Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 2


__ADS_3

"Nih, Sayang. Hadiah dari Mommy." Ucap Derla sambil menyodorkan kado buat anaknya.


"Makasih, Mommy." Ucap Derly sambil menerima kado pemberian dari mommynya.


"Nih, sayang. Dari Daddy yang ganteng ini... hehehehe," ucap Putra sambil menyodorkan hadiahnya.


"Makasih, Daddy. Iya deh Daddy ganteng," ucap Derly sambil memuji Daddynya.


"Ayo dong Ly dibuka, aku mau liat apa sih kira-kira pemberian Tante sama Om," ucap Marty penasaran.


"Iya ini aku mau buka." ucap Derly sambil membuka kado pemberian dari Mommynya.


Setelah Derly membuka kado dari Mommynya ternyata isinya adalah satu set perhiasan.


"Wah ... Mommy. Bagus banget, makasih ya, Mom." ucap Derly sambil memeluk Derla.


"Iya, Sayang. Sama-sama," ucap Derla sambil membalas pelukan anaknya.


"Ayo dong dari Daddy dibuka," ucap Putra.


Derly langsung membuka kado pemberian dari daddynya, dan ternyata isinya adalah kunci dan surat-suratnya.


"Wah ... Daddy ini apa?, ini surat-surat apa?" tanya Derly kebingungan.


"Itu kunci mobil, dan surat-surat ini adalah surat-surat mobil dan SIM kamu," jawab Putra.


"Makasih, Daddy." Ucap Derly sambil memeluk Putra.


"Sama-sama anak Daddy yang cantik," ucap Putra sambil membalas pelukan dari anaknya.


"Oh iya Tante, Om, Ly aku pulang dulu yah udah malam." Pamit Marty.


"Iya hati-hati ya," ucap Derly


"Iya." Jawab Marty.


"Dah," sambung Marty sambil melambaikan tangan.


"Dah," ucap Derla, Derly, dan Putra bersamaan.


"Ya udah gih sana masuk kamar terus tidur," ucap Derla.


"Ok, Mom." Jawab Derly


"Selamat malam, Sayang." Ucap Putra.


"Malam juga Daddy, Mommy. Dah," ucap Derly sambil meninggalkan kedua orang tuanya.


Pagi harinya Derly berencana ke Mall bareng sahabatnya. Setibanya di Mall mereka berbelanja kebutuhan pribadi masing-masing seperti make up dll.


"Aku laper nih, kita makan yuk di kafe itu. Kayaknya enak tuh," ajak Derly.


"Ayo, tapi...." ucap Marty menggantungkan kalimatnya.


"Tapi kenapa?" tanya Derly yang mulai penasaran


"Tapi kamu yang traktir yah, hehehehe," ucap Marty sambil cengengesan.


"Iya tenang aja," ucap Derly enteng.


Mereka pun berjalan menuju cafe terdekat yang berada tidak jauh dari Mall. Setelah mereka makan, Derly berpamitan kepada Marty karena ia ingin menuju toilet.


"Mar, aku ke toilet dulu ya sebentar," Ucap Derly.


"Iya jangan lama-lama yah ke toiletnya," ucap Marty.


"Ok."


Derly pun beranjak pergi menuju toilet, tiba-tiba Derly menabrak seseorang bugh


"Maaf, Pak. Saya nggak sengaja," ucap Derly meminta maaf.


"Iya nggak apa-apa," ucap laki-laki itu.


Derly pun mendongak melihat siapa orang yang dia tabrak.


'Wah gantengnya,' batin Derly


"Ayo bangun," ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Kemudian Derla pun menerima uluran tangan laki-laki itu


"Kenalkan namaku Riza Zelfa, siapa namamu?" ucap Riza memperkenalkan diri.


"Namaku Derly Agria, panggil saja Derly," ucap Derly.


Riza Zelfa adalah pemimpin perusahaan berlian yang terkenal. Riza mempunyai beberapa cabang di beberapa negara.


Marty menyusul sahabatnya yang sedari tadi tidak muncul-muncul.


"Derly ... Derly...!" ucap Marty memanggil-manggil sahabatnya.


Derly mendengar sahabatnya yang sedang mencari dan memanggilnya.


"Maaf, Pak. Saya permisi dulu, teman saya mencari saya," pamit Derly.


"Tunggu ... tunggu!" ucap Riza menghentikan langkah Derly.


"Iya, Pak. Ada apa?" tanya Derly.


"Aku boleh minta nomor whatsaap kamu nggak?" tanya Riza.


"Boleh kok," ucap Derly.


Riza langsung ponselnya ke arah Derly, Derly pun langsung mengetik nomor WA nya.


"Nih, Pak. Sudah," ucap Derly sambil mengembalikan ponsel Riza.


