
"LIZA!" teriak Derly sambil terbangun dari tidurnya.
Zaiden langsung terbangun mendengar istrinya berteriak
"Kamu mimpi buruk ya?" tanya Zaiden dengan lembut.
Derly hanya mengangguk. Zaiden langsung memeluk lembut tubuh sang istri.
"Aku bermimpi tentang Liza. Dia menyuruh aku untuk melupakannya. Hiks… hiks… hiks," ucap Derly sambil terisak.
"Itu mungkin permintaan terakhir, Liza. Kamu harus melepaskan dengan ikhlas," ucap Zaiden.
"Iya. Aku akan melepaskan dia dengan ikhlas," ucap Derly.
Zaiden bersyukur, kini istrinya bisa melupakan mendiang putri kesayangannya.
Mereka melanjutkan tidur.
Pagi hari.
Derly bangun pagi-pagi dan membersihkan badannya. Setelah membersihkan badannya, Derly menyiapkan pakaian kerja suaminya dan memasak.
Zaiden terbangun dan mengejapkan matanya. Zaiden melihat sudah ada baju kerja di atas kasur, Zaiden pun bergegas mandi dan memakai baju kerjanya. Setelah sudah rapi, Zaiden menghampiri istrinya yang sedang terfokus memasak.
Zaiden memeluk tubuh istrinya dari belakang. Derly langsung tersentak.
"Mas, kamu tuh ngagetin aku aja sih," ucap Derly.
"Kamu udah mendingan?" tanya Zaiden.
"Emang aku kenapa?" tanya Derly.
"Ya gak kenapa-kenapa sih," ucap Zaiden.
Masakan pun kini sudah siap untuk dihidangkan. Derly menyuruh suaminya untuk duduk diam di meja makan.
Setelah makanan sudah siap, mereka pun sarapan bersama.
Setelah sarapan, Zaiden pun berangkat kerja. Kini hanya Derly sendiri di rumah yang begitu besar. Untuk menghilangkan kejenuhan, Derly mengambil beberapa snack, dan menonton film kesukaannya.
Hari semakin siang, waktu makan siang. Derly malas untuk memasak makan siangnya. Derly terus melanjutkan menonton film. Tiba-tiba ponselnya berdering.
"Halo." ucap Derly sambil mengangkat panggilan itu.
"Halo, kamu udah makan siang?" tanya Zaiden.
"Belum," jawab singkat Derly.
"Kenapa belum? Ini sudah waktunya makan siang," ucap Zaiden mengingatkan.
"Aku males masak, Mas," jawab Derly
"Yaudah, mas pesenin online saja ya?" tanya Zaiden.
Zaiden mendengar ada suara dari tv, dia juga mendengar suara istrinya yang sedang memakan cemilan.
"Kamu lagi apa?" tanya Zaiden.
"Aku lagi nonton film sambil makan cemilan," jawab Derly santai.
"Jangan banyak-banyak makan cemilannya, nanti gendut," ucap Zaiden.
"Terus kalo aku gendut, kamu gak mau sama aku lagi?" tanya Derly
__ADS_1
"Aku kan tipe suami yang setia. Jadi, aku selalu setia kok sama kamu. Aku hanya mengingatkan saja," ucap Zaiden.
"Masa," ucap Derly singkat.
"Udah dulu ya. Mas, mau lanjut. Paling sebentar lagi," ucap Zaiden.
"Iya." Derly langsung mematikan teleponnya.
Ternyata benar, tak menunggu waktu lama. Makanan yang dipesan Zaiden sudah sampai depan pintu.
Derly langsung menerimanya dan membuka, lalu memakannya.
Setelah makan siang, Derly beranjak menuju kamar. Derly memainkan ponselnya. Rasa kantuk kini mulai menyerang Derly, hingga kini Derly tertidur dengan nyenyak.
Hari sudah semakin sore, Zaiden dalam perjalanan pulang. Sedangkan Derly? Derly, masih tertidur nyenyak.
Zaiden langsung masuk ke dalam rumah, Zaiden selalu membawa kunci cadangan rumahnya.
Zaiden mulai masuk dan melihat istrinya yang sedang berbaring dan tidur nyenyak.
Zaiden memutuskan untuk mandi dan mengganti pakaiannya.
Derly mendengar ada suara air keran, dia pun terbangun dan melihat disekitar. Ia melihat ada tas kerja suaminya yang ada di sofa kamarnya.
Derly menaruh tas suaminya ke tempat biasa ia menaruh.
Tak menunggu waktu lama, Zaiden keluar dengan pakaian santainya.
"Kamu udah bangun?" tanya Zaiden.
"Iya," Derly menjawab singkat.
