
Hari kini semakin malam, Derly dan Zaiden akhirnya kembali ke kamar.
Pagi harinya Derly sudah bersiap-siap untuk pulang setelah sarapan bersama mertuanya. Setelah sarapan Derly pamit kepada kedua mertuanya, dan Zira.
"Mah, Pah, kami pamit pulang dulu ya," ucap Derly.
"Aunty mau pulang kemana?" tanya Zira.
"Aunty mau pulang ke rumah mommy Aunty," ucap Derly.
"Aunty jangan pulang, nanti Zira mainnya sama siapa kalo gak ada Aunty?" tanya Zira.
"Kalo Zira mau ke rumah Aunty, Zira boleh kok kesana," ucap Derly.
"Atau kalo kakak sama Aunty udah pindah Zira boleh kok tidur bareng Aunty ke rumah baru Kakak sama Aunty," ucap Zaiden.
"Aunty sama Kakak mau pindah rumah?" tanya Zira polos.
"Iya nanti Aunty pindah ke rumah baru Aunty." ucap Derly sambil tersenyum ke arah Zira.
"Beneran Zira boleh tidur bareng Aunty, kalo Aunty udah pindah?" tanya Zira.
Zaiden dan Derly pun hanya tersenyum melihat Zira sudah kembali senang. Zaiden dan Derly berpamitan kepada Abi dan Umi.
"Kami pamit pulang dulu ya Pah, Mah," ucap Zaiden.
"Iya, kalian hati-hati ya dijalan," ucap Zaqi.
"Zira Sayang, aunty pulang dulu ya," ucap Derly.
"Aunty… jangan pulang, Aunty tinggal disini aja ya." ucap Zira sambil meneteskan air matanya.
"Sini Aunty peluk dulu, Zira boleh kok ketemu sama Aunty di rumah mommy Aunty." ucap Derly sambil memeluk Zira.
"Rumah mommy aunty jauh, Zira takut mommy Aunty galak," ucap Zira dengan polosnya.
"Mommy Aunty baik kok, Zira jangan takut. Nanti kalo Zira kapan-kapan tinggal dirumah mommy Aunty, Aunty yang bilang ke mommy Aunty ya." ucap Derly menenangkan Zira.
"Ayo kita berangkat!" ucap Zaiden.
"Kakak, Aunty, hati-hati dijalan ya," ucap Zira.
Derly hanya tersenyum, mereka pun berpamitan. Zira sebenarnya tak ingin Derly pergi dari rumahnya.
"Dah, semua." salam Zaiden dan Derly bersamaan.
"Dah, hati-hati di jalan." ucap Zora, Zaqi dan Zira bersamaan.
Zira melambaikan tangan, Derly dan Zaiden pun melambaikan tangan.
Zaiden mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Derly kini hanya menghadapkan wajahnya ke arah kaca mobil.
Akhirnya mereka pun sampai di depan rumah orang tua Derly. Zaiden menurunkan barang-barang dan Derly membawakan barang-barang yang menurutnya ringan. Derly mengetuk pintu rumah.
Tok…. tok…. tok.
Suara ketukan pintu. Dan seseorang pun membukakan pintu rumah tersebut.
"Mah, kami pulang," ucap Derly.
"Iya, sebenyar," ucap Derla.
__ADS_1
Iya Derla lah yang membukakan pintu rumah tersebut, karena Derla sudah kangen dengan anak semata wayangnya.
"Mommy." ucap Derly sambil memeluk ibunya.
Derla membalas pelukan anaknya. Derla mempersilahkan Derly dan Zaiden untuk segera masuk dan beristirahat. Zaiden langsung masuk ke kamar, sedangkan Derly masih bersama orang tuanya di ruang keluarga sambil menonton tv.
Derly menceritakan bahwa adiknya Zaiden menangis mendengar ia akan pulang ke rumah Mommynya.
Hari semakin siang, Derly dan Derla pun mulai memasak untuk makan siang hari ini. Mereka memasak beberapa menu yang menurutnya enak dan gampang. Setelah makanan mereka sudah siap untuk dihidangkan Derly menemui suaminya yang berada di dalam kamar.
"Mas ayo makan siang dulu!" ajak Derly.
"Kamu udah masak?" tanya Zaiden
"Kalo belum ngapain aku nyuruh Mas makan siang," ucap Derly.
"Iya, ayo!" ucap Zaiden sambil merangkul istrinya.
