Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 33


__ADS_3

"Mas, kamu nih. Mendingan tidur deh, ini sudah malam. Aku udah ngantuk banget," ucap Derly


"Kita bikin adik buat Liza yuk!" bisik Zaiden.


"Liza masih kecil, Mas," ucap Derly.


"Yaudah kita bikin junior Zaiden." ucap Zaiden langsung menindih tubuh Derly.


Zaiden langsung membuka bajunya dan membuka perlahan piyama yang Derly kenakan. Zaiden langsung mencium ceruk leher Derly, tanpa sadar. Derly mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Mereka pun melakukan kewajiban suami istri.


Pagi hari…


Derly dan Zaiden masih tidur, Liza terbangun dan menuju kamar orang tuanya. Liza menggedor-gedor pintu kamar


Dog… dog… dog.


"Nda… Nda… Nda," panggil Liza yang masih menggedor-gedor pintu kamar.


Zaiden terbangun, kemudian Zaiden pun membuka pintu kamarnya.


"Yah, Nda ana?" tanya Liza.


"Bunda ada di dalam. Masih bobo," ucap Zaiden.


"Yah, Iza lapel," ucap Liza sambil memegang perutnya.


"Liza laper ya? Ayo kita ke dapur, kita bikin sarapan!" ajak Zaiden. Liza hanya mengangguk.


Mereka pun mulai memasak. Masakan selesai mereka duduk di ruang makan. 


Derly terbangun dan membersihkan dirinya, setelah membersihkan dirinya. Derly menuju dapur, sebelum sampai dapur. Derly melihat anak dan suaminya sedang sarapan.


"Liza, kamu belum mandi. Kenapa udah makan hmm?" tanya Derly.


"Iza laper, Nda. Nda lum bangun-bangun. Adi, Iza salapan baleng Ayah," ucap Liza.


"Kasihan, Liza. Dia kelaparan, masa harus nunggu kamu bangun sih? Nanti keburu pingsan dia," ucap Zaiden


"Kamu gak ke kantor Mas?" tanya Derly sambil duduk disamping Liza.


"Gak, Mas masih ambil libur 3 hari," ucap Zaiden santai.


Setelah sarapan, mereka menuju ruang keluarga. Liza bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.


Tok… tok… tok.


Derly langsung membuka pintu rumahnya. Ternyata yang bertamu di pagi hari adalah mamah mertuanya.


"Mamah, ayo masuk, Mah!" ajak Derly.


Kemudian mereka masuk kedalam rumah dan menuju ruang tamu.


Zora melihat anak kecil yang menggemaskan. Ia pun menghampirinya.


"Hai, cantik," sapa Zora.


Liza kaget dan langsung menjauh darinya. Liza berdiri di belakang orang tuanya.

__ADS_1


"Nda. Ciapa olang itu?" tanya Liza.


"Dia Nenek kamu, orangnya baik kok. Jadi, Liza gak boleh takut," ucap Derly.


Zora kembali mendekatkan dirinya ke arah cucunya.


"Sini main sama Nenek, nanti Nenek belikan Liza mainan yang banyak," ucap Zora.


Liza kembali mendongakkan kepalanya melihat Derly. Derly hanya mengangguk. Akhirnya Liza memberanikan diri untuk bermain dengan neneknya. Mereka bermain bersama, sedangkan Derly kembali duduk di samping Zaiden.


"Zira kemana, Mah?" tanya Derly.


Derly merindukan Zira, yang dulu ia urus dengan baik dan penuh perhatian.


"Zira belum pulang sekolah," jawab Zora.


"Zira sudah mulai sekolah, Mah?" tanya Derly. Zora hanya mengangguk.


"Kamu kangen Zira ya?" tanya Zaiden. Derly hanya terdiam.


Hari semakin siang, Derly menuju dapur untuk memasak makan siang. Ia memasak sendirian, dan tanpa bantuan art.


Zaiden menghampiri istrinya yang sedang memasak. Ia melihat Derly begitu aktif di dapur. Tangan Zaiden memeluk pinggang ramping Derly.


"Mas. Lepasin, aku lagi masak. Nanti ayamnya gosong," ucap Derly.


"Mas gak ganggu kok. Mas cuma meluk kamu saja,"ucap Zaiden.


Derly hanya diam, tak ada manfaatnya jika berdebat dengan suaminya. Ia melanjutkan untuk memasak. Setelah makan siang sudah siap, Derly menyuruh Zaiden untuk duduk anteng. 


