
"Yaudah sekarang ayo tidur," ucap Zaiden.
Derly mengangguk dan tanpa menunggu waktu lama mereka pun kini tertidur.
Pagi harinya Derly memasak banyak makanan untuk sarapan pagi ini, setelah makanan matang Derly langsung menyuruh suaminya agar segera sarapan dan pergi ke kantor.
Setelah sarapan Zaiden langsung pergi ke kantor, tanpa Zaiden sadar ternyata berkas yang ia kerjakan ketinggalan dirumah. Zaiden tersadar akan hal itu sesampainya di kantor, Zaiden langsung menelpon Derly.
*Panggilan on*
"Halo Mas," (Derly)
"halo," (Zaiden)
"Ada apa Mas?" (Derly)
"Berkas Mas, ketinggalan di kamar," (Zaiden)
"Mas, mau aku anterin kesana?" (Derly)
"Iya Mas mau kamu anterin berkas itu nanti siang ya, jangan lupa masakin Mas makanan buatan kamu," (Zaiden)
"Iya Mas nanti siang aku bawain berkas sama makan siangnya," (Derly)
"Makasih ya Sayang, kamu memang pengertian deh," (Zaiden)
"Iya," (Derly)
"Udah dulu ya Yang, mas mau ngerjain berkas-berkas lagi. Supaya Mas nanti besok libur lagi," (Zaiden)
"Iya Mas, semangat," (Derly)
"Iya makasih, bye," (Zaiden)
"see you." (Derly)
*Panggilan off*
Derly kini teras rumahnya, bersantai dan meminum secangkir teh hangat.
"Kamu lagi apa?" tanya Derla.
"Ini Mom aku lagi nyantai aja," ucap Derly.
"Lanjutin aja ya, Mommy mau beres-beres kamar dulu." ucap Derly sambil melangkah menuju kamarnya.
Jam menunjukkan pukul setengah sebelas siang, Derly menemui Derla. Derly menanyakan menu apa yang akan menjadi makan siang mereka berdua. Kemudian Derla pun menjawab ia akan memasakan makanan yang mudah untuk dimasak.
Derly duduk dipinggir Derla, mereka menonton tv bersama. Setelah menonton tv mereka bergegas menuju dapur dan memasak menu yang menurut mereka simpel.
Setelah semua makanan sudah matang Derly mengambil kotak nasi dan memasukkan nasi ke dalam kotak tersebut.
"Nasinya mau dibawa kemana?" tanya Derla.
"Mau dibawa ke kantornya Mas Zaiden Mom," ucap Derly.
"Kok tumben minta dianterin?" tanya Derla.
__ADS_1
"Katanya berkas yang kemarin dikerjakan ketinggalan Mom, jadi setelah aku makan siang aku anterin berkas sama makanan ini," ucap Derly.
"Kok bisa ketinggalan?" tanya Derla.
"Akhir-akhir ini Mas Zaiden jadi pelupa Mom, Mas Zaiden juga hari ini kayaknya lembur. Nanti besok kita akan pindah." ucap Derly mengatakan bahwa ia akan pindah rumah nanti esok hari.
"Kalian mau pindah kemana?" tanya Derla.
"Katanya sih rumahnya nggak jauh dari sini, nggak jauh juga dari mamah sama papah," ucap Derly.
"Oh rumah yang besar itu?" ucap Derla.
"Mommy tahu?" tanya Derly.
"Iya Mommy tahu, kamu belum tahu?" Derla bertanya balik.
"Aku belum tahu Mom," ucap Derly.
"Yaudah ayo kita makan dulu," ucap Derla.
Mereka pun memakan makan siangnya. Setelah makan siang Derly menuju kamarnya untuk mengambil berkas-berkas, setelah mengambil berkas Derly langsung berjalan menuju bagasi mobil. Derly melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah, karena ia takut akan terjadi apa-apa dengan dirinya.
