Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 10


__ADS_3

Siang harinya Derly mengantarkan makan siang untuk suaminya, Derly mengantarkan makan siang ke kantor. Setelah sampai di parkiran Derly turun dari mobil dan berjalan menuju lobi kantor, ia bertanya kepada salah satu pegawai kantor dillantai berapa ruangan Zaiden. Pegawai kantor tersebut memberi tahu kepada Derly bahwa ruangan Zaiden berada di lantai paling atas gedung kantor tersebut.


Derly kemudian menuju lift untuk menuju lantai paling atas, tepatnya ruangan. Setelah sampai di depan ruangan Zaiden, sekretaris tersebut menyambut kedatangan Derly.


"Ada yang bisa saya bantu nyonya," ucap sekretaris.


"Apakah suami saya ada di dalam?" tanya Derly.


"Iya nyonya, pak Zaiden ada di dalam. Silahkan nyonya masuk." ucap sekretaris dan mempersilahkan Derly masuk.


Derly pun masuk ke dalam ruang kerja suaminya.


"Assalamualaikum mas," sapa Derly.


"Waalaikumsalam, sini duduk sayang," ucap Zaiden. 


Kebetulan Zaiden sedang mengerjakan pekerjaannya di sofa.


Derly pun menghampiri suaminya yang masih fokus dengan berkas-berkas yang menumpuk didepannya.


"Mas ayo makan dulu, semua karyawan kamu lagi istirahat. Sekarang ayo mas makan ya, aku udah bawain makan siang buat kamu." ucap Derly merayu agar suaminya berhenti sejenak dengan pekerjaannya.


"Iya ini mas mau beresin dulu ya." ucap Zaiden sambil membereskan berkas yang menumpuk didepannya.


Derly menyiapkan makanan tersebut. Lalu mereka makan siang bersama.


"Makanannya kok beda ya rasanya," ucap Zaiden.


"Beda. Beda gimana mas maksudnya?" tanya Derly.


"Rasanya beda loh sayang, rasanya lebih lezat kalo kita berdua saja yang menikmatinya." ucap Zaiden sambil menggoda istrinya. Wajah Derly kini merah merona.


"Kamu udah siapin keperluan kita untuk pergi ke Prancis?" tanya Zaiden.


"Udah mas, mas tenang saja semuanya sudah aman terkendali," ucap Derly.


"Bagus. Mas juga udah beli tiketnya," ucap Zaiden


Derly menemani suaminya yang sedang kerja. Hari pun kini semakin sore, mereka memutuskan untuk pulang. Setelah sampai rumah mereka langsung ke kamar dan membersihkan diri mereka masing-masing.


Malam pun kini tiba, Derla mengetuk pintu kamar Derly. "Tok… tok… tok" Zaiden pun langsung membukakan pintu tersebut.


"Derly mana?" tanya Derla.


"Ada Mom, lagi di kamar mandi," ucap Zaiden.


"Oh, ayo cepetan turun makan malamnya udah siap," ucap Derla. 


"Iya Mom," ucap Zaiden.

__ADS_1


Derla kemudian berjalan meninggalkan kamar Derly. Tak menunggu waktu lama, Derly dan Zaiden akhirnya sudah bergabung di meja makan. Setelah makan malam mereka berkumpul diruang keluarga. Derly bercerita bahwa suami dan ia sendiri akan pindah.


"Kok pindah sih?" tany Derla.


"Biarin dong Mom, biar anak dan menantu kita mandiri," ucap Putra.


Hari semakin larut, mereka masuk ke kamar. Derly bergegas menuju kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama. Begitu juga dengan Zaiden.


Pagi harinya mereka bersiap-siap untuk segera pergi ke bandara. Mereka sarapan bersama, setelah sarapan Derly dan Zaiden berpamitan kepada Derla dan Putra.


"Mom, Dad, kami berangkat dulu ya," pamit Derly.


"Iya sayang, hati-hati dijalan ya," ucap Derla.


"Assalamualaikum." ucap Derly dan Zaiden bersamaan.


"Waalaikumsalam." ucap Derla dan Putra bersamaan.


Kini Derly dan Zaiden sudah berada didalam taksi online yang sudah dipesan oleh Zaiden.


"Daah Mom, Dad." ucap Derly sambil melambaikan tangannya. Derla kemudian melambaikan tangan.


