Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 30


__ADS_3

"Oke, nanti kita pulang setelah mereka pulang." ucap Zaiden.


Derly hanya menyetujui perkataan Zaiden. Karena sudah semakin senja, semua karyawan satu persatu sudah mulai meninggalkan kantor. Kini tinggal mereka bertiga. Derly, Zaiden, dan Kiana. Derly dan Zaiden keluar ruangan, mereka melihat Kiana masih berada di meja kerjanya.


"Kiana, kamu belum pulang?" tanya Zaiden


"Belum, Pak," jawab Kiana.


Derly berada di damping Zaiden. Kiana melihat sekilas leher Derly, ia melihat ada beberapa tanda keharmonisan mereka. Sungguh geram sekali, ingin rasanya cepat-cepat memikirkan cara agar mereka berpisah.


"Ya sudah, kamu boleh pulang sekarang," ucap Zaiden.


Kiana langsung mengambil tas dan berpamitan kepada mereka.


Zaiden dan Derly langsung menuju rumah mereka. Hari semakin gelap, mereka makan malam. Setelah makan malam, Derly dan Zaiden kembali ke kamar.


Derly sebenarnya masih kesal atas perilaku suaminya tadi di kantor. Zaiden mendekat ke arahnya. Derly tahu kalau suaminya mendekat pasti akan meminta jatahnya malam ini.


"Malam ini kamu gak dapet jatah!" ucap Derly.


"Kenapa?" tanya Zaiden yang mulai bingung.


"Kan udah tadi di kantor, sampe ada bekasnya pula," ucap Derly.


"Kalo di kantor itu gak sengaja, malam ini boleh ya," ucap Zaiden.


"Hari ini lelah, aku mau tidur." ucap Derly sambil memejamkan matanya.


Zaiden hanya bisa berpasrah akibat ke khilafan dirinya sendiri.


Beberapa minggu kemudian…


Zaiden sudah bersiap-siap berangkat ke kantor, Derly membantu menyiapkan tas dan sepatu kerja Zaiden. Zaiden melihat istrinya agak pucat.


"Kamu sakit?" tanya Zaiden. Derly hanya menggelengkan kepalanya.


"Nggak kok, aku gak sakit," jawab Derly.


Memang, Derly merasa badannya lemas dan tak bertenaga. Tapi, Derly berfikir untuk menutupi semuanya. Ia berfikir mungkin hanya masuk angin biasa.


Zaiden pun melangkah menuju garasi mobil dan berangkat ke kantornya. Setelah melihat suaminya sudah melajukan mobilnya, Derly berjalan menuju taman bunganya.


Derly merasa pusing dan mual-mual, dan tanpa sadar ia pun terjatuh dan pingsan di taman bunga.


Para art langsung menelepon Dokter. Dokter pun memeriksa keadaan Derly. Derly terbangun dan ia melihat di sekitarnya.


"Alhamdulillah anda sudah bangun," ucap Dokter itu.


"Kok saya ada disini?" tanya Derly.


"Kata para art anda pingsan," jawab Dokter itu.

__ADS_1


"Terus bagaimana keadaan saya dokter?" tanya Derly.


"Anda tenang saja. Anda dan janin anda baik-baik saja," ucap Dokter.


"Apa, janin!?" ucap Derly kaget.


"Iya Nona, anda hamil, dan selamat ya," ucap Dokter.


"Iya. Makasih Dok," ucap Derly


"Sama-sama. Kalo begitu saya pulang dulu," ucap Dokter itu. Derly hanya mengangguk.


Sungguh bahagia sekali Derly mendengar kabar bahwa ia sedang mengandung. Deely merencanakan ingin memberitahu kabar bahagia ini di kantor Zaiden.


Derly menelpon suaminya, bahwa ia akan datang jam makan siang. Zaiden hanya menjawab iya.


Karena hari semakin siang, Derly bersiap-siap menuju kantor suaminya.


Disisi lain…


Kiana merencanakan bahwa ia akan berpura-pura sedih. Dengan alasan kedua orang tuanya membenci dan menghujatnya.


Kiana berpura-pura menangis menjadi-jadi sehingga Zaiden merasa iba akan apa yang disampaikan Kiana.


Derly berjalan menuju ruangan Zaiden dengan tenang dan santai. Ketika sampai di depan ruangan Zaiden. Derly melihat suaminya dengan asistennya sedang berduaan, Derly melihat Zaiden sedang menghapus air mata Kiana dengan lembut.


