
Hari-hari mereka lewati, tinggal di rumah mertua tidak senyaman tinggal di rumah orang tua kita sendiri.
Sesekali Derla dan Putra mampir ke rumah Zora dan Zaqi untuk menengok keadaan anak, cucu, dan menantunya.
Kini sudah bertahun-tahun tinggal di rumah Zora dan Zaqi. Zail pun kini sudah Sekolah Dasar.
Zail selalu diantar dan dijemput sekolah oleh neneknya. Sedangkan Derly hanya di rumah masak dan bersih-bersih rumah, membantu mertuanya supaya tidak terlalu kelelahan.
Malam hari kini tiba. Zaiden pun pulang dari kantornya.
Sembari menunggu suaminya selesai mandi dan berganti pakaian, Derly memainkan ponselnya.
Tidak menunggu waktu lama, Zaiden pun sudah selesai mandi dan berpakaian piyamanya.
Zaiden duduk di samping Derly, melihat istrinya yang sedang memainkan ponselnya.
"Sudah selesai, Mas?" tanya Derly.
"Selesai apa?" Zaiden bertanya balik.
"Ya selesai mandilah," ucap Derly kesal.
"Iya. Mas sudah selesai kok," ucap Zaiden.
Derly menyandarkan kepalanya di dada sang suami, sambil terus memainakn ponselnya.
Zaiden pun membiarkannya dan mengelus lembut rambut sang istri dengan lembut. Sambil membuka ponselnya.
Mereka kini memainkan ponselnya masing-masing.
Derly kini bosan memainkan ponselnya, ia pun melihat wajah tampan sang suami yang sedang menekan keyboard ponselnya.
"Mas..." Derly memanggil Zaiden dengan nada manjanya.
__ADS_1
"Hmm," sahut Zaide yang masih menatap layar ponselnya.
"Mas..." Derly kembali memanggil Zaiden.
"Kenapa? Mau bicara apa, hah?" tanya Zaiden
"Mas, kapan mau bikin rumah lagi?" tanya Derly.
"Nggak mau beli yang sudah jadi saja? Apa nggak ribet ya kalau bikin?" lagi-lagi Zaiden bertanya.
"Kita bikin saja, jangan yang sudah jadi. Takut kaya kejadian dulu," ucap Derly.
"Ya sudah, nanti Mas cari tanah yang pas buat rumah kita ya," ucap Zaiden.
"Iya. Tanahnya yang luas ya. Tapi jangan seluas yang dulu," ucap Derly. Zaiden hanya mengangguk
Karena hari sudah malam, mereka pun memutuskan untuk segera tidur.
🍁🍁🍁🍁🍁
Derly membeli beberapa jajanan seperti, risoles, putri ayu, cimplo, surabi, dan lain-lainnya. Semua itu makanan kesukaan Derly semua.
Setelah semua keinginan Derly sudah terpenuhi, akhirnya Derly memutuskan untuk pulang.
Semua belanjaan ditaruh di dalam kamar Derly, sehingga tidak ada yang bisa memakannya.
Hari kini semakin siang, Derly berjalan menuju dapur untuk memasakkan makanan kesukaan anaknya.
Setelah semua masakan sudah tersaji di meja makan, Derly duduk menunggu Zail pulang sekolah.
Tidak menunggu lama, Zail pun pulang dengan ceria seperti biasanya.
Zail berjalan menuju kamarnya untuk mengganti baju dan berkumpul di ruang makan.
__ADS_1
Tidak menunggu waktu lama, sosok Zaiden pun pulang. Derly heran dengan suaminya, tidak biasanya Zaiden pulang awal.
"Tumben kamu pulang awal, Mas?" tanya Derly.
"Iya. Lagi pengen aja." ucap Zaiden sambil duduk di salah satu kursi.
Mereka semua pun langsung melanjutkan makan siangnya.
Setelah makan siang, Derly mencuci piring. Sedangkan Zaiden membantu Zail mengerjakan tugas sekolahnya.
Setelah mencuci piring, Derly mendekati dua laki-laki kesayangannya.
Setelah semua tugas sekolah sudah selesai, Zail pun berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk memasuki kamar karena sudah mengantuk.
Kini tinggal Derly dan Zaiden yang sedang duduk berdua di ruang keluarga. Derly kembali menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
"Mas sudah mendapatkan tanah yang luas buat bikin rumah kita," ucap Zaiden.
"Serius, Mas?" tanya Derly.
"Iya, nanti kita tinggal beli bahan-bahan buat bikin rumahnya," ucap Zaiden.
"Kamu yang beli semuanya ya, Mas. Nanti bikin rumahnya yang sederhana saja, jangan besar. Terus nanti tamannya di belakang rumah. Kalau di depan kita bikin air mancur saja." ucap Derly sambil membayangkan rumah idamannya.
Zaiden hanya mengangguk mengiyakan apa keinginan sang istri. Karena rumahnya nanti akan mengatas namakan istrinya lagi.
..........................................................
Hai semuanya, terimakasih kepada para pembaca yang sudah membaca ceritaku.
Novelku bakal aku tamatin, karena nggak ada peminatnya.
Apa kalian setuju aku tamatin?
__ADS_1
Komen ya kakak-kakak😊