Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 17


__ADS_3

Hari sudah hampir maghrib, mereka memutuskan sholat di masjid terdekat, setelah sholat mereka memutuskan untuk makan malam disebuah restoran yang tak jauh dari taman bunga tersebut.


Setelah makan malam mereka memutuskan untuk menginap di penginapan karena hari sudah semakin larut. 


Mereka memesan tempat yang nyaman dan aman, di sebuah penginapan yang masih berada di kota B.


^_^  ^_^ ^_^ ^_^ ^_^


"Mom, katanya Derly pulang?" tanya Putra.


"Iya Derly pulang tapi entah sekarang dimana," ucap Derla.


"Memang mereka nggak ngasih tahu apa-apa gitu?" tanya Putra.


"Tadi habis makan siang sih Mommy lihat mereka pergi," ucap Derla.


"Mommy coba telepon mereka," ucap Putra.


Derla pun mengambil ponselnya dan mencari nomor putrinya. Setelah ketemu Derla langsung menekan tombol panggilan.


*Panggilan on*


"Assalamualaikum," (Derly)


"Waalaikumsalam, kalian dimana?" (Derla)


"Maaf Mom, kami lupa ngabarin Mommy. Kami sedang berada di kota B," (Derly)


"Kalian baik-baik saja kan?" (Derla)


"Iya Mom kami baik-baik saja," (Derly)


"Terus kalian tidur dimana?" (Derla)


"Kami tidur di penginapan Mom," (Derly)


"Yaudah kalian hati-hati ya," (Derla)


"Iya Mom, udah dulu ya Mom. Derly cape, udah ngantuk," (Derly)


"Iya." (Derla)


*Panggilan off*


"Gimana Mom?" tanya Putra.


"Mereka lagi di kota B," ucap Derla.


^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^


"Siapa yang telepon?" tanya Zaiden.


"Mommy,"ucap Derly.


"Yaudah mas, yuk tidur. Aku udah cape," ucap Derly.


Lalu mereka pun tertidur. Pagi harinya mereka sarapan yang sudah disiapkan oleh pelayan di penginapan tersebut, setelah mereka sarapan Derly berpikir mereka setelah ini akan kemana. Derly mempunyai ide, ia mengusulkan akan mengunjungi Museum Geologi.


"Mas, mumpung kita masih disini mending kita pergi ke dua tempat yuk," ajak Derly.


"Emang kita mau kemana lagi?" tanya Zaiden.


"Aku mau ke tempat Museum Geologi sama Observatorium Bosscha," ucap Derly.

__ADS_1


"Oh tempat itu ya, iya mas tahu tempat itu," ucap Zaiden.


"Yuk mas kita kesana," ucap Derly.


"Iya kita nanti kesana, tapi agak siangan ya," ucap Zaiden.


"Sekarang aja mas kita ke tempat Museum Geologi dulu. Nanti kalo agak siangan kita gak bisa pulang lagi," ucap Derly.


"Sudah buka kah pagi-pagi gini?" tanya Zaiden.


"Museum Geologi jam segini sudah buka mas, karena banyak anak sekolah yang mengunjungi tempat itu," ucap Derly.


"Iya iya ayo berangkat," ucap Zaiden.


Mereka pun mulai melajukan mobilnya menuju Museum Geologi. Tak menunggu waktu lama mereka pun sudah sampai. Begitu tingginya gedung tersebut, waktu pertama masuk yang mereka lihat adalah fosil binatang.


Mereka menyusuri satu-satu lantai tersebut, lantai demi lantai mereka kunjungi. Mereka hanya menemukan fosil batu-batu jaman dulu. Yang begitu aneh dan unik.


Derly mengambil beberapa foto fosil batu dan fosil binatang tersebut. Gedungnya pun Derly foto.


(Foto ada di akhir bab ini ya😊)


Derly begitu puas menjelajahi Museum Geologi hingga siang hari. Mereka makan siang di sebuah rumah makan terdekat khas kota B.


Setelah makan siang mereka mulai melajukan mobilnya menuju Observatorium Bosscha. Setelah hampir sampai mereka mulai menaiki jalan menuju Observatorium Bosscha. Memang jalan menuju tempat itu sampai mendaki, disitu banyak juga ojek untuk sampai di tempat tersebut. Tapi Zaiden hanya mau jalan kaki, Zaiden sengaja tidak memperbolehkan Derly untuk naik ojek. Karena menuju tempat itu terlalu lama mendaki Derly kini merasa lelah.


