Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 28


__ADS_3

Pagi hari.


Zaiden sudah siap untuk berangkat ke kantor. Sedangkan Derly sedang mengurusi Zira. 


"Mas berangkat ke kantor ya," pamit Zaiden.


"Iya Mas," jawab Derly singkat.


Zaiden pun berangkat menuju kantor. Derly menghabiskan waktu seharian dengan Zira. 


Disisi Zaiden.


Sejujurnya hasrat Zaiden muncul ketika melihat bentuk tubuh Kiana yang langsing dan sangat menggoda birahinya. Tapi Zaiden tahu bahwa ia memiliki seorang istri.


Sudah beberapa bulan mereka menikah sampai sekarang mereka belum menjalankan kewajiban masing-masing.


Seharian Zaiden terfokus dengan laptop dan berkas-berkasnya yang menumpuk setiap hari di meja kerjanya.


Hingga sore hari, Zaiden pun pulang ke rumah. Seperti biasa, Zaiden mencari keberadaan istrinya. Sedangkan Derly sedang mandi, Zaiden mendengar ada suara keran air dari dalam kamar mandi.


Setelah Derly mandi, kini tinggal Zaiden.


Setelah mereka mandi, merka menuju ruang makan untuk makan malam. Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga. Tiba-tiba ponsel Zaiden berdering, Zaiden langsung mengangkatnya. Ternyata ayah yang menelpon. Ayah mengatakan bahwa ia akan pulang lusa.


Zaiden mengatakan pada adiknya bahwa yang menelpon adalah ayahnya dan Zaiden mengatakan bahwa ayah akan pulang lusa. Begitu senangnya Zira mendengar kabar itu, sampai meloncat kesana kemari.


Karena hari semakin lama, maka mereka kembali ke kamar masing-masing. 


Satu hari pun kini sudah berlalu, kini tibalah saatnya Abi dan Umi pulang ke rumah. Zaiden dan Derly mengantar Zira pulang ke rumah Abi dan Umi. Setelah mengantarkan Zira, mereka pun pulang ke rumah.


Zaiden berpikir nanti malam ia akan membicarakan haknya sebagai suami.


Mumpung gak ada Zira, Zaiden terus bersama Derly. Entah makan, minum, dan lain-lainnya. Derly pun merasa heran, suaminya begitu manja dan selalu menempel.


Hingga kini sudah malam hari. Derly mandi dan setelah mandi, mereka menuju meja makan. Setelah makan Zaiden langsung menggendong Derly masuk ke kamar.


"Mas kamu kenapa sih?" tanya Derly yang mulai heran dengan sikap Suaminya.


"Mas gak kenapa-kenapa kok," jawab Zaiden sambil tersenyum.


Zaiden menaruh perlahan tubuh sang istri di kasur. Zaiden mulai tersenyum nakal.


"Kamu kenapa senyum-senyum, Mas?" Derly yang sedari tadi terheran dengan sikap suaminya.


Zaiden langsung menuju pintu dan menguncinya.


"Kamu kenapa sih Mas? Kok udah di kunci aja pintunya?" tanya Derly lagi.


"Hari ini Mas mau memberi nafkah batin, kamu sudah siapkan?" tanya Zaiden.


Derly kini tersipu malu. Dengan malunya, Derly mengangguk tanda bahwa ia mengiyakan ajakan suaminya.


Zaiden pun mulai mendekati Derly dan menyentuh pipi istrinya dengan lembut. Zaiden mulai mendekatkan bibirnya untuk menyatukan bibirnya dengan bibir sang istri.


Bukan hanya bibir yang menyatu, tangan Zaiden pun mulai menjelajah ke arah sensitif tubuh Derly. Derly mulai merasa ada tangan yang menelusup di bagian tubuhnya.

__ADS_1


Derly mulai mendessah perlahan. Zaiden yang mendengar dessahan sang istri, ternyata dessahan sang istri membuat birahi Zaiden memuncak.


"Mas mulai ya, Yang," ucap Zaiden dengan suara seraknya.


Derly hanya mengangguk dengan malu. Zaiden pun memulai permainan ranjangnya. Dessahan demi dessahan Derly tahan.


Zaiden mulai membuka bajunya dan membukakan baju sang istri. Dessahan pun mulai terdengar perlahan.


"Keluarin aja Yang, jangan di tahan," ucap Zaiden.


"Mas, pelan-pelan ya," ucap Derly.


"Sebut nama Mas ya," ucap Zaiden.


Zaiden pun memulai permainan ranjangnya lagi.


"Tahan ya Yang. Ini sedikit sakit," ucap Zaiden.


Zaiden pun menutupi tubuh mereka dengan selimut. Zaiden terus mencumbu istrinya. Begitu juga dengan tangan Zaiden yang tak tinggal diam. Tangan Zaiden terus mere*** ******** milik Derly.


