Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 47


__ADS_3

Sebelum tidur, Derly selalu memikirkan bagaimana keadaan suaminya saat dirinya tidak ada di rumah. Derly pun berpikir ia akan meminta izin memasang CCTV di dalam rumah dan setiap ruangan.


"Mas...." panggil Derly sambil memegang lengan Zaiden.


"Ada apa?" tanya Zaiden.


"Nanti besok kamu pasang CCTV ya, aku takut terjadi apa-apa sama kamu dan rumah ini," usul Derly.


"Iya. Kamu tenang saja, nanti besok kita pasang CCTV disetiap ruangan. sekarang kita tidur ya," ucap Zaiden.


"Iya." Derly menjawab singkat dan mulai memejamlan matanya.


Mereka pun larut kedalam mimpi mereka masing-masing.


Pagi hari.


Derly bangun pagi-pagi dan seperti biasa membersihkan badannya dan melihat anaknya.


Kini waktunya sarapan, mereka sudah berkumpul di ruang makan. Mereka sarapan dengan lahap.


Derly melihat suaminya yang berpakaian santai.


"Mas, kamu nggak berangkat ke kantor?" tanya Derly. Zaiden hanya menggelengkan kepala.


"Kenapa nggak ke kantor?" Derly bertanya lagi kepada suaminya.

__ADS_1


"Mas mau beli CCTV buat kita pasang hari ini, nanti besok kamu sama Zail kan berpariwisata, Mas juga sibuk. Banyak banget berkas-berkas yang harus ditanda tangani," ucap Zaiden. Derly hanya mengangguk menandakan bahwa ia mengerti.


Setelah sarapan Derly dan Zail pun berpamitan dan pergi ke sekolah seperti biasa menggunakan mobil merah milik Derly.


Zaiden berangkat ke toko CCTV dan membeli yang paling kecil sehingga tidak bisa dilihat oleh orang.


Zaiden memasangkan di sudut sisi tembok dan beberapa tempat lainnya. Zaiden memasangkan CCTV dengan hati-hati dan tanpa sepengetahuan siapa pun.


Kebetulan Fany sedang pergi ke pasar untuk mengisi setiap kulkas. Entah itu minuman dingin, sayur-sayuran atau cemilan.


Tiba-tiba pintu terbuka, Zaiden langsung membenarkan posisi berdirinya.


"Pak Zaiden tidak pergi ke kantor?" tanya Fany yang masih membawa belanjaannya.


"Saya hari ini tidak ke kantor. Tolong kamu siapkan cemilan dan minuman buat saya, saya tunggu di ruang baca." ucap Zaiden langsung berjalan meninggalkan Fany yang masih berdiri.


Awal Fany bertemu Zaiden, Fany tertarik dengan wajah tampannya. Tapi, setelah masuk ke dalam rumah yang besar dan mewah seperti istana, maka Fany sekarang hanya tertarik pada isi rumah tersebut.


Fany dengan segera membuat minuman dan cemilan. Lalu Fany bawa ke ruang kerja di mana tempat keberadaan Zaiden sekarang.


Fany meletakan minuman dan cemilan yang barusan ia beli dan meninggalkan Zaiden yang masih terfokus pada layar laptopnya.


'Syukurlah, untung Fany tidak tahu apa yang aku rencanakan tadi,' batin Zaiden.


Zaiden pun mengerjakan pekerjaan kantornya di dalam ruang baca, menandatangani dan memakan cemilan dan minuman.

__ADS_1


Setelah selesai mengerjakan semuanya, Zaiden berjalan menuju kamarnya dan kembali memainkan ponselnya.


Hari kini sudah siang. Derly dan Zaik sedang dalam perjalanan pulang. Zaiden hanya duduk di dalam kamar dan menonton berita.


Ding dong... ding dong... ding dong.


Bel rumah berbunyi. Fany segera membukakan pintu dan mempersilahkan majikannya untuk segera masuk.


Mereka kini sudah berada di ruang makan untuk makan siang. Sedangkan Fany hanya duduk di dapur sambil merencanakan selanjutnya.


'Aku tidak tahu, berapa lama nyonya Derly berpariwisata, tapi rencana ini harus berjalan lancar," batin Fany sambil terus berpikir.


Setelah makan siang selesai, Derly berjalan ke kamar untuk membereskan barang-barang yang akan ia bawa.


Zail berjalan mencari keberadaan Derly. Setibanya di kamar Derly, Zail memeluk bundanya.


"Bunda... apakah semuanya sudah selesai?" tanya Zail.


Zail memang jarang sekali berpariwisata. Setelah kejadian meninggalnya Liza. Derly dan Zaiden terus berada di rumah, jalan-jalan hanya di sekitar kota tersebut. Tidak meninggalakan kota itu.


Rasa trauma dan kehilangan sebenarnya masih ada pada pikiran Derly. Tapi Derly segera menepis masa lalu yang membayangkan tentang Liza.


"Semuanya sudah selesai kok, kamu tenang saja." ucap Derly sambil tersenyum ke arah Zail.


..........................................................

__ADS_1


Jangan lupa Vote😊. Nanti author Vote back.


__ADS_2