
"Kita ke Mall bukan untuk belanja kok," canda Zaiden
"Terus ke Mall mau ngapain kalo gak belanja?" tanya Derly sambil memanyunkan bibirnya.
"Kita lihat-lihat aja. Hahahaha." ucap Zaiden sambil ketawa.
"Ih, nyebelin banget sih kamu!" ucap Derly.
"Kita itu ke Mall mau beli … beli apa ya?" ucap Zaiden bingung.
"Tuh kan ke Mall aja lupa mau beli apa. Kalo aku mau beli tas, sepatu, baju, dan sejenisnya deh," ucap Derly sambil tersenyum.
"Aku mau beli cincin, dan sebagainya. Buat mas kawin kalau kita menikah nanti, kan tinggal beberapa hari lagi," ucap Zaiden.
"Oh iya ya, aku lupa." ucap Derly sambil cengengesan.
Mereka pun sampai Mall, mereka menuju toko perhiasan dan memilih cincin pernikahan yang cantik dan manis.
"Kamu mau yang mana?" tanya Zaiden.
"Mmm, aku pilih yang ini aja deh. Kayaknya kelihatan lebih simpel," ucap Derly sambil memperlihatkan cincin yang dipilihnya.
"Boleh, terus mau yang mana lagi gelang? Kalung?" tanya Zaiden.
"Mmm, kayaknya nggak deh. Udah cukup cincin aja, soalnya emas aku dirumah udah banyak," ucap Derly sambil tersenyum.
"Yuk kita pulang kalo udah!" ajak Zaiden.
"Nanti!" cegah Derly.
"Ada apa lagi?" tanya Zaiden.
"Jangan pulang dulu ya," ucap Derly.
"Terus kalo gak pulang mau kemana lagi?" tanya Zaiden.
"Aku mau ke taman sebentar boleh ya," ucap Derly.
"Mmmm, boleh deh. Ayo kita ke taman!" ucap Zaiden mengiyakan keinginan Derly.
Kemudian mereka menuju taman terdekat, yang tak jauh dari Mall. Mereka duduk di kursi yang kebetulan masih kosong.
"Kamu mau ice cream?" tanya Zaiden. Derly hanya mengangguk mengiyakan tawaran Zaiden.
Hari sudah semakin sore Zaiden menghantarkan Derly pulang.
"Mampir dulu, Mas." Ucap Derly.
"Lain kali aja ya, soalnya ini udah mulai senja," ucap Zaiden.
"Iya deh, hati-hati ya, Mas," ucap Derly.
"Iya." Ucap Zaiden singkat.
"Masuk gih, aku mau pulang," lanjut Zaiden.
"Iya." Jawab Derly singkat. Kemudian beranjak memasuki rumahnya.
Zaiden mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Kini tinggal 3 hari lagi pernikahan Derly dan Zaiden. Derly merenungkan diri, sebab dulu dia pernah berkata dalam hatinya. 'Aku sudah gak mau pacaran lagi, jika nanti ada yang mencintaiku maka nikahkanlah aku segera.'
Ternyata apa yang direnungkannya terkabulkan.
'Apa ini yang terbaik untuk kedepannya?' batin Derly.
Derly mengingat sahabatnya, dia merindukan seorang sahabat yang selalu ada setiap waktu.
'Marty kamu dimana, apa kabar?' batin Dely lagi.
Ponsel Derly pun berdering, Derly langsung mengambil ponselnya dan menjawab panggilan tersebut.
*panggilan on*
"Halo ini siapa?" (Derly).
"Kamu lupa sama aku ya Ly?" (orang itu).
__ADS_1
'Ini nomor baru' batin Derly.
"Emang ini siapa?" (Derly).
"Ini sahabat kamu," (orang itu).
"Marty?" (Derly).
Ya, ternyata marty lah yang menelpon Derly.
"Iya ini aku Marty," (Marty).
"Kamu apa kabar Marty?" (Derly).
"Aku baik, kamu apa kabar Ly?" (Marty).
"Alhamdulillah aku baik. Kamu pindah kemana Mar?" (Derly).
"Aku pindah ke pedesaan," (Marty).
"Disini gak ada sinyal jadinya aku jarang telepon kamu" (lanjut Marty).
"Oh iya Mar, aku mau nikah," (Derly).
"Serius!?" (Marty).
"Iya aku serius. Makanya kamu datang ya!" (Derly).
"Iya oke aku pasti datang sebelum hari H nya, emang kapan kamu nikahnya?" (Marty).
"Tiga hari lagi" (Derly).
"Oke aku nanti besok kerumah kamu ya," (Marty).
"Tinggal disini ya," (Derly).
"Maaf Ly, aku gak bisa. Aku udah nyaman disini. Aku nginep aja ya beberapa hari, gimana?" (Mary).