Derly menuju ibu mertuanya dan anaknya untuk segera makan siang. Setelah makan siang, Derly meminta izin suami dan mertuanya. Derly juga menitipkan anaknya.


"Aku mau keluar sebentar, Mah," ucap Derly.


"Jangan lama-lama," ucap Zora.


Derly pun berjalan keluar rumah. Derly berencana untuk pergi ke dokter, Derly membeli pil KB supaya ia tetap fokus mengurus anaknya.


Setelah selesai membeli pil itu, Derly langsung berjalan pulang.


Derly menyimpan pilnya di dalam tas yang selalu ia bawa kemana saja. Hari kini semakin senja, Zora pun pulang kerumahnya.


Derly merahasiakan bahwa dia habis membeli pil KB itu. Derly selalu meminumnya setelah makan malam, tanpa sepengetahuan suaminya.


Karena hari semakin larut, Derly dan Zaiden menuju kamar. Liza merasa takut, ia langsung berlari menuju kamar orang tuanya


Liza menggedor-gedor pintu kamar orang tuanya. Zaiden langsung membuka pintu itu.


"Kok Liza malam-malam begini belum tidur?" tanya Zaiden.


"Iza, ga bica tudul. Iza mau tidul ama, Nda," ucap Liza.


"Oh Liza mau tidur sama bunda, ayo masuk!" ucap Zaiden mempersilahkan Liza untuk masuk ke kamarnya.


Derly masih belum tidur, ia masih memainkan ponselnya.


"Nda!" panggil Liza.

__ADS_1


Derly langsung melirik ke sumber suara dan menaruh ponselnya di samping tempat tidur.


"Eh, ada Liza. Kenapa belum tidur?" tanya Derly.


"Iza mau tidul ama, Nda," ucap Liza.


"Liza mau tidur sama, Bunda? Ya sudah ayo sini tidur di tengah, supaya Liza gak jatuh," ucap Derly.


Liza menaiki kasur tersebut dan membaringkan tubuhnya di tengah-tengah kedua orang tuanya.


Mereka bertiga pun memasuki alam mimpi masing-masing.


Pagi hari…..


Derly dan Zaiden masih berada di alam mimpinya. Liza terbangun, ia melihat di sekitar jendela. Ternyata sudah pagi, ia pun membangunkan ayah dan bundanya.


Derly dan Zaiden pun bangun, Derly membawa Liza ke kamar mandi yang berada di kamar Liza. Sedangkan Zaiden mandi di kamarnya.


Setelah memandikan Liza, Derly berjalan ke dapur dan membuatkan sarapan untuk suami dan anaknya.


Zaiden sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja, Derky menyuruh suaminya untuk sarapan dulu. Mereka pun sarapan bersama, setelah sarapan Zaiden langsung pamit berangkat kerja.


Kini hanya Derly dan anaknya yang berada di rumah, Liza bermain dengan mainannya. Sedangkan, Derly memainkan ponselnya. Tiba-tiba ponsel Derly berdering.


Derly langsung mengangkatnya. Ternyata Derla yang menelepon.


"Halo, Mom," ucap Derly.


"Halo, Ly. Kapan kamu ke rumah Mommy, Mommy udah kangen banget sama kamu," ucap Derla dari seberang telepon.


"Nanti besok hari libur Mom, nanti Derly kesana," ucap Derly.


"Kamu gak bohong kan?" tanya Derla dari seberang telepon.


"Iya," jawab Derly singkat.


Telepon pun terputus, Derly kembali membuka media sosialnya yang sudah lama ia tinggalkan.


Derly mengunggah foto anak dan dirinya ke media sosial, sewaktu ia berada di taman dekat rumah Marty.


Terakhir kali ia mengunggah foto di media sosial yaitu foto berlibur di kota B.


Liza bosan dengan mainannya, ia meminta Derly untuk membelikan mainan baru untuknya.


"Iya, nanti siang kita beli mainan ya," ucap Derly. Liza hanya mengangguk dengan senang.


Hari semakin siang, Derly membawa Liza ke kamarnya untuk mengganti baju anaknya. Setelah semua siap, mereka pun berangkat. Derly membawa Liza ke Mall.


Tak menunggu waktu lama, mereka pun sudah sampai Mall. Derly membawa Liza ke restoran, Liza langsung bertanya.


"Nda, kok kecini?" tanya Liza.


"Kita mau makan siang dulu," jawab Derly.


"Nda tadi omong, ita mau beyi mainan balu. Tapi malah kecini," ucap Liza dengan kesal.


.......................................................................

__ADS_1


Hai semuanya. Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak ya😊.


__ADS_2