Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 12


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di rumah. Derla menyambutnya dengan senang hati.


"Akhirnya kalian pulang juga. Mommy kangen banget sama kalian," ucap Derla sambil memeluk anaknya.


"aku juga kangen sama Mommy," ucap Derly sambil membalas pelukan sang ibu.


"Ayo masuk!" ucap Derla sambil mempersilahkan anak dan menantunya untuk masuk kedalam.


"Derly masuk ke kamar duluan ya, Mom." ucap Derly sambil melangkah menuju kamar.


"Derly kenapa?" tanya Derla kepada menantunya.


"Derly kayaknya cape Mom, jadi dia duluan," ucap Zaiden.


Seketika ponsel Zaiden berbunyi, Zaiden pamit untuk mengangkat telepon tersebut.


*Panggilan on*


"Halo," (Zaiden).


"Halo," (Zora).


Ya, yang menelpon Zaiden adalah Zora.


"Ada apa Mah?" (Zaiden).


"Zaiden, kapan kamu nginap di rumah Mamah?" (Zora).


"Nanti ya Mah, Zaiden belum bicara sama Derly. Nanti kalo Derly setuju nginap di rumah Mamah nanti Zaiden kasih kabar," (Zaiden).


"Jangan lama-lama ya," (Zora).


"Iya Umi, udah dulu ya Mi. Zaiden mau ngomong dulu ke Derly," (Zaiden).


"Iya," (Zora).


"Dah Mamah," (Zaiden).


"Dah" (Zora).


*Panggilan off*


Zaiden pun kembali duduk di dekat mertuanya.


"Telepon dari siapa?" tanya Derla.


"Dari Mamah, Mom," jawab Zaiden. Derla hanya mengangguk.


"Ya udah Mom, Zaiden masuk kamar dulu ya," ucap Zaiden. Derla pun hanya kembali mengangguk.


Zaiden melangkah menuju kamar untuk menemui istrinya, Derly hanya duduk di kasur dan memainkan ponselnya.


"Sayang, Mas mau ngomong sesuatu" ucap Zaiden.


"Mau ngomong apa Mas?" tanya Derly, sambil menaruh ponselnya.


"Mamah minta kita menginap disana, kamu mau nggak?" tanya Zaiden.


"Mamah yang minta apa Mas yang minta aku nginap di rumah Mamah?" tanya Derly.


"Mamah yang minta sayang, bukan Mas. Kamu mau nggak?" ucap Zaiden


Derly berpikir sejenak untuk menentukan keputusannya, Derly sadar bahwa dia sudah milik suaminya dan harus menuruti apa kemauan suaminya.


"Iya deh Mas aku mau," ucap Derly.


"Ya udah nanti besok kita ke rumah Mamah sama Papah," ucap Zaiden. Derly hanya mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


Zaiden menelpon mamahnya untuk memberitahu bahwa ia akan kesana besok dan menginap 3 hari. Umi sangat senang akhirnya anak dan menantunya akan menginap di rumahnya, walaupun hanya 3 hari.


Sore hari Derla, Derly, dan Zaiden berkumpul diruang keluarga, Derly bercerita banyak selama ia berada di prancis. Tak menunggu lama suara ketukan pintu terdengar.


Took… tok… tok.


Derly pun membukakan pintunya. Ternyata Putra baru pulang dari kantornya.


Derly mempersilahkan Putra untuk masuk, mereka berkumpul di ruang keluarga.


Hari semakin sore, Derly dan Derla memasak makanan untuk makan malam. Makan pun sudah siap Derly pun memanggil Daddy dan suaminya untuk segera menuju meja makan.


Setelah mereka sarapan Derly dan Zaiden langsung menuju kamar untuk beristirahat.


"Jam berapa kita ke rumah Mamah, Mas?" tanya Derly.


"Pukul setengah sepuluh kita ke rumah Mamah" jawab Zaiden sambil tersenyum.


"Oke, aku mau siapin dulu ya Mas" ucap Derly melangkah untuk menyiapkan baju yang akan ia bawa.


Setelah menyiapkan semuanya Derly kemudian kembali menuju suaminya.


"Apakah semuanya sudah Sayang?" tanya Zaiden.


"Sudah Mas," ucap Derly sambil tersenyum.


"Sekarang ayo kita tidur!" ajak Zaiden, sambil membalas senyuman dari istrinya.


Pagi harinya Derly sudah bersiap-siap, Derly dan Zaiden menuju ruang makan untuk sarapan. Derla heran kenapa anak dan menantunya sudah rapi sepagi ini.


"Kalian mau kemana?" tanya Derla.


