Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 8


__ADS_3

"Derly kamu sama suami kamu, Om sama Tante, terus aku sama Tante dan Om," ucap Marty.


"Boleh juga saran kamu Marty," ucap Putra.


"Ya udah ayo kita berangkat!" ucap Derly.


Kemudian mereka mulai memasuki mobil yang sudah berada di halaman rumah. Satu persatu mobil mulai melaju ke tempat yang mereka akan kunjungi.


Derly dan Zaiden pun sudah memasuki mobil dan melaju dengan kecepatan sedang. Derly mulai membuka tasnya untuk mengambil cemilannya.


"Kamu bawa cemilan?" tanya Zaiden.


"Iya aku bawa," ucap Derly.


"Kamu mau, Mas?" sambung Derly menawarkan cemilannya.


"Gimana Mas mau makan, Mas ini lagi nyetir. Gimana kalo kamu yang masukin cemilannya ke mulut Mas?" ucap Zaiden.


"Ya udah, ayo buka mulutnya aaaa...," ucap Derly mulai memasukan cemilannya ke mulut suaminya.


"Aaa....," Zaiden mulai membuka mulutnya.


"Ini enak banget, itu rasa apa sih?" tanya Zaiden.


"Ini rasa BBQ," jawab Derly.


Tak menunggu waktu lama, mereka kini sampai di pantai. Mereka bermain air dan kejar-kejaran.


Derly dan Marty kini sudah berada di tepi pantai dan bermain air. Tanpa sepengetahuan Zaiden menyusul istrinya yang sedang bermain air, Zaiden mencipratkan air ke istrinya. Derly pun menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang mencipratkan air dari belakang.


"Nih kamu rasain balik!" ucap Derly sambil kembali mencipratkan air ke suaminya.


Marty yang melihat mereka sedang bersenang-senang bersama ia memilih berkumpul dengan kedua orang tua Derly dan Kedua mertua Derly.


"Marty kenapa kamu balik lagi?" tanya Derla.


"Itu, Tan. Marty gak mau ganggu mereka berdua yang lagi asik bersenang-senang," ucap Marty.


"Iya tuh lihat anak dan menantu kita Pah, kayaknya seneng banget ya. Semoga selalu menjadi keluarga yang harmonis," Ucap Zora.


"Aamiin." ucap mereka bersamaan.


Derly terus bermain air dengan suaminya, kini mereka berdua berasa dunia milik mereka yang lain hanya ngontrak.


"Udah dong ,Yang. Ini baju Mas basah semua," ucap Zaiden.


"Mas yang duluan kok malah nyalahin aku?" ucap Derly sambil memanyunkan bibirnya.


"Iya Mas ngaku, Mas yang duluan. Udah ya, Mas capek!" ucap Zaiden.


"Iya … iya, ayo kita istirahat," ucap Derly.


Mereka menuju keluarganya.


"Kok udah sih main airnya?" tanya Zaqi.

__ADS_1


"Ini Pah, Mas Zaidennya capek katanya," ucap Derly.


"Ya udah ayo makan dulu ini udah siang soalnya, makan siang dulu!" ucap Derla.


Mereka pun mulai makan. Setelah mereka makan mereka mengobrol dan bercanda ria.


"Marty ayo main air lagi!" ajak Derly.


"Maaf ya Ly, aku cape!" ucap Marty.


"Yah … padahalkan aku mau lanjut main air," ucap Derly memanyunkan bibirnya.


"Yuk sama Mas lagi," ajak Zaiden.


"Katanya Mas udah cape," ucap Derly.


"Capeknya udah hilang kok," ucap Zaiden sambil tersenyum.


"Ayo!" ucap Derly semangat.


Mereka lalu berjalan ketepi pantai. Mereka main air dengan canda dan tawa. Hari sudah semakin sore dan menuju senja.


"Mas ini udah sore kita pulang yuk," ajak Derly.


"Ya udah kamu ganti baju dulu ya, nanti kamu masuk angin kalo gak ganti baju," ucap Zaiden.


"Iya, Mas." Jawab Derly. Kemudian Derly berjalan untuk mengganti bajunya.


Zaiden berjalan menuju keluarganya. Untuk segera bersiap-siap pulang. Mereka pun kini sudah bersiap-siap pulang.


"Ke mana Derly?" tanya Derla.


