Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 7


__ADS_3

"Kamu mau ngusulin apa?" tanya Derly penasaran.


"Gimana kalo setelah pernikahan kamu, kita pergi berlibur?" usul Marty.


"Boleh tuh, emang kita mau berlibur kemana?" tanya Putra.


"Mmmm, gimana kita berlibur ke pantai?" usul Derla.


"Boleh juga Mom. Berapa hari kita berlibur?" tanya Derly.


"Kita berlibur sehari saja," ucap Putra.


"Kok cuma sehari sih, gak seru tau Dad," ucap Derly sambil memanyunkan bibirnya.


"Kan Daddy liburnya sehari setelah pernikahan kamu," ucap Putra.


"Iya juga ya, Daddy libur lagi aja," ucap Derla.


"Nggak bisa Mommy, pekerjaan Daddy di pertambangan emas lagi sibuk," ucap Putra.


"Ya udah nggak apa-apa kok," ucap Derly sambil tersenyum.


Hari sudah semakin siang. Derla, Derly, dan Marty bergegas menuju dapur. Mereka memasak banyak makanan dan empat jus buah.


Setelah mereka memasak mereka menyiapkan piring serta gelas.


"Sayang panggilkan Daddy ya, suruh Daddy cepetan kesini, makanannya udah siap," ucap Derla.


"Oke Mom." Ucap Derly.


Derly beranjak menemui Daddynya yang berada di ruang keluarga.


"Daddy ayo kita makan, makanannya udah siap!" ajak Derly.


Mereka berdua kemudian berjalan menuju meja makan, mereka semua makan dengan lahap tanpa mengeluarkan suara apapun. Setelah mereka sarapan, mereka kembali ke kamar masing-masing.


Pagi harinya mereka merayakan upacara pernikahan dengan konsep adat jawa. Dari mulai ijab qobul, membasuh kaki suami, sembah sungkem kepada kedua orang tua dan mertua, hingga foto-foto bersama dengan keluarga dan tamu undangan.


(Maaf ya jika ada kesalahan atau kekurangan acara itu, karena author hanya tau itu saja😊)


Derly dan Zaiden kini sudah menjadi pasangan suami istri yang sah menurut agama dan hukum.


Status Derly kini sudah menjadi istri orang atau bukan tergantung kepada orang tua lagi.


Para tamu undangan kini sedang menikmati hidangan dan berfoto-foto.


Derly tersenyum sepanjang hari hingga giginya kini kering. Derly sebenarnya sudah lelah dengan gaun yang ia kenakan, berat di bagian kepalanya karena banyaknya bunga melati yang menghiasi kepalanya.


"Kamu haus?" tanya Zaiden. Derly hanya ngangguk.


"Ya sudah, tunggu sebentar ya mas ambilkan air buat kamu." ucap Zaiden melangkah menjauhi Derly. Derly hanya mengangguk.


Tak menunggu waktu berapa lama, Zaiden sudah membawakan segelas air dingin untuk menyegarkan kembali tubuh sang istrinya.


"Makasih ya Mas," ucap Derly.


"Iya sama-sama," ucap Zaiden.


Hari sudah semakin malam, para tamu undangan kini sudah mulai meninggalkan pesta pernikahan itu.

__ADS_1


"Zaiden, Derly. Papah sama Mamah pulang dulu ya," pamit mertua Derly.


"Iya Pah, Mah. Hati-hati ya," ucap Zaiden. Derly hanya tersenyum.


"Jaga anakku ya," ucap Zaqi kepada Putra.


"Kamu tenang aja, aku pasti jaga kok," ucap Putra.


"Apa-apaan sih Papah, Zaiden kan udah besar, Pah." Ucap Zaiden. Mereka pun hanya tersenyum.


"Ya sudah kalian cepet gih mandi terus istirahat ya, kan nanti besok kita mau liburan ke pantai," ucap Derla.


"Kalian mau liburan ke pantai?" tanya Zora.


"Iya kita nanti besok mau liburan ke pantai," jawab Derla.


"Pah kita nginep disini satu hari saja ya Pah," ucap Zora kepada Zaqi


"Kenapa Mah?" tanya Zaqi.


"Mamah mau ikut ke pantai boleh ya Pah?" rengek Mamah kepada Papah.


"Iya boleh Mah, tapi satu hari saja ya," ucap Zaqi.


"Makasih Papah," ucap Zora.


"Ayo semuanya istirahat, Derly ajak suami kamu istirahat gih," ucap Derla.


"Iya Mom," ucap Derly.