"Kami mau ke rumah Mamah," ucap Derly.


"Kalian mau menginap disana?" tanya Putra. Derly hanya mengangguk.


"Ya udah nanti kalian hati-hati ya." ucap Putra.


"Ya udah ayo sarapan dulu!" ucap Derla.


Setelah sarapan Putra berangkat menuju kantornya. Jam mulai menunjukkan pukul sembilan lebih dua puluh lima menit, Zaiden mulai memasukkan barang-barang yang akan ia bawa. Derly berpamitan kepada orang tuanya.


"Mom Zaiden sama Derly pamit dulu ya," ucap Zaiden. Derly hanya tersenyum.


"Iya, kalian hati-hati ya," ucap Derla.


"Dah Mommy," ucap Zaiden dan Derly bersamaan.


"Dah Sayang." ucap Derla.


Zaiden mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setiap di perjalanan Derly selalu memakan cemilannya.


"Sayang, kok kamu selalu bawa cemilan sih kalo di perjalanan?" tanya Zaiden.


"Kalo di perjalanan kadang aku suka bosan, jadi aku selalu bawa cemilan," ucap Derly.


"Terus kalo kamu nyetir sendiri sambil makan cemilan?" tanya Zaiden.


"Ya nggak lah, kalo nyemil sambil nyetir itu nggak baik," ucap Derly.


"Aku kalo mau jalan-jalan ya sama temen, supaya aku bisa nyemil," sambung Derly.


"Oh gitu ya," ucap Zaiden. Derly hanya mengangguk.


Mereka Pun kini sudah sampai didepan rumah Umi. Zaiden turun dari mobil dan menurunkan barang-barangnya. Derly kemudian membantu membawakan barang-barang yang menurut ia tidak berat.


Zaiden kemudian  pintu rumah tersebut.

__ADS_1


Tok… tok… tok.


Zora langsung membuka pntu rumahnya.


"Eh ada menantu Mamah," ucap Umi.


"Mamah ada siapa?" tanya seorang anak dari dalam rumah.


"Sini Sayang, kakak kamu sudah datang," ucap Umi.


Anak tersebut langsung menuju Uminya.


"Kak Aiden...," ucap anak tersebut.


"Hai adik kakak apa kabar?" tanya Zaiden.


Ya, anak itu adalah adiknya Zaiden. Zira namanya.


"baik Kak dia siapa Kak?" tanya Zira.


"Dia aunty Zira, namanya Aunty Derly," ucap Zaiden sambil menggendong adiknya.


"Hai Aunty Derly," sapa Zira.


"Hai juga Zira," ucap Derly sambil tersenyum.


"Ayo masuk!" ucap Mamah mempersilahkan mereka masuk.


Mereka kini sudah duduk di ruang keluarga.


"Aunty Derly cantik banget," ucap Zira.


"Zira juga cantik, sini Sayang duduk sama aunty," ucap Derly dan mengambil Zira dari gendongan Zaiden.


"Aunty," panggil Zira.


"Hemm," sahut Derly.


"Aunty mau gak tidur dengan Zira?" tanya Zira.


"Aunty lagi cape, biarin aunty tidurnya di kamar Kakak dulu ya," ucap Zaiden. Zira yang mendengar itu langsung memanyunkan bibirnya.


"Nanti kapan-kapan aunty tidur di kamar Zira ya," ucap Derly.


"Beneran Aunty?" tanya Zira memastikan.


"Iya Zira cantik, Aunty beneran kok" ucap Derly.


"Makasih Aunty" ucap Zira sambil memeluk Derly.


"Iya sama-sama" ucap Derly membalas pelukan itu.


"Kalian istirahat dulu, sini Zira sama Mamah," ucap Zora.


Kemudian Zira pun turun dari pangkuan Derly dan beranjak duduk dipangkuan mamahnya.


"Ya udah Mah, kita ke kamar dulu ya. Ayo sayang kita ke kamar Mas" ucap Zaiden. Derly pun mengikuti langkah suaminya.


Setelah mereka tiba di kamar Zaiden Derly mematung di depan pintu kamar dan bingung, ternyata kamar Zaiden lebih bagus dan lebih nyaman dari kamar Derly.


"Ayo sayang masuk, kok di depan pintu terus?" tanya Zaiden. Derly pun melangkah lebih masuk kedalam kamar tersebut.


.......................................................................


Hai semuanya, seperti biasa aku menyapa kalian. 


Semoga kalian semakin suka ya sama cerita dariku😊. Jangan lupa tinggalkan like dan komen😊

__ADS_1


__ADS_2