
"Kita ke restoran dulu yuk!" ajak Marty.
"Ayo!" ucap Derly singkat.
Mereka kemudian mulai menuju restoran terdekat.
Disisi lain yaitu di rumah Derly. Zaiden kini sudah pulang kerumah untuk makan siang, Zaiden mengeruk pintu rumah tersebut.
Tok… tok…. tok.
Derla yang mendengar suara ketukan pintu langsung membukanya.
"Hai Mom," sapa Zaiden.
"Hai, kok pulang?" tanya Derla.
"Iya Mom, Zaiden mau makan siangnya di rumah," ucap Zaiden
"Derly ada Mom?" sambung Zaiden.
"Derly lagi ke taman," jawab Derla.
"Sama siapa Mom?" tanya Zaiden.
"Sama Marty," jawab Derla.
"Kamu mau makan?" sambung Derla dan bertanya.
"Iya Mom," jawab Zaiden.
Kemudian mereka mulai memasuki ruang makan, Derla sudah menyiapkan beberapa lauk yang sangat lezat.
"Telepon saja istri kamu" ucap Derla.
"Zaiden gak punya nomornya Mom, hehehe." ucap Zaiden sambil cengengesan.
"Ya udah nih pake ponsel Mommy!" ucap Derla sambil menyodorkan ponselnya.
Zaiden langsung mencari nomor Derly dan langsung menelponnya.
*Panggilan on*
"Halo," (Derly).
"Halo," (Zaiden).
"Ini siapa ya?" (Derly).
"Ini Mas Sayang," (Zaiden).
"Ada apa Mas?" (Derly).
"Ini mas udah pulang, kamu kemana sih. Ini udah waktunya makan siang!" (Zaiden).
"Aku lagi di restoran Mas, sama Marty juga," (Derly).
"Ya udah kalo kamu mau makan, jangan sampai telat makan ya," (Zaiden).
"Iya Mas." (Derly).
*Panggilan off*
"Gimana?" tanya Derla.
"Katanya lagi di restoran Mom," ucap Zaiden.
"Ya udah kita makan sekarang aja ya!" ajak Derla.
"Iya Mom," jawab Zaiden.
Mereka lalu makan tanpa ada sepatah kata pun. Disisi lain yaitu Derly.
"Siapa Ly?" tanya Marty.
__ADS_1
"Mas Zaiden," jawab Derly.
"Apa katanya?" tanya Marty.
"Mas Zaiden sekarang udah pulang, untuk makan siang," jawab Derly.
"Kita pulang yuk!" ucap Marty.
"Kok pulang?" tanya Derly.
"Nanti suami kamu marah, kamu gak ada dirumah. Inget loh, kamu udab ganti status," ucap Marty.
"Tenang Mar, Mas Zaiden tadi gak marah kok," ucap Derly.
"Oh gitu ya," ucap Marty.
Mereka lalu makan siang di restoran tersebut. Setelah mereka makan siang, mereka memutuskan untuk pulang.
Tak menunggu lama, kini mereka sudah sampai di rumah dan mengetuk pintu rumah Derly.
Tok…. tok… tok.
Zaiden langsung berjalan dan membukakan pintu.
Zaiden mempersilahkan mereka untuk masuk.
Derly dan Marty kemudian melangkah masuk rumah, Zaiden langsung menuju kamar. Derly yang melihat suaminya masuk kamar ia pun menyusul.
"Mas." panggil Derly. Tapi tak ada jawaban dari Zaiden.
"Mas." panggil Derly lagi, Zaiden kemudian menoleh ke arah Derly.
"Mas, Mas kenapa sih?" tanya Derly.
"Mas nggak kenapa-kenapa," jawab Zaiden.
Derly yang melihat ada perubahan sikap suaminya ia pun langsung memeluk sang suami dari belakang.
"Mas. Mas kenapa sih, jawab dong Mas," ucap Derly.
"Kamu ini gimana sih, Mas itu nungguin kamu dari tadi loh," ucap Zaiden.
"Ya maaf Mas, aku habis ke taman. Terus udah waktunya makan siang jadi, aku ajak Marty makan siang di restoran terdekat taman," jelas Derly yang masih memeluk suaminya.
"Kok Mas udah pulang lebih cepet?" sambung Derly.
"Mas ini nanti lusa mau keluar negeri. Jadi, Mas pulangnya lebih awal," ucap Zaiden.
"Mas mau kemana?" tanya Derly.
"Kan mas udah bilang mas ini mau keluar negeri!" ucap Zaiden sambil mencubit pelan hidung Derly.
"Maksud aku Mas ini mau ke negara mana, gitu loh!" ucap Derly sambil memanyunkan bibirnya.
"Mas mau ke negara Prancis!" jawab Zaiden.
"Prancis. Wah enak tuh mas. Aku boleh ikut gak Mas?" tanya Derly.