Mereka menuju bandara, setelah sampai bandara mereka langsung memasuki kapal terbang yang hendak menuju Prancis. Tak menunggu lama kapal pun lepas landas.


Seperti biasa Derly membuka cemilannya, dia memakan dengan santai. Zaiden yang melihat istrinya sedang asik memakan cemilannya, ia langsung mengambil dari tangan sang istri.


"Mas kembaliin dong cemilannya," ucap Derly.


"Maaas sini dong cemilannya." ucap Derly yang mulai kesal dengan perilaku suaminya.


"Sini sini mas suapin kamu. Aaaa," ucap Zaiden.


"Aaaaa." Derly mulai membukakan mulutnya.


"Mas kapan sih sampainya?" tanya Derly.


"Nanti sore juga sampai kok" ucap Zaiden sambil tersenyum.


Karena tak kunjung sampai Derly pun kini tertidur dengan nyenyak di pundak sang suami. Zaiden yang mulai merasa pundaknya berat, ia langsung melihat istrinya.


"Pantesan pundakku terasa berat, ternyata kamu tidur," ucap Zaiden.


Tak terasa kini mereka sudah mendarat di salah satu bandara di Prancis. Mereka kini turun dari kapal terbang dan menuju pintu keluar dari bandara tersebut. Mereka masuk ke hotel yang tak jauh dari bandara.


Derly membereskan barang bawaannya, sedangkan Zaiden langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket.


Setelah Derly membereskan barang-barangnya Derly langsung duduk di kasur dan memainkan ponselnya. Zaiden kini selesai membersihkan diri, Zaiden menyuruh Derly agar segera membersihkan dirinya pula. Derly langsung menurut apa yang dikatakan suaminya. Setelah Derly selesai membersihkan diri, Derly langsung menghampiri suaminya.


"Mas aku lapar," ucap Derly.

__ADS_1


"Kamu mau makan apa?" tanya Zaiden.


"Apa saja yang penting enak," ucap Derly.


"Ya udah mas mau telepon pelayan dulu ya." ucap Zaiden. Derly hanya mengangguk.


Tak menunggu waktu lama pelayan pun mengantarkan makanan yang sudah dipesan Zaiden. Mereka memakan makanan tersebut.


"Ayo makan sayang, katanya lapar," ucap Zaiden.


Kemudian Derly pun memakan makanan tersebut, setelah makan Derly menuju kamar mandi untuk mengganti baju.


"Tidur yuk mas," ajak Derly.


"Kamu tidur duluan saja kalo udah ngantuk," ucap Zaiden.


Karena Derly sudah mengantuk akhirnya dia tertidur duluan. Tak menungu waktu lama Zaiden pun tertidur disamping Derly sambil memeluk sang istri.


Pagi harinya Derly memasak sarapan untuk suaminya, Zaiden mencari keberadaan Derly. 


"Sayang…." ucap Zaiden sambil memanggil istrinya.


"Sayang, kamu dimana sih." ucap Zaiden masih memanggil istrinya.


"Aku di dapur mas," ucap Derly.


Zaiden mendengar bahwa Derly ada di dapur, kemudian ia melangkah menuju dapu. Setelah sampai dapur, Zaiden langsung memeluk sang istri dari belakang.


Seketika Derly kaget, tapi ia tahu bahwa yang memeluknya adalah suaminya.


"Mas lepasin dulu, aku lagi masak," ucap Derly.


"Sebentar kok, nggak lama." ucap Zaiden masih memeluk istrinya.


"Sebentarnya sampe kapan mas?" tanya Derly.


"Sebentar sekitar… lima menit lagi ya" ucap Zaiden.


Derly memasak dengan teliti, Zaiden terus memeluk sang istri. Hingga Derly merasa terganggu.


"Mas ini udah lima menit lebih loh, udah ya lepasin ini makanannya sebentar lagi jadi kok" ucap Derly.


Zaiden kemudian melepaskan pelukannya dan menuju meja makan. Derly menyiapkan makanan dan piring serta gelas. Derly mengambil satu centong nasi dan lauk untuk suaminya, setelah mereka makan Zaiden berpamitan untuk menjalankan bisnisnya.


*


*


__ADS_1


Hai semua, hari ini aku rencananya nggak up sih hehe. Tapi aku usahain untuk up setiap harinya, semoga kalian suka ya sama karyaku. Jangan lupa ya tinggalkan jejak, semoga yang ninggalin jejak sehat selalu. 😊😊


Aamiin.


__ADS_2