Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 23


__ADS_3

"Gak bisa, Zira masih terlalu kecil," ucap Zaiden.


"Kapan-kapan aja ya kita keluar negeri lagi," sambung Zaiden.


Derly kembali berpikir, dan ia menyetujui keputusan Zaiden.


"Berapa lama kamu keluar negerinya?" tanya Derly.


"Aku juga gak tahu berapa lama, nanti kalo urusannya sudah selesai Mas langsung balik kok." ucap Zaiden sambil tersenyum.


"Ini sudah malam mending kita tidur aja ya," ucap Zaiden. Derly hanya mengangguk.


Mereka pun tertidur dengan nyenyak hingga pagi hari. Pagi harinya mereka turun untuk sarapan.


"Pagi Zira," sapa Derly.


"Pagi juga aunty,pagi kakak," sapa Zira.


"Pagi juga adik kakak…," ucap Zaiden.


Mereka pun sarapan, setelah sarapan Zaiden sudah siap berangkat ke kantor.


"Mas berangkat dulu ya," ucap Zaiden.


"Iya Mas hati-hati," ucap Derly.


"Jangan lupa kamu siapkan barang-barang untuk keberangkatan nanti besok," ucap Zaiden mengingatkan.


"Oke," ucap Derly singkat.


"Kakak berangkat kerja dulu ya," ucap Zaiden kepada adiknya. Dan dijawab anggukan.


"Assalamualaikum," ucap Zaiden.


"Waalaikumsalam," ucap mereka bersamaan.


Zaiden pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Atu Zira kita masuk," ajak Derly.


"Ayo Aunty." ucap Zira sambil berjalan.


Mereka menuju ruang keluarga dan bersenang-senang bersama.


"Oh iya, aunty ada sesuatu buat Zira," ucap Derly.


"Apa aunty?" tanya Zira.


"Nanti dulu ya, aunty ambilin." ucap Derly sambil berjalan menuju kamarnya. Setelah Derly mengambil baju yang ia beli waktu liburan di kota B ia langsung menuju Zira.


"Ini untuk Zira." ucap Derly sambil menyodorkan baju.


"Bajunya bagus aunty," ucap Zira.


"Kamu suka?" tanya Derly.


"Suka, terimakasih ya aunty," ucap Zira sambil membolak-balik bajunya.


"Iya sama-sama. Baju itu aunty beli di kota B , waltu aunty liburan."


"Aunty liburan?" tanya Zira.


"Iya aunty liburan sebelum pindah," ucap Derly.


"Terus aunty kapan ajak Zira liburan, Zira juga mau liburan," rengek Zira.


"Zira mau liburan?" tanya Derly.

__ADS_1


"Iya aunty, Zira mau liburan bareng aunty," rengek Zira.


"Iya nanti kita liburan bersama ya," ucap Derly.


"Aunty nggak bohongkan?" tanya Zira. Derky hanya menggelengkan kepala.


Disisi Zaiden. Zaiden terfokus pada layar laptop di depannya. Kiana mengambilkan segelas kopi untuk Zaiden dan meletakkannya di pinggir berkas-berkas yang menumpuk. Hari kini semakin siang, mereka pergi ke sebuah restoran yang gak jauh dari kantornya. Setelah makan siang Zaiden terus terfokus pada layar laptopnya kembali. Zaiden melihat jam tangannya sekilas dan ia melihat jam menunjukkan pukul tiga sore.


"Kiana kamu boleh pulang lebih awal, karena nanti besok kita berangkat jam delapan pagi." ucap Zaiden yang masih terfokus.


"Baik Pak," ucap Kiana.


"Dan jangan lupa bawa berkas-berkas yang penting, karena kita gak tahu akan berapa lama disana," ucap Zaiden mengingatkan Kiana.


"Siap Pak," ucap Kiana singkat.


Kiana langsung mengambil tas dan pulang ke rumahnya.


Jam menunjukkan pukul lima sore, Zaiden langsung bergegas pulang. Setelah sampai rumah Zaiden langsung masuk ke kamar.


Derly dan Zira berada di taman bunga. Mereka mendengar ada suara mobil, Derly langsung menuju kamar untuk melihat apakah benar suaminya atau bukan.


"Mas kamu sudah pulang?" tanya Derly.


"Iya, kamu sudah siapin pakaian Mas untuk keluar negeri?" tanya Zaiden.


"Sudah Mas," jawab Derly singkat.


Zaiden langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket. Derly duduk di samping ranjangnya dan memainkan ponselnya.


Setelah mandi dan berganti baju Zaiden menghampiri Derly.


"Mas kamu nanti besok berangkat jam berapa?" tanya Derly.


"Nanti besok Mas berangkat jam delapan pagi," jawab Zaiden.


