Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 29


__ADS_3

Karena Zaiden tahu, pasti di kampung halaman Marty tinggal pasti gak ada sinyal. Buktinya Zaiden gak pernah liat istrinya menelpon sahabatnya. Tapi Zaiden tak tahu dimana alamat Marty.


Zaiden memikirkan berbagi cara untuk membuat Derly tak mendiamkan dirinya.


Zaiden mendapatkan ide. Ia akan datang di pesta rekan bisnisnya bersama Derly. Karena ia tahu pasti istrinya membutuhkan refreshing.


"Nanti lusa kamu mau ikut gak?" tanya Zaiden.


"Kemana?" tanya Derly dengan cueknya.


"Pesta," ucap Zaiden singkat.


"Dimana?" tanya Derly. Ia mulai tertarik.


Memang sudah lama Derly tak mengikuti pesta setelah menikah. Derly seperti seorang ratu yang berdiam diri di rumah.


"Di hotel A," jawab Zaiden.


"Hotel yang mewah itu?" tanya Derly. Zaiden hanya mengangguk tanda bahwa ia mengiyakan ucapan istrinya.


Hari semakin senja, mereka membersihkan diri masing-masing. Setelah membersihkan diri, mereka makan malam.


Hari semakin larut, mata Derly kini mulai terasa berat. Derly berjalan menuju kamar. Sedangkan Zaiden berada di dalam ruang kerjanya.


Sebelum Derly tidur, ia menuju kamar ganti pakaian. Derly mengenakan piyama seksinya. Derly berjalan sempoyongan dengan mata yang sudah terasa berat.


Karena hari sudah semakin larut, Zaiden menuju kamarnya. Zaiden melihat istrinya yang sudah terbawa ke alam mimpi dengan menggunakan piyama seksi. Dengan perlahan Zaiden mendekat dan merebahkan tubuhnya. Ia mendekatkan bibirnya dan bibir Derly. Zaiden mencium dan sedikit ******* bibir istrinya.


Derly merasa bibirnya di bungkam dengan bibir suaminya, ia pun membukakan matanya.


"Mas, aku udah ngantuk banget, lain kali saja ya. Mata ku sudah berat saranya ngantuk banget," ucap Derly yang membuka matanya sejenak.


"Tapi Mas pengennya hari ini," ucap Zaiden.


Zaiden tak menggubris ucapan Derly. Ia terus mencium dan *******, tangannya pun tak tinggal diam. Derly mendessah pelan.


"Yang, Mas maunya hari ini, mau ya. Kalo kamu nolak nanti dosa loh," ucap Zaiden.


"Aku mau tidur Mas. Kan kemarin malam sama tadi pagi udah, sekarang aku ngantuk banget. Biarin aku tidur ya, Mas." ucap Derly dengan nada yang masih mengantuk.


"Mas mau cepet punya anak, kamu gak mau punya anak emang?" tanya Zaiden.


"Aku pengen kok, tapi hari ini aku ngantuk ba..,"


Ucapan Derly terpotong, Zaiden langsung menutup mulut Derly dengan mulutnya.


"Hmmmp," Derly terus memberontak.


Derly kesal dengan suaminya, ia sudah mengantuk tapi suaminya terus menuntut haknya.

__ADS_1


Zaiden langsung membuka piyama Derly dan langsung membuat jejak di leher jenjang Derly. Derly hanya bisa diam dan mendessah akibat ulah suaminya. Dan mereka pun melakukan hak suami istri.


Pagi harinya….


Zaiden bangun lebih awal dari Derly. Zaiden langsung menuju kamar mandi untuk menuju kamar mandi untuk bersiap-siap menuju kamar mandi.


Setelah Zaiden mandi dan mengenakan jas kerjanya, ia menghampiri Derly.


"Yang, bangun. Ini udah pagi," ucap Zaiden membangunkan Derly.


"Hmmmm. Aku masih ngantuk, Mas," ucap Derly yang masih memejamkan matanya.


"Ini udah pagi, Mas mau ke kantor," ucap Zaiden.


"Yaudah, Mas berangkat saja sana. Aku mau lanjut tidur, mata ini masih ngantuk banget Mas," ucap Zaiden.


"Ya sudah, kamu tidur yang nyenyak ya. Mas berangkat dulu," ucap Zaiden.


Tapi tak ada respob dari Derly. Zaiden pun melangkah meinggalkan Derly yang masih tertidur pulas.


Zaiden berpesan kepada para art untuk menjaga Derly dengan baik. Para art hanya mengangguk bahwa mereka mengerti ucapan majikannya itu.


