba-tiba mobilnya oleng. Tidak isa dikendalikan. Derly kewalahan harus berbuat apa.


"Zail, mobil Bunda susah buat dimatiin. Kamu cepetan loncat dari pintu!" perintah Derly.


"Tapi nanti Bunda gimana?" tanya Zail.


"Jangan mikirin Bunda. Kamu cepetan loncat!" ucap Derly.


"Zail nggak mau loncat kalau Bunda nggak ikut loncat," ucap Zail.


"Masalah itu gampang. Kamu duluan yang loncat!" ucap Derly.


Zaiden pun meloncat ari pintu mobil. Tidak dengan Derly. Derly ingin melompat namun tidak bisa. Karena keduluan nabrak pohon.


"AAAA!"


______________________________________

__ADS_1


Jangan lupa budidayakan like dan komen. Terimakasih.


__ADS_2