Mereka pun berjalan bersama menuju meja makan. Derla, Derly dan Zaiden pun langsung memakan makan siang mereka tanpa sepatah suara pun. Setelah makan siang Derly membereskan piring kotor dan mencucinya.
Setelah semuanya selesai Derly pun bergegas menuju kamarnya, setelah sampai kamar Derly langsung duduk di samping suaminya yang sedang terfokus pada layar laptopnya.
"Mas sibuk ya?" tanya Derly.
"Mas gak terlalu sibuk kok," ucap Zaiden.
"Emang rumah baru kita dimana mas?" tanya Derly.
"Rumah baru kita gak jauh dari rumah mommy sama rumah mamah," ucap Zaiden
"Berarti kita ada ditengah-tengah mereka?" tanya Derly. Zaiden hanya mengangguk.
"Kamu maunya kapan?" Zaiden bertanya balik.
"Aku maunya segera, supaya Mas nepatin janji," ucap Derly.
"Janji? janji yang mana?" tanya Zaiden.
"Janji yang kemarin," ucap Derly.
"Iya yang mana? Mas lupa," ucap Zaiden.
"Itu loh mas, yang mas janjiin mau ke rumah baru Marty. Masa gitu aja lupa." ucap Derly sambil memanyunkan bibirnya.
"Oh yang itu, hehe, mas hampir lupa." ucap Zaiden sambil cengengesan.
"Belum tua udah pelupa," cibir Derly.
"Mas denger lho," ucap Zaiden.
"Ya maaf, Mas kan masih muda jadi jangan pelupa. Nanti dikira udah tua," ucap Derly.
"Iya-iya, sekali-kali lupa mah gak apa-apa kan," ucap Zaiden.
"Mas kita jalan-jalan sore yuk," ajak Derly.
"Kemana?" tanya Zaiden.
"Kemana aja, yang penting kita keluar rumah. Aku suntuk tau Mas, dirumah aja," ucap Derly.
"Yaudah mas beresin ini dulu ya." ucap Zaiden sambil menutup laptopnya dan membereskan berkas-berkasnya.
__ADS_1
"Yaudah aku tunggu diluar ya Mas." ucap Derly sambil berjalan meninggalkan suaminya.
Setelah Zaiden selesai merapikan semua berkasnya, Zaiden langsung menemui Derly yang berada diluar rumah.
"Ayo, katanya mau jalan-jalan," ucap Zaiden.
"Ayo," ucap Derly.
"Kamu mau naik motor atau mobil?" tanya Zaiden.
"Naik mobil, walaupun naik motor juga nggak ada motornya," ucap Derly.
"Iya juga sih," ucap Zaiden
Zaiden dan Dirly pun langsung masuk ke dalam mobil milik Derly. Zaiden mulai melajukan mobil dengan kecepatan rendah.
"Ini mau kemana?" tanya Zaiden.
"Kita mau ke taman bunga," ucap Derly.
"Taman bunga yang mana?" tanya Zaiden
"Taman bunga yang ada di kota B," jawab Derly.
"Kamu bawa kamera?" tanya Zaiden.
"Ya bawa dong, kita kan mau ketaman bunga," ucap Derly.
Tak lama mereka sampai di taman bunga kota B, Zaiden memesan tiket untuk ia dan istrinya. Sedangkan Derly menunggu didepan pintu masuk taman tersebut. Setelah Zaiden membeli tiket masuk, Zaiden langsung menuju istrinya yang sedang menunggu.
"Ayo kita masuk," ucap Zaiden. Derly hanya mengangguk.
Mereka masuk berdampingan. Derly takjub dengan taman bunga di kota B tersebut.
"Mas ini bagus banget, semuanya indah dan rapih," ucap Derly.
"Iya ini sangat bagus," ucap Zaiden.
Derly kemudian memotret taman bunga tersebut. Begitu tersusun rapi dan indah. Derly memotret begitu banyak di kameranya.
"Semua yang aku foto bagus ya mas," ucap Derly.
foto diatas dari google hehehe
.......................................................................
Kalo kalian mau tahu taman bunga itu dimana, author kasih tahu ya.
Taman bunga ini namanya Taman Bunga Begonia, letaknya di Lembang Kota bandung. Author pernah kesana, ternyata benar indah dan tersusun rapi.
Kalo kalian berada di kota Bandung jangan lupa singgah kesana ya teman-teman😊. Ini aku foto langsung dari kameraku.
Jangan lupa tinggalkan jejak😊
__ADS_1