"Emang masalahnya darurat ya Mas?" tanya Derly lagi.


Makan malam pun sudah siap, mereka berdua berjalan bersama menuju ruang makan.


Mereka bertiga pun makan malam bersama. Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang tamu.


"Zira, kakak nanti besok mau keluar negeri. Zira baik-baik ya sama aunty," ucap Zaiden.


"Kakak mau liburan atau urusan bisnis kaya Abi?" tanya Zira.


"Kakak mau keluar negeri ada urusan bisnis," jawab Zaiden.


"Iya kak, Zira bakal nurut kok sama aunty," ucap Zira.


"Anak baik." ucap Zaiden sambil mengelus rambut Zira.


"Ini sudah malam sebaiknya Zira tidur ya," ucap Derly.


Zira mengangguk dan bergegas masuk kedalam kamarnya. Begitu juga dengan Zaiden dan Derly mereka kembali ke kamar.


Pagi harinya Derly bangun lebih awal dan menyiapkan baju untuk Zaiden berangkat keluar negeri.


Zaiden bangun dan bergegas mandi, jam menunjukkan pukul setengah delapan, Zaiden langsung turun dan memakan sarapannya. Setelah sarapan Zaiden langsung pamitan ke istri dan adiknya.


"Mas berangkat dulu ya," ucap Zaiden.


"Ya Mas, hati-hati ya," ucap Derly.


"Adik kakak jangan nakal ya," ucap Zaiden.


"Iya kak," ucap Zira singkat.

__ADS_1


"Assalamualaikum." ucap Zaiden sambil melangkah menuju mobil yang siap menghantarkan ia.


"Waalaikumsalam." ucap Derly dan Zira bersamaan.


Ternyata didalam sudah ada Kiana yang duduk manis di belakang supir. Supir pun mulai melajukan mobilnya menuju bandara. Diperjalanan Kiana bertanya.


"Wanita dan anak tadi keluarga Pak Zaiden?" tanya Kiana.


"Iya mereka keluargaku, yang kecil adikku dan yang besar istriku," jawab Zaiden.


Ingin rasanya Kiana bertanya apakah Zaiden sudah memiliki anak atau belum. Tapi ia mengurung niatnya, karena ia berpikir akan menanyakannya kalau sudah di luar negeri.


Mereka kini sudah berada didalam pesawat. Pesawat lepas landas saat mereka baru masuk dan duduk.


Disisi Derly. Hari kini semakin siang, ia menunggu kabar dari suaminya. Tapi, tak kunjung ada kabar. Karena waktu makan siang sudah tiba, Derly dan Zira pun makan siang berdua. Setelah makan siang Derly menitipkan Zira kepada salah satu art. Sedangkan ia langsung menuju kamar dan memainkan ponselnya.


Tak menunggu waktu lama ponsel Derly pun berdering, ternyata yang ditunggu akhirnya menelpon juga.


*Panggilan on*


"Assalamualaikum, kamu sudah sampai Mas?" (Derly)


"Alhamdulillah Mas sudah sampai dengan selamat," (Zaiden)


"Alhamdulillah kalau Mas sudah sampai," (Derly)


"Kamu jaga diri baik-baik ya selama Mas ada diluar negeri," (Zaiden)


"Iya Mas,"(Derly)


"Yaudah Mas tutup dulu ya teleponnya, Mas ngantuk mau tidur,"(Zaiden)


"Iya Mas," (Derly)


"Assalamualaikum." (Zaiden)


"Waalaikumsalam." (Derly)


*Panggilan off*


Derly kembali memainkan game diponselnya sampai sore hari. Sore pun kini tiba dan berhubungan baterai ponsel Derly lemah ia mengecas ponselnya dan bergegas menuju kamar mandi.


Setelah mandi Derly mencari keberadaan Zira. Karena ia tidak menemukan Zira di luar ruangan akhirnya Derly pun bertanya kepada salah satu art.


"Zira mana?" tanya Derly.


"Nona Zira ada di dalam Kamar, Nya," jawab art itu.


"Makasih." ucap Derly sambil menuju kamar Zira.


Setelah sampai kamar Zira, Derly langsung masuk ke kamar Zira.


"Zira sudah mandi belum?" tanya Derly.


"Belum aunty," ucap Zira.


"Kenapa belum hmm?" tanya Derly.


"Zira mau dimandiin sama aunty," rengek Zira.


"Kenapa Zira gak ngomong sama aunty?" tanya Derly.


"Zira takut ganggu aunty," ucap Zira.


"Yaudah ayo mandi." ucap Derly sambil menggandeng Zira menuju kamar mandi.


^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^

__ADS_1


Hai semuanya makasih sudah mampir😊


Yang gak suka boleh kok jangan ikutin cerita selanjutnya😊.


__ADS_2