
"Mas berangkat dulu ya, kamu jangan kemana-mana," ucap Zaiden. Derly hanya mengangguk.
Derly sebenarnya jenuh terus berdiam diri di hotel. Hari pun sudah mulai senja, Zaiden akhirnya pulang ke hotel.
Derly hanya berbaring di tempat tidurnya dan memainkan ponselnya, Zaiden yang melihat istrinya terus memandangi ponsel akhirnya Zaiden mendekati istrinya.
"Sayang kamu lagi apa sih?" tanya Zaiden.
"Mas aku bosen, mumpung kita di Prancis mending jalan-jalan," ajak Derly.
"Emang kamu mau jalan-jalan kemana?" tanya Zaiden.
"Aku mau jalan-jalan ke menara Eiffel," ucap Derly.
"Ya udah nanti kita ke sana ya," ucap Zaiden.
"Iya Mas, tapi kapan kesananya?" rengek Derly.
"Sabar ya Sayang nanti juga kita kesana. Mas atur jadwal dulu," ucap Zaiden.
"Tuh kan, kalo kaya gini aku gak jadi ikut," ucap Derly sambil memanyunkan bibirnya.
"Sabar ya Sayang kan kita disini masih lama, oke nanti Mas ajak kamu ke menaranya nanti lusa ya," ucap Zaiden.
"Serius Mas?" ucap Derly memastikan.
"Serius Sayang,"ucap Zaiden sambil tersenyum.
"Mas laper nih, kamu masak nggak?" tanya Zaiden.
"Aku gak masak Mas," ucap Derly.
"Terus kita mau makan apa?" tanya Zaiden.
"Mas pesen makanan aja ya," ucap Derly.
"Iya Mas pesen, kamu mau makan apa?" tanya Zaiden.
"Apa aja, Mas. Yang penting enak," ucap Derly.
"Ya udah Mas pesen makanan ya buat Mas sama kamu," ucap Zaiden.
"Makasih ya Mas, kamu emang pengertian banget deh." ucap Derly sambil memeluk suaminya.
"Kamu kalo ada maunya aja ngerayu Mas," ucap Zaiden. Derly hanya tersenyum dan masih memeluk suaminya.
"Kamu udah berani ya ngerayu Mas," ucap Zaiden sambil mencubit pipi Derly.
"Mas sakit tau, jangan main cubit aja dong Mas," ucap Derly sambil memegang pipinya.
"Iya iya Mas minta maaf ya," ucap Zaiden.
Makanan yang dipesan pun datang, kemudian mereka memakan makanan tersebut, setelah mereka makan mereka membersihkan diri dan berganti pakaian dengan piyama.
Malampun semakin larut, mereka memilih untuk tidur.
__ADS_1
Pagi harinya Derly memasak sarapan spesial untuk suaminya. Setelah sarapan Zaiden kemudian berangkat, Zaiden hari ini hanya setengah hari bekerja.
Karena suaminya sudah berangkat Derly memutuskan untuk memainkan ponselnya kembali.
Hari sudah semakin siang, Zaiden pun kini sudah dalam perjalanan ke hotel. Zaiden mengirim pesan ke Derly bahwa mereka akan makan siang di luar.
Derly bersiap-siap, Zaiden kini sudah berada di dalam kamar Hotel tersebut. Sambil menunggu istrinya selesai Zaiden membaringkan tubuhnya sejenak di atas kasur.
"Mas yuk berangkat," ajak Derly.
"Kamu udah siap Sayang?" tanya Zaiden.
"Udah Mas, ayo berangkat!" ucap Derly.
Kemudian mereka berangkat menuju salah satu restoran terdekat. Setelah sampai restoran mereka memesan menu yang paling enak.
Setelah mereka makan, mereka menuju tempat wisata yang tak jauh dari restoran.
"Mas indah banget ya tempat ini," ucap Derly.
"Iya." jawab Zaiden singkat dan tersenyum ke arah Derly.
Mereka begitu menikmati pemandangan negara Prancis. Hari mulai sore, mereka memutuskan untuk pulang ke hotel.
"Kamu istirahat ya Sayang, kan nanti besok kita ke menara Eiffel. Menara yang ingin kamu lihat," ucap Zaiden. Derly hanya mengangguk.
Derly langsung beranjak pergi ke kamar mandi dan berganti pakaian. Kemudian mereka pun tidur.