"Mas kaki aku udah cape banget ini, kita naik ojek aja ya," ucap Derly.


"Nggak bisa, ayo semangat katanya mau ke Observatorium Bosscha," ucap Zaiden.


"Tapi mas kaki aku udah gak kuat banget ini, capek rasanya," ucap Derly.


"Ayo semangat," ucap Zaiden.


Zaiden pun tak tega melihat istrinya sudah kecapean, Zaiden menggendong Derly hingga sampai di depan Observatorium Bosscha.


"Turun ya, mas capek," ucap Zaiden. Derly hanya mengangguk.


Akhirnya Zaiden menurunkan Derly. Mereka mulai masuk ke dalam tempat tersebut.


Atap gedung tersebut berbentuk parabola, didalamnya terdapat teleskop besar yang berfungsi untuk melihat bintang-bintang dilangit pada malam hari. Derly dan Zaiden sangat takjub melihat teleskop yang sangat besar itu.


Setelah mereka puas mengelilingi Observatorium Bosscha, mereka memutuskan untuk pulang. Didalam perjalanan Derly terus saja tertidur, memang menguras banyak tenaga mengunjungi Observatorium Bosscha.


"Begitu capeknya kah kamu hingga tertidur pulas?" ucap Zaiden.


Mereka singgah ke tempat oleh-oleh khas kota B, Derly membeli banyak oleh-oleh untuk orang tua dan mertuanya. Derly mengingat Zira, akhirnya Derly membelikan baju untuk Zira.


Setelah mereka membeli oleh-oleh mereka memutuskan untuk segera pulang dan sampai rumah. Masih saja diperjalanan Derly tertidur lagi, tak menunggu waktu lama akhirnya mereka sampai sebelum matahari terbenam.


Zaiden membangunkan Derly. Derly akhirnya bangun, Zaiden mulai menurunkan oleh-oleh yang mereka beli sebelum pulang. Derly membantu membawakan yang ringan.


Derly mengetuk pintu rumah orang tuanya. "Tok… tok… tok" pintu pun terbuka. 


"Assalamualaikum Mom," ucap Derly dan Zaiden bersamaan.


"Waalaikumsalam," ucap Derla.


Mereka pun masuk. Zaiden membawa banyak oleh-oleh yang Derly beli.


Derly dan Zaiden langsung duduk dan bersandar di sofa.


"Kalian kelihatannya capek banget," ucap Derla.

__ADS_1


"Iya Mom Zaiden capek banget, kita habis mengunjungi beberapa tempat di kota B. Tapi pas kita mendaki menuju Observatorium Bosscha Derly gak mau jalan," ucap Zaiden.


"Kok bisa?" tanya Derla melirik Derly.


"Derly nggak kuat Mom naiknya, jadi Derly minta digendong hehe." ucap Derly sambil cengengesan.


"Ya sudah sana  kalian kembali ke kamar terus istirahat yang nyenyak.


mereka pun menuju kamar bersama. Zaiden langsung rebahan di atas kasur.


"Aduh, badan mas pada pegel ini," ucap Zaiden.


"Mas mau aku pijitin?" tanya Derly.


Zaiden hanya mengangguk, Derly mambawakan minyak kayu putih dan memijit suaminya.


"Maaf ya mas, aku nyusahin kamu," ucap Derly.


"Kamu ngomong apa sih, udah sepatutnya mas bahagiain kamu," ucap Zaiden.


"Karena aku juga mas jadi sakit." ucap Derly sambil memijit suaminya.


"Udah sayang mijitnya, mas udah enakan," ucap Zaiden.


"Sini kamu rebahan di samping mas, kamu juga capekkan?" tanya Zaiden.


Derly pun merebahkan tubuhnya di samping Zaiden.


"Kamu juga capek ya?" tanya Zaiden.


"Iya mas badan aku cape semua, gara-gara mendaki," ucap Derly.


*


*


*


Hai semuanya mau lihat foto Museum Geologi gak? nih aku kasih foto gedungnya ya



Ini fosil binatangnya



Dan yang ini fosil batu-batu yang unik dan aneh itu.



Kita lanjut yang yang di Observatorium Bosscha ya


Ini foto gedungnya



Dan yang terakhir adalah foto teleskop yang ada di Observatorium Bosscha




Sekian dari pengetahuan author, semoga kalian suka😊

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😊


__ADS_2