Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 48


__ADS_3

Hari ini adalah keberangkatan Derly dan Zail untuk berpariwisata dengan teman sekolah Zail dan dengan para oarang tua mereka.


Derly dan Zail sudah berada dalam mobil yang akan membawa mereka berpariwisata. Sedangkan Zaiden sudah berada di kantor.


Zaiden akan memantau rumahnya dengan ponsel canggihnya.


Disisi lain.


'Inilah waktu yang tepat untuk beraksi.' batin Fany sambil tersenyum licik.


Fany pun mengambil ponselnya dan menekan nomor kekasihnya.


"Halo," sapa kekasih Fany dari seberang telepon.


"Halo, di sini sudah tidak ada orang... jadi cepatlah kemari," ucap Fany.


"Ok, aku akan segera ke sana. Kamu kemasi barang-barang yang sangat berharga, seperti emas dan kawan-kawannya." ucap kekasih Fany dari seberang telepon dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


Fany langsung berjalan menuju kamar Derly dan membuka lemari. Fany mencari surat-surat berharga serta perhiasan Derly.


Tidak menunggu waktu lama, kekasih Fany pun sampai di rumah besar dan mewah itu. Kekasih Fany membawa teman-temannya dan dua mobil besar untuk mengangkut barang-barang yang bisa mereka bawa.


Mereka mengetuk pintu. Keberadaan rumah besar itu sepi. Tetangga hanya beberapa saja, disekitar rumah Derly selalu sepi. Semua orang selalu berada di dalam rumah, sebab itu Derly sekeluarga tidak pernah berkunjung ke tetangga.


"Cepatan kamu ambil semua surat rumah, perhiasan dan uang yang ada di rumah ini," ucap kekasih Fany.

__ADS_1


"Semuanya sudah aku siapkan dikoper kecil itu." jawab Fany sambil menunjukkan letak koper kecil yang berisi perhiasan, sertifikat rumah, dan uang.


Semua teman kekasih Fany mengangkat televisi, sofa dan lain-lainnya.


Disisi lain.


Zaiden tengah sibuk dengan pekerjaannya, sehingga lupa ia memasang CCTV. Menandatangani berkas-berkas yang harus ditanda tangan.


Ponsel Zaiden berdering, Zaide langsung melihat siapa yang meneleponnya.


Ternyata Derly yang menghubungi Zaiden. Zaiden langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Halo," sapa Derly


"Belum, masih diperjalanan, mas. Kamu sudah pantau CCTVnya?" tanya Derly.


"Astaga, aku lupa." jawab Zaiden sambil menepuk jidatnya.


"Ya sudah, sudab dulu ya. Kamu pantau sekarang, takutnya rumah kita kebobolan," ucap Derly.


"Ok." ucap Zaiden singkat sambil mematikan sambungan teleponnya.


Zaiden langsung membuka rekaman CCTVnya. Ternyata benar rumah sudah kebobolan maling. Fany dan yang lainnya sudah keluar dari rumah besar tersebut.


Zaiden tidak melihat siapa laki-laki yang bersama Fany. Karena laki-laki itu menggunakan topeng. Tapi Zaiden berpikir bahwa segerombolan laki-laki itu adalah komplotan Fany.

__ADS_1


Zaiden langsung menghubungi polisi untuk segera mencari keberadaan Fany dan segerombol laki-laki itu.


Disisi lain.


Fany dan segerombolan laki-laki itu berhenti di hutan yang sangat luas. Mereka berhenti tepatnya di dekat jurang.


Kini Fany heran mengapa kekasihnya beserta kawan-kawannya berhenti di dekat jurang yang sangat curam?.


Dan tiba-tiba Fany diseret keluar mobil. Fany meronta-ronta agar dirinya terbebas dari semuanya.


"Ada apa ini? Lepaskan aku, aku sudah membantu kamu buat ngerampok rumah itu. Tapi... kenapa kamu balas aku kayak gini? Hiks... hiks... hiks." ucap Fany sambil memberontak dan terus meneteskan air matanya.


"Diam! Kalau aku terus membiarkanmu hidup, bisa-bisa aku akan dalam bahaya!" bentak kekasih Fany.


Lalu dia memberi kode agar teman-temannya segera melempar Fany ke dalam jurang yang curam itu.


"AAAA!" teriak Fany saat sudah dilempar.


Fany pun akhirnya menghembuskan nafas terakhir di jurang tersebut.


..........................................................


Jangan lupa like, komen dan tap💖.


Terimakasih😊.

__ADS_1


__ADS_2