Pagi harinya Derly sudah bersiap-siap untuk melihat menara Eiffel Derly memang sudah tak sabar jika menyangkut apa yang ia inginkan. Sedangkan Zaiden masih terdiam di atas kasur sambil melihat istrinya yang sedang membereskan barang yang akan dibawa.
"Sabar dong Yang, inikan masih pagi," ucal Zaiden santai.
"Iya nggak papa dong mas mumpung masih pagi, berarti masih seger pemandangannya," ucap Derly.
"Hari ini kan hari libur, jadi pagi juga udah rame Sayang," ucap Zaiden.
"Mending kita cari sarapan dulu," sambung Zaiden.
"Ya udah yuk cari sarapan dulu," ajak Derly.
Kemudian mereka pun mulai melajukan mobil menuju restoran yang tak jauh dari menara Eiffel.
"Dari sini juga tahu kan menaranya," ucap Zaiden sambil menunjukkan menara yang menjulang tinggi.
"Iya dari sini keliatan, apa lagi dari dekat, aduuuh mungkin lebih indah lagi." ucap Derly sambil membayangkan dirinya berada di dekat menara tersebut.
"Kamu lagi bayangin apa sih?" tanya Zaiden.
"Aku lagi bayangin andai aku berada di dekat menara itu," ucap Derly.
"Jangan bayangin menara aja dong," ucap Zaiden.
"Terus aku harus bayangi apa?" tanya Derly.
"Kamu setiap hari harus bayangin wajah Mas yang ganteng ini," ucap Zaiden dengan percaya dirinya.
__ADS_1
"Ngapain harus dibayangin, kan ada didepan mata," ucap Derly sambil menatap mata sang suami.
Zaiden hanya terdiam dan membalas tatapan itu dengan hangat.
Setelah mereka sarapan di restoran kini Zaiden mengajak Derly melihat lebih dekat menara Eiffel. Kemudian Derly memotret menara tersebut dan mengeditnya.
"Bagus ya Mas?" tanya Derly sambil memperlihatkkan hasil foto yang sudah dieditnya.
"Iya Sayang ini memang bagus, kamu pintar sekali mengedit fotonya," ucap Zaiden sambil memuji Derly.
"Makasih Mas. Mas, kita sampai malam ya disininya," pinta Derly.
"Kenapa?" tanya Zaiden.
"Aku mau foto dari kejauhan menara Eiffel itu," ucap Derly.
"Iya boleh, tapi jangan terlalu malam ya." ucap Zaiden sambil tersenyum ke arah sang istri.
"Iya Mas, nggak sampe malam kok." ucap Derly membalas senyuman dari suaminya.
Hari ini mereka bersenang ria tanpa sadar hari kini mulai malam. Derly dan Zaiden kembali menuju menara eiffel untuk memotret dan mengedit foto menara eiffel dari sedikit kejauhan.
Derly sedang asik mengedit foto yang tadi ia foto. Derly kembali menyodorkan hasil editannya.
"Mas kalo yang ini bagus gak?" tanya Derly sambil menyodorkan hasil editannya.
"Semua yang kamu foto, semuanya bagus kok Sayang," ucap Zaiden.
"Makasih ya mas." ucap Derly sambil memeluk suaminya.
"Ini udah larut malam, pulang yuk." ajak Zaiden sambil membalas pelukan sang istri.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat.
Pagi harinya Derly dan Zaiden bersiap-siap untuk menuju salah satu tempat wisata, akhir-akhir ini mereka selalu bersama untuk menikmati hari-harinya diluar negeri.
Tak terasa kini hampir satu minggu mereka berada di negara Prancis, Derly sebenarnya masih ingin berada di negara Prancis. Tapi, orang tuanya selalu menanyakan kapan ia akan pulang.
"Mas aku masih mau disini," rengek Derly.
"Nanti kita kesini lagi ya, Mommy sudah menunggu dirumah," ucap Zaiden.
"Beneran Mas kita mau kesini lagi kan?" ucap Derly memastikan apa yang dikatakan oleh suaminya.
"Iya bener Sayang." ucap Zaiden sambil tersenyum.
"Sekarang kita beres-beres dulu ya," sambung Zaiden. Derly hanya mengangguk.
.......................................................................
Sampai sini dulu ya teman-teman. Terimakasih sudah mampir kenovelku dan meninggalkan jejak. Semoga kalian selalu suka😊.
__ADS_1