Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 40


__ADS_3

Di rumah kini tinggal mereka berdua, Derly mengajak suaminya nonton film romantis. Zaiden hanya mengikuti langkah istrinya.


mereka menonton film romantis itu didalam kamar. Derly memasukkan flashdisk, sedangkan Zaiden hanya duduk di sofa.


Setelah memasukkan flashdisk, Derly duduk disamping suaminya. Mereka asik menonton dan sesekali bergurau.


Hari semakin sore, suara bel pintu berbunyi.


Ding dong... ding dong... ding dong.


"Mas, kamu buka pintu gih. Aku mau mandi, badan aku lengket." ucap Derly sambil melangkah menuju kamar mandi.


Zaiden berjalan menuju pintu. Zaiden membukakan pintu dan mempersilahkan mereka duduk di ruang keluarga.


Derly pun keluar dari kamar mandi dan berjalan mencari mereka.


"Ternyata ada di sini." batin Derly.


Derly pun menghampiri mereka. Derly duduk disamping anaknya.


"Gimana jalan-jalannya? Seru?" Derly bertanya kepada anaknya.


"Seru, Bunda. Bunda, Zail capek. Mau mandi." ucap Zail sambil memeluk Derly.


"Anak Bunda mau mandi? Yaudah, yuk mandi!" ajak Derly. Zail hanya mengangguk.


"Mah, Pah, Mas. Aku mandiin Zail dulu ya." pamit Derly sambil menggandeng tangan Zail menuju kamar anaknya.


Setelah membersihkan badan anaknya, Derly dan Zail berjalan bersama menuju ruang keluarga. Derly hanya melihat suaminya yang sedang menatap layar ponselnya.


"Mamah sama papah sudah pulang, Mas?" Derly bertanya kepada Zaiden.


"Iya." Zaiden menjawabnya dengan singkat.


"Zail, kamu di sini ya sama Ayah. Bunda mau masak buat makan malam dulu," ucap Derly.

__ADS_1


"Iya, Bunda." jawab Zail sambil menganggukkan kepalanya.


"Mas, tolong jagain ya. Aku mau masak dulu," ucap Derly.


"Iya. Pasti aku jagain. Kamu masak yang enak ya, supaya anak kita cepat besar." ucap Zaiden sambil melirik Zail dan tersenyum ke arah anaknya. Zail membalasnya dengan senyuman yang imut.


Derly berjalan menuju dapur kotor untuk memasak makan malam. Setelah semua masakan selesai Derly menghapiri mereka.


"Makanan sudah siap, ayo kita makan!" ajak Derly.


Zaiden dan Zail pun menghampiri Derly. Mereka pun berjalan bersama menuju ruang makan. Setelah makan mereka menuju kamar masing-masing.


Tiba-tiba listrik padam, Zail yang sedang di kamarnya sendirian langsung menangis sejadi-jadinya.


"Bunda, ayah! Hiks... hiks... hiks." jerit Zail sambil menangis karena ketakutan.


Derly dan Zaiden yang mendengar anaknya menjerit, mereka langsung menuju kamar Zail dan membawa lampu senter.


Setibanya mereka sampai di kamar Zail. Zail langsung memeluk mereka karena katakutan.


"Tenang, Sayang. Sudah ada Ayah sama Bunda di sini," ucap Zaiden.


Zaiden pun memyerahkan senter ke arah Derly. Derly langsung menerimanya, karena Derly tahu Zaiden pasti akan menangkan Zail.


Zaiden menggendong Zail dan hendak memasuki kamar Zail. Tapi langkahnya terhenti ketika Zail merengek tidak mau tidur di kamarnya.


"Ayah, aku nggak mau tidur di sini. Aku mau tidur bareng, Bunda." ucap Zail sambil merengek.


"Biarkan saja, Mas. Biarkan Zail tidur di kamar kita." ucap Derly.


Mereka pun berjalan bersama. Tangan kiri Zaiden menggendong Zail, dan tangan kanannya menggandeng Derly. Mereka berjalan menuju kamar.


Setelah tiba di kamar, Zaiden membaringkan tubuh Zail di tengah kasur.


Derly merebahkan tubuhnya di pinggir kanan Zail. Sedangkan Zaiden tidur di pinggir kiri Zail.

__ADS_1


Pagi hari....


Derly bangun dan membersihkan dirinya. Setelah mandi, Derly berjalan menuju dapur.


Derly memasak beberapa menu makanan rumahan yang mudah seperti, telur dadar, tempe goreng, sambal, sayur asem, dan lain sebagainya.


Setelah masakan sudah siap, Derly berjalan menuju kamar dan membangunkan mereka.


"Mas, bangun, Mas. Kamu kan hari ini kerja," ucap Derly.


"Anak, Bunda. Bangun ini sudah pagi, ayo mandi terus sarapan!" ajak Derly.


Tidak menunggu waktu lama, mereka pun terbangun. Zaiden langsung menuju kamar mandi, sedangkan Zail masih duduk.


"Ayo bangun anak, Bunda. Ini kan sudah pagi," ucap Derly.


Derly berjalan menuju lemari untuk menyiapkan baju kerja suaminya. Setelah selesai, Derly memandikan Zail di kamar Zail.


Setelah memandikan Zail. Mereka berdua pun menuju ruang makan. Ternyata Zaiden sudah duduk.


"Bunda, kok masaknya itu sih?" tanya Zail.


"Ini kan enak, coba dulu deh." ucap Derly sambil mengambilkan nasi serta lauknya.


"Ayah, ayo Ayah kita sarapan di luar," ucap Zail.


"Zail, Ayah harus ke kantor. Zail yang nurut ya sama, Bunda." ucap Zaiden sambil melahap sarapannya.


Zail pun mulai melahap makanannnya karena perutnya sudah sangat lapar. Ketika makanan itu sudah sampai mulut dan perutnya. Ternyata makanannya sangat enak.


"Bunda ini sangat enak," ucap Zail sambil terus malahapnya.


"Bunda kan sudah bilang, dicoba dulu baru menilai enak apa enggak." ucap Derly sambil mengambil sepiring untuk dirinya.


............................................................

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman-teman. Vote juga, aku butuh vote dari kalian. Terimakasih😊


__ADS_2