Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 41


__ADS_3

Setelah sarapan Zaiden pun berangkat ke kantor. Kini tinggal Derly dan Zail yang berada di dalam rumah.


"Bunda, kapan Zail bisa sekolah?" tanya Zail.


Karena mereka sedang menonton tv, kebetulan di film tersebut ada beberapa anak sekolah.


"Zail mau sekolah? Nanti kita daftar ya di taman kanak-kanak," ucap Derly.


"Iya. Tapi kapan, Bunda?" Zail terus bertanya.


"Nanti kita tanyakan dulu sama, ayah. Kalau ayah ngizinin Zail sekolah, nanti Bunda daftarin," ucap Derly.


Hari pun kini sudab semakin larut sore. Bel rumah berbunyi.


Ding dong... ding dong... ding dong.


Derly yang sedang memasak mendengar bel rumahnya berbunyi langsung membukakan pintunya.


"Kamu udah pulang, Mas?" tanya Derly.


"Seperti yang kamu lihat sekarang," ucap Zaiden.


Derly pun mempersilahkan Zaiden masuk, pintu pun kembali ditutup. Derly kembali ke dapur untuk melanjutkan masak.


Makanan kini sudah siap, badan Derly kini sudah sangat capek. Derly membersihkan badannya dan memandikan Zail.


Mereka sudah berada di ruang makan untuk makan malam. Setelah makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Ayah, aku mau sekolah. Kapan aku bisa sekolah?" tanya Zail sambil merengek.


"Zail mau sekolah? Sekolah taman kanak-kanak?" tanya Zaiden. Zail hanya mengangguk.


"Dari siang Zail terus merengek minta di sekolahin," ucap Derly.


"Nanti sekolahin aja, dari pada kamu di rumah," ucap Zaiden.


"Siapa yang mau bersih-bersih rumah? Mending cari asisten rumah tangga aja, Mas. Buat bersih-bersih rumah," ucap Derly.


"Kalau aku yang ngurus semuanya bisa-bisa remuk semua badan aku, Mas." ucap Derly sambil memakan cemilan yang ada di meja.

__ADS_1


Zaiden pun berpikir. Memang selama ini urusan rumah sama anaknya selalu Derly yang mengurusnya.


"Boleh. Nanti cari asisten rumah tangga," ucap Zaiden.


karena hari semakin malam, mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing.


Setelah sampai rumah, Derly dan Zaiden membaringkan tubuhnya.


"Mas," panggil Derly.


"Hmm," sahut Zaiden.


Derly pun mendekat ke arah Zaiden dan memeluk tubuh suaminya.


"Mas," Derly memanggil lagi.


"Apa, Sayang?" tanya Zaiden. Zaiden pun membalas pelukan istrinya.


"Kapan kamu cari asisten rumah tangga yang barunya?" tanya Derly.


"Nanti siang kita cari ya," jawab Zaiden.


"Iya, nanti kita yang sudah berumur ya. Mending kita tidur ini sudah larut malam," ucap Zaiden


Mereka pun mulai menutup matanya dan terbawa ke alam mimpi mereka masing-masing.


pagi hari....


Derly masih terlelap, Zaiden terbangun dan langsung duduk. Zaiden melihat jam di dinding. Jam menunjukkan pukul setengah delapan.


Zaiden langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah mandi, Zaiden duduk di samping istrinya yang masih terlelap.


Zaiden membangunkan Derly. Derly pun terbangun.


"Bangun, Sayang. Ini sudah pagi," ucap Zaiden.


Derly pun akhirnya bangun dari tidur pulasnya. Derly langsung berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan Zaiden langsung menemui anaknya.


"Bangun, Sayang. Masa anak Ayah belum bangun sih," ucap Zaiden.

__ADS_1


Zail pun bangun. Zail masih setengah sadar. Zaiden menggemdongnya ke kamar mandi dan memandikan Zail.


Kini mereka duduk di ruang keluarga. Derly hari ini tidak masak.


"Ayah, Bunda. Aku lapar. Ada sarapan nggak?" tanya Zail yang mulai kelaparan.


"Bunda hari ini males masak. Kita sarapan diluar saja ya," ucap Derly.


Mereka berdua pun setuju. Mereka mulai melaju menuju salah satu rumah makan yang sudah buka.


Setelah tiba di rumah makan, mereka memesan makanan kesukaan masing-masing.


Setelah sarapan, mereka menuju tempat para asisten rumah tangga yang belum mendapat majikan.


Semua calon asisten rumah tangga berbaris. Semua keliatan muda dan cantik. Ini yang Derly tidak suka, tidak hanya cantik dan muda. Semuanya terkesan menggoda.


Sumpah, ganteng banget. Semoga aku terpilih. batin Fany, salah satu dari mereka


Karena hanya Fany yang berpenampilan sederhana dari mereka semua.


Derly menarik tangan Zaiden.


"Mas, jangan pilih asisten rumah tangga di sini ya," bisik Derly.


"Kenapa?" tanya Zaiden.


"Di sini masih muda semua, Mas. Kamu inget tadi malam kan? Kita cari yang sudah berumur," ucap Derly.


"Tapi di sini adanya mereka. kalau kita cari di tempat lain akan lebih susah, tempatnya jauh-jauh," ucap Zaiden


..........................................................


Akankah mereka memilih salah satu calon asisten rumah tangga?


Jangan ke mana-mana. Ikuti terus kelanjutannya😊


Hai semuanya, jangan lupa like, komen, dan vote ya😊.


Semoga semakin suka.

__ADS_1


__ADS_2