"Gimana ya?" ucap Zaiden sambil berpikir.
"Mas ayolah aku ikut. Ya Mas ya!" ucap Derly sambil bergelayut manja di lengan sang suami.
"Nanti mas pikirkan lagi ya," ucap Zaiden.
"Tuh kan istrinya mau ikut gak boleh, apa jangan-jangan Mas punya selingkuhan ya disana?" ucap Derly sambil mencurigai suaminya.
"Kamu ini, pikirannya kemana-mana," ucap Zaiden sambil mencubit pelan pipi Derly.
"Aww, Mas sakit" ucap Derly meringis kesakitan.
"Kamu boleh ikut tapi….," ucap Zaiden menggantungkan perkataannya.
"Tapi apa Mas?" tanya Derly yang kini mulai heran.
__ADS_1
"Tapi…. kamu harus nurut sama Mas!" ucap Zaiden.
"Itu pasti Mas!" jawab Derly bersemangat.
"Ya udah kamu mending siapin pakaian kamu sama Mas juga ya, jangan lupa benda-benda penting juga dibawa!" ucap Zaiden.
"Ok!" ucap Derly singkat.
Derly kemudian menyiapkan semua keperluannya selama di Prancis. Derly membawa baju, kamera, ponsel, dan lain-lain.
Hari kini sudah senja, Derly dan Zaiden bergantian untuk membersihkan diri mereka masing-masing.
Derly turun untuk membantu Mommynya masak untuk makan malam. Makanan kini sudah selesai, Derla menyuruh anaknya untuk memanggil suaminya agar segera menuju meja makan. Begitu juga dengan Derla, Derka juga memanggil Putra untuk segera bergabung bersama.
Mereka kini sudah bergabung di meja makan begitu juga dengan Marty. Setelah mereka makan siang, mereka berkumpul diruang keluarga. Mereka mengobrol, bercanda ria.
"Mommy, Daddy, Zaiden sama Derly mau keluar negeri," ucap Zaiden. Derly hanya tersenyum.
"Benarkah?" tanya Marty, Derly hanya mengangguk.
"Emang ada apa, kenapa keluar negeri?" tanya Putra.
"Zaiden ada bisnis Dad," jawab Zaiden.
"Aku juga mau pulang Om, Tan." ucap Marty.
"Marty, kenapa kamu nggak tinggal bersama kami lagi?" tanya Derla.
"Marty sebenarnya udah nyaman tinggal di rumah baru Marty," jawab Marty.
"Kamu berapa lama di luar negerinya?" tanya Putra.
"Kurang lebih seminggu," jawab Zaiden.
"Yah bakalan sepi deh rumah ini," ucap Derla sedih.
"Kan ada Daddy, Mom," ucap Putra.
Hari sudah semakin malam, lalu mereka memasuki kamar masing-masing.
"Sayang, kita pindah yuk. Sebenarnya Mas udah beli rumah buat kita." ucap Zaiden.
"Ya udah aku ikut sama Mas aja," ucap Derly sambil tersenyum.
Mereka pun kini tidur dengan saling memeluk. Derly berdoa semoga rumah tangganya selalu harmonis dan selalu bahagia.
Pagi harinya....
Derly berjalan menuju dapur untuk membantu Derla memasak sarapan.
"Mommy!" sapa Derly.
"Hai Sayang, sini bantuin Mommy masak," ucap Derla.
"Ok Mom!" ucap Derly singkat.
Mereka memasak menu yang sangat lezat. Setelah masakan selasa,i mereka sarapan bersama. Setelah sarapan Marty menuju kamar dan keluar dengan membawa kopernya.
"Kamu mau pulangnya hari ini Mar?" tanya Derly. Marty hanya mengangguk dan tersenyum.
"Kirain kamu pulangnya nanti besok," ucap Derla.
Mereka pun memakan sarapan. Setelah sarapan Marty berpamitan kepada seisi rumah Derly.
"Marty berangkat dulu ya. Makasih untuk semuanya," ucap Marty.
"Iya hati-hati dijalan," ucap Putra.
"Iya Om." ucap Marty singkat.
Marty kini melangkah menjauh dari mereka. Marty memesan taksi online untuk pulang ke rumahnya.
Zaiden dan Putra kemudian berangkat menuju kantor mereka masing-masing. Derly dan Derla sedang asik menonton tv. Derly mengatakan bahwa ia akan pindah bersama dengan suaminya. Derla kini tak bisa menghalangi putrinya ia hanya mengiyakan apa yang dikatakan oleh putrinya.
__ADS_1
.......................................................................
Hai semuanya makasih ya sudah meluangkan waktu untuk membaca karya aku😊. Sepertinya kalian lupa ya untuk meninggalkan jejak dan like. Hari ini jangan lupa ya😊