"Ahhh," dessah Derly sambil menggigit bibirnya.


Zaiden yang melihat Derly menggigit bibirnya sendiri, ia pun langsung menyatukan bibirnya dengan bibir Derly.


"Mmmpph." dessah Derly sambil memegang leher sang suami.


Zaiden terus melakukan beberapa kali. Derly sudah merasa lelah, maka Derly pun tidur tanpa memperdulilan suaminya.


…………………………………………


"Aww," pekik Derly.


"Masih sakit ya?" tanya Zaiden.


Derly hanya menunduk dan mengangguk malu. 


"Mas sih, tadi malam gak mau berhenti," ucap Derly.


"Lagi ya, Yang," ucap Zaiden.


"Lagi apanya?" tanya Derly.


"Lanjutin yang tadi malam," ucap Zaiden sambil tersenyum mesum.


"Gak!" ucap Derly menolak ajakan suaminya.


"Satu kali saja." ucap Zaiden sambil mendekat.


"Gak Mas. Udah ya, kamu harus ke kantor!" ucap Derky dengan tegas.


"Hari ini Mas ambil libur, Mas kan yang punya kantornya," ucap Zaiden.


Zaiden langsung melahap bibir manis Derly. Ingin rasanya Derly menolak, tapi Zaiden sudah mengunci tubuhnya.


"Hhmmmp," Derly mulai memberontak.

__ADS_1


Zaiden tak sedikitpun menggubris istrinya, ia hanya menginginkan lagi dan lagi. 


Karena nafas Derly sudah hampir habis, maka Zaiden pun mulai melepaskan ciumannya dan turun keleher jenjang istrinya.


Tanpa sadar, Derly mengalungkan tangannya di leher Zaiden. Mendekatkan bibirnya untuk lebih dekat dengan lehernya.


"Aahh…, aaahhh. Maash udah ya, aahhh, aku udahh lapar," ucap Derly sambil mendessah dan mengatakan bahwa ia sudah lapar.


Zaiden pun menghentikan kegiatan ranjangnya, Derly langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Setelah mandi Derly menghampiri suaminya.


"Mas ayo kita keluar!" ajak Derly.


"Tunggu ya, Mas mau mandi dulu." ucap Zaiden sambil menuju ke kamar mandi.


Setelah mandi, mereka menuju meja makan. Mereka memakan sarapannya yang hampir telat di jam sarapan.


Setelah sarapan Zaiden dan Derly menonton film di kamar. Mereka menonton film romantis.


Derlybmenyenderkan kepalanya di pundak Zaiden. Zaiden hanya mengelus pelan kepala istrinya dan sesekali mencium puncak kepala Derly.


"Mas kamu kapan bawa aku jalan-jalan lagi?" tanya Derly yang mulai bosan terus di rumah.


"Kamu mau kemana? Mau bulan madu?" tanya Zaiden dengan senyuman yang sungguh begitu manis.


"Gantian terserah Mas, mau liburan dimana," ucap Derly.


"Mmmm, dimana ya kira-kira?" Zaiden mulai berfikir.


"Eh iya, Mas. Katanya mau ke rumah Marty?" tanya Derly.


"Kita suruh Marty tinggal disini saja ya, Mas lagi males keluar," ucap Zaiden.


"Yuh kan, waktu itu kamu yang bilang. Kita ke rumah Marty setelah pindah. Kita udah pindah lama loh Mas, kamu malah gak nepatin janji," ucap Derly sambil melangkah meninggalkan Zaiden.


Namun Zaiden langsung menarik tangan Derly hingga Derly kembali duduk.


"Iya. Iya kita ke rumah Marty. Tapi, jangan lama-lama ya," ucap Zaiden.


"Kenapa? Kok kamu kayaknya gak seneng ya aku ketemu sama sahabat aku sendiri?" tanya Derly.


Zaiden bingung harus ngomong apa, ia berfikir alasan apa yang akan ia katakan.


"Kan diem lagi," ucap Derly yang mulai jengkel.


"Kamu kan nanya kita mau liburan dimana, Mas aja belum jawab. Kerena Mas gak tahu ada waktu berapa lama," ucap Zaiden.


"Mas kan CEOnya, masa nyuruh bawahan gak bisa. Kalo hari ini libur bisa?" ucap Derly dengan kesal.


"Hari ini Mas mau berduaan sama kamu, jadi Mas usahain libur," ucap Zaiden dengan santai.


Derly begitu kesal dengan berbagai alasan yang Zaiden katakan. Saking kesalnya, Derly hanya terdiam.


.......................................................................

__ADS_1


Hai semuanya. Aku kembali, jangan lupa like, komen, dan rate ya😊


__ADS_2