"Ok, makasih, Derly." Ucap Riza.


"Sama-sama, pak." Ucap Derly sambil pergi meninggalkan Riza.


'Cantik' Batin Riza.


Disisi lain


"Lama banget sih kamu?" tanya Marty heran.


"Maaf yah, tadi aku menabrak seseorang," ucap Derly.


"Siapa dia? Laki-laki atau perempuan? Cantik atau ganteng?" tanya Marty dengan pertanyaan yang berenteng-renteng.


"Jawab aja mana yang mau kamu jawab," ucap Marty enteng.


"Iya deh. Dia laki-laki, ganteng, namanya adalah…." ucap Derly sambil menggantungkan kalimatnya.


"Siapa-siapa? Jangan bikin aku heran dong," tanya Marty terheran-heran.


"Kalo gak salah namanya Riza Zelfa," ucap Derly.


"Wah namanya bagus juga," ucap Marty.


Mereka pun pulang kerumah masing-masing. Setelah Derly masuk kamar, Derly membayangkan wajah ganteng Riza yang gagah dan tegap.


Disisi lain 


Riza juga sama membayangkan wajah Derly yang cantik dan putih itu.


Pagi harinya Derly bersiap-siap menuju meja makan untuk sarapan bersama dengan kedua orang tuanya.


"Pagi Mom, Dad." Sapa Derly.


"Pagi juga, Sayang." Sapa mereka bersamaan.


"Kok tumben Daddy sama Mommy udah rapi saja?" tanya Derly.


"Iya Sayang Mommy mau nemenin Daddy keluar negri selama beberapa minggu kedepan," jawab Derla.


"Kok dadakan sih, Mom?" tanya Derly.


"Maaf yah, Sayang. Daddy tadi pagi ada panggilan mendadak. Jadi, Daddy perginya juga mendadak," ucap Putra.


"Ya udah nggak apa-apa, terus nanti aku sama siapa dong?" tanya Derly.


"Kan ada Marty, kamu ajak Marty aja tinggal disini," ucap Derla.


"Nggak bisa, Mommy. Kalo Marty tinggal disini neneknya sama siapa?" ucap Derly.


"Iya juga sih," ucap Derla.

__ADS_1


"Ya sudah deh mending aku tinggal sendirian," ucap Derly dengan entengnya.


"Emang kamu berani tinggal sendirian dirumah ini?" tanya Putra.


"Ya berani dong, Dad." Ucap Derly.


"Ok lah kalo begitu," ucap Putra.


"Ini udah siang ayo Dad kita berangkat," ajak Derla.


"Ayo, Mom. Sayang Mommy sama Daddy berangkat dulu ya," ucap Putra sambil berpamitan kepada anaknya.


"Iya Mommy, Daddy hati-hati ya," ucap Derly.


"Iya sayang. Kamu juga hati-hati ya dirumah, jaga diri baik-baik, makan yang teratur, jangan makan yang terlalu pedas," ucap Derla.


"Iyaaa, Mommy."


"Dah ... Sayang." Ucap Derla dan Putra bersamaan.


Mereka pun meninggalkan anaknya. Dan verjalan menuju mobil yang akan dikendarai oleh supirnya.


'Mommy sama Daddy sudah berangkat kini tinggal aku seorang.' batin Derly dalam hati.


Tiba-tiba chat masuk, Derly pun mengecek ponselnya untuk mengetahui pesan dari siapa.


*Pesan on*


089*********


Hai ini aku Riza


Derly


Oh ternyata pak Riza. Kirain siapa


089*********


Iya. Save yah


Derly 


Ok pak


Riza 


Sip


*Pesan off*


Derly rebahan di samping ranjang sambil memainkan game diponsel miliknya. Tiba-tiba ponselnya berdering.


*Panggilan on*


"Halo," Suara Riza.


"Halo, Pak. ada apa?" Tanya Derly.


"Kamu sibuk nggak?"


"Nggak, Pak. Emang kenapa?"


"Nggak kenapa-kenapa, aku mau ajak kamu jalan-jalan. Kamu mau gak?"


"Boleh, Pak. Kebetulan aku lagi kesepian,"


"Ok aku jemput ya, kamu kirim aja alamatnya,"


"Ok, pak."


*Panggilan off*


Kemudian Derly pun mengirim alamatnya. Tak menunggu lama bel rumah Derly pun berbunyi


Ting... tong... ting… tong.


.......................................................................


Hai semuanya penasaran gak sama cerita selanjutnya?, kalo penasaran jangan lupa like, vote, dan komen ya. Satu like, satu komen, dan vote itu berharga loh. Aku tunggu bye bye😙

__ADS_1


__ADS_2