"Iya." (Derly).
"Udah dulu ya Ly," (Marty).
"Iya jadi. Udah dulu ya." (Marty).
*panggilan off*
Disisi lain yaitu Marty.
'Aku harus berkemas dari sekarang' batin Marty.
Marty berkemas membawa barang-barang yang menurut dia penting.
Pagi harinya Marty langsung memesan taksi online.
Disisi lain yaitu Derly.
Derly dan Derla berkumpul di ruang keluarga. Mengobrolkan tentang konsep pernikahan yang akan dilaksanakan.
"Kamu mau konsep pernikahannya apa Sayang?" tanya Derla.
"Mmmm, Derly bingung Mom," ucap Derly sambil berpikir.
"Gimana kalau konsepnya jawa?" saran Derla.
"Boleh Mom," ucap Derly.
"Oke, jadi konsep pernikahan kamu jawa," ucap Derly.
"Oke Mom." Jawab Derly.
Suara ketukan pintu terdengar
Tok… tok… tok.
Derly kemudian beranjak membukakan pintu rumahnya.
"Marty!" ucap Derly sambil memeluk sahabatnya.
__ADS_1
"Derly!" ucal Marty sambil membalas pelukan sahabatnya.
"Ayo masuk Mar," ucap Derly sambil mempersilahkan Marty masuk.
Derly kemudian membantu membawakan koper Marty. Derly menghantar Marty ke kamar tamu. Derly dan Marty menjumpai Derla yang sedang berada di ruang keluarga.
"Hai, Tante apa kabar?" sapa Marty.
"Hai, kabar tante baik. Kamu apa kabar?" jawab Derla dan bertanya balik
"Aku baik, Tan," jawab Marty.
Mereka mengobrol sampai sore. Bercanda gurau dan bercerita melepas rindu.
Malam hari.
Marty masih penasaran kenapa tiba-tiba Derly akan menikah secepat ini. Marty mengetuk pintu Derly.
Tok … tok ... tok.
Derly kemudian membukakan pintu dan mempersilahkan Marty masuk.
"Ly, cerita dong, kenapa kamu tiba-tiba akan melaksanakan pernikahan?" tanya Marty.
"Kan aku pindah kurang lebih sebulan," lanjut Marty.
"Iya waktu kamu nggak lama pindah dari rumah ini, Daddy menjodohkan aku," ucal Derly.
"Jadi kamu dijodohkan?" tanya Marty. Derly hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Terus kamu mau?" tanya Marty.
"Iya aku mau, kayaknya dia memang jodoh terbaik buat aku," jawab Derly.
"Kok kamu mikirnya dia jodoh terbaik kamu sih?" tanya Marty.
Derly menceritakan waktu pertama patah hati dan menceritakan dirinya berkata didalam hati, Derly pun tak menyangka bahwa batinnya kini menjadi benar dan kenyataan.
Malam semakin larut Marty sudah memasuki kamarnya untuk tidur, begitu juga dengan Derly.
Pagi harinya. Derly merasa sedih karena dirinya kini akan segera menikah dan mengubah statusnya yang dulu masih anak orang tua, sebentar lagi akan menjadi istri dari suaminya.
Marty menuju kamar Derly dan mengetuk pintu kamar tersebut.
Tok … tok … tok.
Derly langsung membukakan pintu itu.
"Ayo kita sarapan Ly!" ajak Marty.
"Ayo!" ucap Derly.
Kemudian mereka berjalan menuju meja makan.
"Pagi Mom, Dad," sapa Derly.
"Pagi Om, Tan" sapa Marty.
"Pagi juga," sapa mereka berdua bersamaan.
Mereka memakan sarapannya dengan santai dan tanpa sepatah kata pun. Setelah sarapan Derla membereskan piring dan gelas yang kotor dan mencucinya. Setelah mencuci piring Derla menuju mereka yang sedang asik bercanda gurau.
"Daddy gak ke kantor?" tanya Derla.
"Nggak Mom," jawab Putra.
"Hari ini Daddy libur." sambung Putra.
"Tumben Daddy libur?" tanya Derly.
"Kan nanti besok ada acara pernikahan kamu," ucap Putra.
"Oh gitu ya," ucap Derly.
"Iya jadi Daddy mau cuti 3 hari. Sebelum pernikahan kamu, waktu pernikahan kamu, dan sehari setelah pernikahan kamu," ucap Putra.
"Aku mau usulkan sesuatu, boleh gak?" tanya Marty.
__ADS_1
.......................................................................
Hai semuanya. Terimakasih sudah mampir ya😊, penasaran gak sama cerita selanjutnya. Kira-kira Marty ngusulin apa sih?. Jangan lupa tinggalkan jejak ya😊.