"Mas, aku lagi males masak. Kita makan di luar aja yuk!" sambung Derly.
"Dua-duanya deh. Hehehe," ucap Derly sambil cengengesan.
"Yaudah, kamu mandi gih. Nanti kita makan malamnya di luar," ucap Zaiden.
Derly langsung menuju kamar mandi dan bersiap-siap. Setelah semuanya siap. Mereka memasuki mobil dan melaju menuju salah satu restoran.
Setelah sampai, mereka keluar dari mobil. Derly dan Zaiden bergandengan, layaknya seperti pengantin baru.
Semua mata tertuju pada mereka. Derly yang terlihat anggun dan Zaiden terlihat gagah, layaknya seperti sepasang tuan putri dan pangeran.
Mereka duduk di kursi sebelah pojok belakang, mencari tempat yang nyaman buat duduk berdua.
Mereka memesan beberapa menu yang mereka sukai serta minumannya.
Makanan yang dipesan mereka pun kini sudah siap untuk dinikmati.
Setelah makan malam, Zaiden mengajak istrinya untuk menonton bioskop.
"Kamu mau film apa?" tanya Zaiden.
"Aku mau film apa aja deh, aku ngikut hehe," ucap Derly sambil cengengesan.
Zaiden memilih film horor, Zaiden sengaja memesan dua tiket untuk film horor.
Mereka memasuki bioskop dan duduk di kursi paling belakang. Tak menunggu waktu lama, film pun mulai tayang.
Di tengah-tengah film, munculah suara hantu. Seperti, kuntilanak dan sebagainya. Derly langsung memeluk tubuh sang suami. Menenggelamkan mukanya di dada bidang sang suami.
Film pun selesai, mereka berjalan keluar. Derly selalu teringat film tadi yang di tontonnya.
__ADS_1
"Mas, kamu tuh nyebelin banget sih. Aku takut tau nggak sih." ucap Derly sambil mencubit lengan suaminya.
"Aduh... aduh. Sakit, kamu kan yang bilang terserah, Mas." ucap Zaiden sambil mengaduh kesakitan.
"Iya. Tapi, jangan yang horor. Aku takut, Mas," ucap Derly.
"Iya, maaf ya," ucap Zaiden.
"Iya." ucap singkat Derly.
Mereka menuju parkiran dan memutuskan untuk pulang ke rumah, karena hari sudah semakin malam. Mereka memutuskan untuk pulang.
Beberapa bulan kemudian.
Derly merasa tidak enak badan, ia juga merasa mual-mual. Zaiden langsung memanggil dokter.
Tidak menunggu waktu lama, dokter pun sampai dan langsung memeriksa tubuh Derly.
Dokter bertanya.
"Keluhan apa yang sering anda rasakan akhir-akhir ini?" tanya dokter itu.
"Kepalaku sering sakit, mual-mual, ngga enak badan juga, dok," jawab Derly.
"Kapan anda datang bulan?" tanya dokter.
Derly mulai berpikir, memang benar ia telat. Bulan kemarin pun Derly belum datang bulan, berarti Derly telat dua bulan.
"Dua bulan lalu, dok," ucap Derly.
"Sepertinya anda sedang hamil. Untuk info selengkapnya anda bisa cek ke dokter kandungannya langsung," ucap dokter.
Begitu senang sekali mereka mendengar kabar bahwa ini adalah tanda-tanda orang hamil.
Memang semenjak Liza meninggal Derly kini tidak pernah meminum pil KB lagi.
Setelah memeriksa Derly, dokter pun berpamitan.
"Kita ke dokter kandungan, yuk!" ajak Zaiden.
"Nanti sore saja, sekalian jalan-jalan sore ya," ucap Derly.
Zaiden hanya menyetujui perkataan Derly. Zaiden memutuskan untuk mengambil libur hari ini dan beberapa hari kedepan.
Hari kini semakin siang, sudah hampir waktunya makan siang.
Derly hendak beranjak dari duduknya dan hendak pergi ke dapur.
"Mau ke mana?" tanya Zaiden.
"Ini sudah waktunya makan siang. Aku mau masak," ucap Derly.
"Kamu jangan capek-capek. Kita pesan makanan saja," ucap Zaiden.
"Tapi aku pengen makanan rumah, Mas. Bukan makanan restoran," ucap Derly.
"Ya sudah. Yang masak Mas saja. Kamu mau makan apa?" tanya Derly.
"Aku mau nasi goreng yang pedas," ucap Derly.
"Kamu kan lagi hamil. Jadi, gak boleh makan yang pedas-pedas," ucap Zaiden.
"Aku mau nya nasi goreng yang pedas, Mas," ucap Derly merajuk.
__ADS_1