"Ayo Mas, kita ke kamar!" ajak Derly.


Mereka berpamitan menuju kamar Derly. Derly mengajak suaminya masuk ke dalam kamar yang begitu luas.


"Mas mau mandi?" tanya Derly.


"Kamu aja duluan ya, mas nanti setelah kamu," ucap Zaiden.


Derly pun melepaskan aksesoris yang menempel di bagian kepalanya. Setelah selesai Derly pun beranjak mengambil handuk dan baju tidurnya yang berada di ruang ganti.


Tak menunggu waktu lama, Derly kini sudah mengenakan baju tidur dan rambut yang basah.


'Cantik' satu kata terucap didalam hati Zaiden.


Zaiden tak henti memandang istrinya. Derly yang tahu seakan ada yang memperhatikannya langsung menoleh dan tersenyum.


"Kok bengong aja, Mas?" tanya Derly.


"Kamu begitu cantik," ucap Zaiden.


"Apaan sih," ucap Derly sambil menunduk menahan malu dan menyembunyikan rona merah di pipinya.


"Beneran loh. Mas nggak bohong," lagi-lagi Zaiden menggodanya.


"Ya udah gih kamu mandi, sekarang udah malam, kalo madi kemalanan nanti masuk angin," ucap Derly.


Zaiden kemudian berjalan menuju kamar mandi, mengambil handuk dan baju tidurnya. Tak menunggu waktu lama, Zaiden kini sudah mengenakan baju tidurnya dan berjalan menuju ranjang.


"Sudah tidur rupanya." Ucap Zaiden.

__ADS_1


Derly sudah tertidur dengan lelap, dia merasakan badannya pegal dan lelah. Zaiden kemudian berjalan menuju ranjang dan terlelap sambil memeluk sang istri.


pagi harinya....


Derly terbangun dan membersihkan badannya, setelah mandi Derly mambangunkan suaminya.


"Mas, bangun. Ini sudah pagi." ucap Deely sambil memegang lengan Zaiden dan mengguncang-guncangkannya.


"Hmmmm," sahut Zaiden yang masih tertidur pulas akibat lelah seharian menjadi pengantin.


"Bangun, ini udah pagi," ucap Derly.


Zaiden pun terbangun dan langsung menuju kamar mandi, setelah mandi Zaiden melihat Derly sedang berjalan keluar.


"Mau kemana Yang?" tanya Zaiden.


"Aku mau ke dapur, Mas," ucap Derly.


"Mau ngapain ke dapur?" tanya Zaiden.


"Mau masaklah, masa mau nyuci," jawab Derly kesal.


"Kamu nggak usah masak, kan hari ini kita mau ke pantai," ucap Zaiden mengingatkan Derly.


"Oh iya … aku hampir aja lupa." Ucap Derly sambil menepuk jidatnya. "Ya udah aku mau siapin keperluan dulu," sambung  Derly.


"Sekalian bawa baju ganti," saran Zaiden.


"Buat apa Mas, bawa baju ganti?" ucap Derly.


"Jaga-jaga aja, siapa tau nanti kamu main air terus bajunya basah. Kan siapa tahu kamu mainan air, terus basah deh," ucap Zaiden.


"Ok Mas," jawab Derly.


Derly pun kini menyiapkan perlengkapan untuk berliburnya. Seperti kamera, ponsel, baju, dan cemilan.


Semuanya kini sudah berkumpul di meja makan, semua mengobrol sambil menunggu pengantin baru keluar dari kamarnya. 


"Mas ayo keluar!" ajak Derly dan membawa tas yang berisi keperluannya . Zaiden hanya mengangguk.


Mereka berdampingan menuju meja makan. Marty melihat sahabatnya bahagia Marty pun merasa bahagia.


"Lihat tuh pengantin baru, baru nongol dari tadi ditungguin," ucap Putra.


"Wah iya, serasi banget ya Dad," ucap Derla.


Wajah Derly kini merona menahan malu.


"Ayo cepetan sarapan, terus kita berangkat," ucap Umi.


Mereka memakan sarapan bersama dengan tenang dan tanpa sepatah kata pun yang keluar, setelah mereka sarapan mereka menuju mobil.


'Semoga bahagia selalu sampai maut memisahkan kita ya, Mas,' batin Derly


.......................................................................


Hai semuanya jangan lupa tinggalkan jejak ya. Like, komen, dan vote.


Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan jejak. Semoga kedepannya kalian tambah suka ya sama novel aku.

__ADS_1


Aku menunggu like dari kalian. Semoga suka, dan tunggu kelanjutannya😊


__ADS_2