Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 52


__ADS_3

Mereka pun berjalan menuju tukang minuman. Memesan tiga minuman yang segar dan menyeruputnya.


Setelah semuanya habis Derly membayar dan kembali membeli beberapa peralatan dapur.


Semua sudah selesai Derly beli. Zora menghampiri salah satu pemilik mobil untuk mengangkut barang-barang yang sudah dibelinya.


"Bang, mobilnya disewa boleh?" tanya Zora pada pemilik mobil tersebut.


"Boleh, jarak dari sini ke rumah Nyonya jauh?" pemilik mobil itu bertanya jarak antara tempat dia sekarang dan rumah yang akan diantarkan.


"Lumayan, sekitar setengah jam," jawab Zora.


"Kalo jarak tempuhnya sekitar setengah jam berarti biayanya lima ratus ribu," ucap pemilik mobil.


"Tidak masalah, nanti tolong angkutin barang-barang yang ada di kertas ini ya." ucap Zora sambil menyodorkan daftar yang sudah dibeli.


"Siap." ucap pemilik mobil dan langsung menuju ke toko-toko yang sudah terdaftar.


Zora pun kembali menuju Derly dan Zail. Derly mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


Mereka pun kini sudah sampai di rumah. Derly dan Zail masuk ke dalam kamar. Sedangkan Zora kini tengah santai di halaman belakang rumah.


Tidak menunggu waktu lama, ketukan pintu terdengar.


Tok ... tok ... tok.


Derly segera membukakan pintu rumah dan ternyata barang-barang yang ia beli sudah datang.


Derly mempersilahkan untuk menaruh semuanya di ruangan kosong yang sudah di sediakan.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai, pemilik mobil pun menagih bayarannya.


"Berapa, Mas?" tanya Derly.


"Lima ratus ribu rupiah saja," ucapnya.


Derly pun membuka dompetnya dan menyerahkan uang. Setelah memberi uang sewa mobil, Derly pun masuk ke dalam rumah dan mengambil beberapa cemilan di dalam kamarnya.


Setelah mengambil cemilan, Derly berjalan ke kulkas dan membuat jus buah kesukaannya.


Semua sudah selesai. Derly pun menuju ruang keluarga menonton televisi sambil memakan cemilan yang tadi sudah disiapkan.


Hingga hari kini sudah senja, Derly melihat anaknya yang sudah rapi. Derly pun menuju kamar untuk membersihkan badan.


Derly melirik jam, ternyata jam menunjukkan waktu suaminya pulang kerja. Derly menuju dapur untuk membantu ibu mertuanya masak untuk makan malam.


"Mamah, Derly bantu ya, Mah." ucap Derly sambil mendekati Zora.


Derly melihat banyak sekali sayuran yang ada di dapur. Tapi Derly hanya diam, dan pikirannya hanya membantu mertuanya masak.


Makanan pun kini sudah siap. Zaiden yang berada di dalam kamar sambil memainkan laptopnya mendengar bahwa sang istri memanggilnya.


"Mas! Makanan sudah siap. Ayo kita makan malam dulu!" teriak Derly.


Zaiden pun beranjak menuju meja makan. Zaiden yang melihat banyaknya makanan langsung bertanya.


"Mah, kok makanannya banyak banget?" tanya Zaiden.


"Tunggu saja. Nanti juga tamu kita dateng," jawab Zora.

__ADS_1


Memang benar, baru saja dibicarakan. Suara ketukan pintu terdengar. Zora langsung membukakan pintu rumahnya.


"Assalamualaikum, maaf kami telat," ucap seorang wanita.


"Iya tidak apa-apa kok. Mari masuk, langsung makan malam saja. Semuanya sudah siap," ucap Zora.


Sepasang suami istri itu pun masuk ke dalam rumah. Derly hanya menatap Zail, sehingga ia tidak mengetahui keberadaan orang taunya.


"Assalamualaikum," salam Derla.


"Wa'alaikumussalam." jawab mereka yang berada di meja makan.


"Mommy, Daddy." ucap Derly girang sambil memeluk orang tuanya.


"Hai cucu Oma, nih Oma bawa banyak mainan buat cucu Oma." ucap Derla sambil menyodorkan paper bag.


"Wah... banyak sekali, Oma. Makasih banyak Oma, Opa," ucap Zail.


"Iya. Sama-sama." ucap Derla sambil menduduki salah satu kursi.


Mereka pun makan malam bersama, setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga.


Derla menceritakan bahwa ia dan sang suami akan pindah ke luar negeri. Tepatnya di Malaysia. Mereka akan menetap di sana.


Derly sebenarnya sedih dengan adanya kabar bahwa kedua orang tuanya nanti akan pindah negara.


Semua aset yang berada di rumah Derla menjadi milik Derly. Derly akan menjualkan semuanya. Uangnya ia tabung untuk masa depan Zail.


Karena hari sudah semakin malam, Derla dan Putra pun meninggalkan kediaman Zora dan Zaqi.

__ADS_1


Perasaan sedih menyerang Derly. Namun Zaiden langsung mendekati dan menenangkan Derly.


__ADS_2