Deg


Sakit? Tentu sakit melihat suaminya berduaan dengan perempuan lain, apa lagi asistennya sendiri. Tanpa terasa air mata Derly menetes, Derly langsung menyangkalnya supaya semuanya terlihat tenang dan tidak ada gosip yang tidak menyenangkan.


Derly menahan tangisannya dan bergegas menuju mobilnya. Setelah sampai di mobil, Derly menangis menjadi-jadi ketika melihat suaminya berduaan dengan wanita lain.


Derly mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal, karena ia sadar bahwa ia sedang mengandung. Setelah sampai rumah, Derly langsung masuk ke dalam kamar dan memasukkan bajunya ke dalam koper.


Setelah memasukkan baju, Derly membawa kamera kesayangannya dan ponselnya. Ia berjalan dengan membawa koper.


"Nyonya, Nyonya mau kemana?" tanya salah satu art.


"Saya mau pergi dari rumah ini, jika tuanmu mencari ku, bilang bahwa kalian tak tahu keberadaanku," ucap Derly sambil terisak.


"Nyonya…,"


Derly langsung bergerak dengan cepat dan mengendarai mobilnya. Derly menuju kampung dimana tempat Marty tinggal.


Setelah sampai rumah Marty, Derly langsung mengetuk pintu rumah tersebut.


Tok…. tok…. tok.


Marty membuka pintu tersebut. Seketika Marty kaget, ternyata Derly yang bertamu di rumahnya. Marty melihat kondisi Derly dan langsung menyuruh Derly masuk.


"Derly, kamu kenapa? Coba cerita," ucap Marty.

__ADS_1


Derly langsung memeluk Marty dan mengatakan "Mas Zaiden ternyata selingkuh dibelakang ku, hiks hiks hiks," ucap Derly sambil terisak.


Marty langsung memeluk dan menenangkan sahabatnya.


"Kamu tenang dulu, mungkin kamu salah paham atas apa yang kamu lihat," ucap Marty.


"Aku sudah dua kali melihat cap bibir di baju Mas Zaiden. Dan sekarang aku melihat mereka sedang bermesraan, hiks hiks hiks," ucap Derly yang masih terisak.


"Kamu yang tenang ya, mungkin apa yang kamu lihat belum tentu apa yang kamu apa yang kamu pikirkan," ucap Marty.


Derly hanya terdiam meratapi nasib kedepannya. Sedangkan Marty menuju dapur dan mengambil segelas air putih untuk Derly.


"Kamu minum dulu, supaya tenang," ucap Marty sambil menyodorkan segelas air putih tersebut.


Derly pun menerima segelas air tersebut dan meminumnya. Tiba-tiba Derly merasa mual.


"Oeek!"


"Oeek!"


Marty langsung menghampiri Derly.


"Kamu kenapa?" tanya Marty.


"Aku lagi mual-mual saja," ucap Derly menutupi kebenarannya.


Tapi Marty mengira bahwa Derly sedang hamil, tapi ia segera menepis pikiran itu.


"Ya sudah, kamu istirahat dulu ya. Kebetulan rumah ini ada dua kamar," ucap Marty.


Derly langsung berjalan menuju kamar yang sudah disiapkan Marty.


Disisi lain…


Zaiden mengelap air mata Kiana. Sebenarnya Kiana juga tahu bahwa Derly akan ke kantor membawakan makan siang untuk Zaiden.


"Loh kenapa Derly belum datang ya? Ini sudah hampir selesai jam makan siangnya," batin Zaiden.


Zaiden menelpon Derly berkali-kali, tapi tak ada jawaban darinya. Melainkan suara operator yang mengatakan bahwa nomor Derly sedang  berada di luar jangkauan.


"Pak, ini makan punya ku saja, kebetulan aku bawa dua bekal makan siang," ucap Kiana sambil menyodorkan satu kotak bekal.


Zaiden hanya menerima dan memakannya dengan cepat, setelah selesai memakannya, Zaiden berterimakasih atas bekal makan siang yang Kiana beri.


Mereka pun kembali bekerja, perasaan Zaiden tak enak. Bagaikan ada sesuatu yang terjadi, entah apa itu.


Hari kini sudah mulai senja, Zaiden pun pulang kerumah. Setelah sampai rumah, Zaiden langsung mencari keberadaan istrinya. Namun, tak kunjung Zaiden temui.


Zaiden bertanya kepada para art tentang keberadaan istrinya.


"Apakah kalian tahu dimana istri ku?" tanya Zaiden pada semua art.

__ADS_1


.......................................................................


Terimakasih sudah mau mampir, jika kalian tak suka. Maka aku harap jangan membacanya. Jika kalian suka tolong kasih like dan komen. Terima kasih🙏


__ADS_2