Zaiden menuju garasi mobil dan melaju dengan kecepatan normal. Setelah sampai kantor, Zaiden langsung membuka laptopnya. Kiana seperti biasa menawarkan secangkir kopi untuk Zaiden.


Kiana selalu berfikir bagaimana cara untuk memisahkan Zaiden dan Derly.


Zaiden dan Derly kini semakin harmonis walau Zaiden akhir-akhir ini sibuk dengan pekerjaannya.


Hari semakin siang, Derly menyuruh art untuk memasak makanan kesukaan suaminya.


Setelah makanan siap, Derly langsung mengambil kotak nasi dan menaruh beberapa centong nasi, dan lauk pauk yang lezat kesukaan Zaiden.


"Kalian silahkan makan siang, saya mau keluar sebentar," ucap Derly. Para art hanya mengangguk.


Derly berjalan menuju garasi mobilnya.


Memang sudah sekian lama Derly tak mengendarai mobilnya lagi. Karena setiap ia pergi keluar selalu bersama Zaiden dan menggunakan mobil Zaiden.


Setelah sampai kantor Zaiden, Derly menuju ruangan suaminya.


"Hai, Mas," sapa Derly.


"Hai, tumben kesini?" tanya Zaiden.


"Nih aku bawain makan siang buat kamu," ucap Derly


Derly menuju sofa yang berada di ruangan suaminya dan menyiapkan makan siang.


Zaiden menutup laptopnya dan duduk di samping istrinya.

__ADS_1


Kiana geram dengan keharmonisan mereka, sudah beberapa kali Kiana merencanakan hal yang membuat mereka berpisah, tapi masih tetap mereka masih harmonis setiap saat.


Zaiden dan Derly memakan makan siangnya bersama di kantor Zaiden. Setelah makan siang, Derly membereskan sisanya. Zaiden hendak bangun dari duduknya, tapi Derly langsung mencegahnya.


"Disini aja Mas, kamu ngerjain pekerjaan kantornya disini duduknya," ucap Derly dengan manjanya.


"Iya. Mas mau ambil laptop dulu," ucap Zaiden.


Zaiden berjalan menuju meja kerjanya dan mengambil beberapa berkas yang harus ia urus dan laptop kerjanya.


Setelah mengambil berkas dan laptop Zaiden duduk disamping Derly. Zaiden langsung membuka kembali laptopnya.


"Mas, tolong suruh karyawan kamu buat anterin mobil aku ke rumah ya," pinta Derly.


"Emang kamu bawa mobil?" tanya Zaiden. Derly hanya mengangguk.


Zaiden langsung menelpon salah satu karyawannya untuk membawa mobil Derly pulang.


Zaiden kembali terfokus pada laptopnya. Derly menyandarkan kepalanya di bahu sang suami. Begitu wangi rambut Derly hingga Zaiden sesekali mencium puncak kepala istrinya.


Hingga tak sadar, Derly sudah terlelap di bahu sang suami. Zaiden langsung menggendong Derly ke kamar tempat istirahat Zaiden ketika ia lelah.


Begitu menggoda sekali wangi tubuh Derly, hingga Zaiden terus mencium leher Derly dan meninggalkan jejaknya. Sedangkan Derly hanya tertidur pulas tanpa respon.


Setelah puas bermain dengan istrinya, Zaiden kembali mengerjakan pekerjaannya.


Hari semakin larut. Derly tebangun, ia langsung menuju kamar mandi. Derly melihat ada beberapa bekas ciuman ulah suaminya.


"AAAAAA!" teriak Derly.


Zaiden yang mendengar teriakan Derly, ia langsung menuju istrinya.


"Ada apa?" tanya Zaiden.


Derly melihat suaminya dengan mata yang sinis, ia merasa jengkel dengan kelakuan suaminya. 


"Ini apa, Mas!" ucap Derly sambil memperlihatkan leher jenjangnya.


Zaiden hanya tersenyum dan mendekatkan dirinya ke arah istrinya.


"Mas gak sengaja, habis kamu harum banget. Jadi Mas khilaf deh, hehehe," ucap Zaiden.


"Iih, kamu tuh nyebelin banget sih. Aku malu tau keluarnya, lihat nih, banyak banget tandanya," ucap Derly sambil memperlihatkan bekas ciuman Zaiden.


.......................................................................


Ok cukup sampai sini, maaf kalo berlebihan🙏.


Makasih yang sudah mau mendukung ku sampai sini😍.

__ADS_1


__ADS_2