Tak menunggu waktu lama Derly kini menghampiri mereka dan sudah bersiap-siap pulang.


"Ayo pulang!" ajak Derly. Mereka pun hanya mengangguk.


Satu persatu mobil melaju, kini tinggal mobil Derly dan Zaiden yang terakhir.


Malam harinya mereka sudah menunggu untuk makan malam bersama. Abi dan Umi sudah pulang terlebih dahulu.


Derla menuju kamar Derly dan mengetuk pintu kamar tersebut.


Tok … tok … tok.


Derly yang mendengar suara ketukan pintu tersebut langsung membukakannya.


"Iya Mom," ucap Derly.


"Ayo turun makan malam udah siap!" ajak Derla.


"Iya Mom, Derly lagi nunggu Mas Zaiden dulu Mom" ucap Derly.


"Ya sudah Mommy duluan ya ke meja makannya," pamit Derla dan diangguki oleh Derly.


Derly menghampiri suaminya dan berkata bahwa Mommy dan Daddy sudah menunggu untuk makan malam, lalu mereka berjalan bersama menuju meja makan.

__ADS_1


Mereka mulai memakan makanan tanpa sepatah suara pun, setelah makan malam mereka kembali ke kamar masing-masing.


Setelah sampai kamar Derly langsung membuka jilbabnya dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan bergosok gigi.


Zaiden duduk diatas ranjang dan memangku laptopnya. Ia memantau apa perusahaannya berjalan dengan baik atau tidak.


Derly berjalan menuju sang suami yang sedang asik dengan laptopnya.


"Mas ayo tidur ini udah malam loh!" ajak Derly.


"Nanti dulu ya, ini tanggung sebentar lagi," ucap Zaiden terus memandang laptopnya.


"Udah dong Mas liat laptopnya, sekarang kita tidur ya. Aku sudah cape Mas" ucap Derly sambil menutup laptop yang masih dipangku oleh Zaiden.


"Iya … iya. Sekarang kita tidur ya," ucap Zaiden sambil memeluk sang istri dengan lembut.


Tak menunggu waktu lama mereka sudah masuk ke alam mimpi masing-masing.


Pagi harinya Derly terbangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Derly membangunkan suaminya.


"Mas ayo bangun ini sudah pagi!" ucap Derly sambil menggoyang-goyangkan sedikit lengan Zaiden.


"Emmm," sahut Zaiden dengan mata yang masih tertutup.


"Mas bangun ini sudah pagi. Kamu mau ke kantor apa nggak sih?" tanya Derly.


Zaiden terbangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Derly membereskan tempat tidur. Tak menunggu waktu lama mereka berjalan menuju meja makan untuk bersarapan bersama.


Setelah sarapan Zaiden dan Putra menuju kantor karena mereka searah.


"Mar, nanti siang kita jalan-jalan yuk!" ajak Derly. Marty pun hanya mengangguk.


"Kalian mau jalan-jalan ke mana Sayang?" tanya Derla.


"Kita mau ke taman Mom," jawab Derly.


Jam kini sudah menunjukkan pukul sepuluh siang. Derly dan Marty bersiap-siap. Mereka memasuki mobil Derly, Derly mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak menunggu waktu lama mereka pun sudah sampai di taman. Derly dan Marty duduk di kursi taman yang kebetulan masih kosong.


"Marty kamu tinggal di mana sih?" tanya Derly menghilangkan keheningan.


"Aku tinggal di desa paling kecil di kota Z," jawab Marty.


"Jauh banget Mar, kamu betah tinggal di sana?" tanya Derly.


"Iya aku betah sekali di sana, pemandangan yang sejuk dan alami," ucap Marty.


"Wah pasti kalo aku ke sana pasti aku ikutan betah deh" ucap Derly sambil membayangkan pemandangan yang sejuk dan alami itu.


"Kamu jangan ke sana, di sana gak ada sinyal!" ucap Marty.


"Oh gitu ya," ucap Derly.


"Ya!" ucap Marty singkat.


Mereka mengobrol panjang lebar bersama hingga hampir makan siang tiba.

__ADS_1


.......................................................................


Hai semuanya, mohon maaf kalo aku telat up atau gak up. Aku lagi mikirin PAT dulu. Mohon doanya ya😊.


__ADS_2