Setelah sampai kantor Derly langsung menuju ruangan suaminya. Derly langsung masuk dan menyapa Zaiden.
" Hai Mas," ucap Derly.
"Hai, kamu kapan sampainya?" tanya Zaiden.
"Baru tadi Mas," ucap Derly.
"Kamu duduk aja di sofa itu ya, Mas mau beres-beres ini dulu," ucap Zaiden.
Setelah Zaiden membereskan berkas-berkasnya, Zaiden duduk disamping Derly.
"Kamu udah makan?" tanya Zaiden.
"Alhamdulillah udah Mas," ucap Derly.
"Mau makan lagi nggak?" tanya Zaiden.
"Ya gak lah, aku baru aja makan. Dan sekarang masih kenyang," ucap Derly.
"Yaudah jadi Mas sendirian nih yang makan siang," ucap Zaiden.
"Iya. Cepetan gih dimakan, ini udah hampir habis jam makan siangnya," ucap Derly.
"Kan perusahaan ini milik Mas," ucap Zaiden.
"Oh iya, lupa aku hehe," ucap Derly.
Zaiden pun mulai memakan makan siangnya, Zaiden hari ini akan lembur supaya besoknya ia akan pindahan.
"Mas nanti kamu pulang jam berapa?" tanya Derly.
"Mas hari ini rencananya pulang malam," ucap Zaiden.
"Mas makannya udah?" tanya Derly. Zaiden hanya mengangguk.
__ADS_1
Derly membereskan semuanya. Setelah tahu suaminya akan pulang malam Derly langsung berpamitan pulang.
"Mas aku pulang duluan ya," ucap Derly.
"Iya, hati-hati dijalan ya," ucap Zaiden.
"Semangat Mas." Ucap Derly sambil melangkah keluar ruangan.
Derly menuju lift. Setelah turun dari lift Derly langsung menuju parkiran. Setelah sampai rumah Derly langsung mengemasi barang-barang yang menurut ia penting.
Derly mengemasi barang-barangnya ke dalam kardus kosong. Tidak lupa juga Derly membawa fotonya bersama Marty dan kedua orang tuanya.
Hari sudah semakin senja, setelah sholat maghrib Derly menuju dapur untuk membantu Mommynya masak. Setelah makanan sudah siap dihidangkan Derly dan orang tuanya makan malam bersama tanpa Zaiden.
Setelah makan siang seperti biasa mereka berkumpul di ruang keluarga. Derly mengatakan bahwa ia dan suaminya akan pindah esok hari.
Rasa tak rela? jelas Derla sebenarnya tak rela anak semata wayangnya pindah rumah. Rumah yang menjadi saksi masa kecilnya Derly.
Begitu juga dengan Derly, sejujurnya ia juga tak rela pindah rumah. Derly tahu perasaan Mommy kesayangannya pasti akan sedih, tapi Derla selalu menampakkan senyumannya.
Hari kini semakin larut, Derla dan Putra sudah memasuki kamarnya. Lain dengan Derly yang sedang menunggu suaminya pulang.
Zaiden akhirnya pulang pukul sebelas malam. Zaiden mengetuk pintu, Derly langsung bergegas membukakannya.
Derly membukakan pintu tersebut.
"Kamu belum tidur?" tanya Zaiden.
"Belum, aku nungguin kamu," ucap Derly.
"Yaudah ayo masuk Mas," sambung Derly.
Mereka langsung masuk ke kamar, Zaiden membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan piyama tidur. Zaiden duduk disamping Derly.
"Kamu mau makan Mas?" tanya Derly.
"Nggak usah, ini udah malam. Mas takut gendut kalo malam-malam makan," ucap Zaiden.
"Mending kita tidur saja, lagian ini udah malam. Nanti besokkan pindah rumah," ucap Zaiden. Derly hanya mengangguk.
Mereka pun berbaring diatas kasur. Tak lama kemudian mereka terlelap kedalam dunia mimpi.
Derly dan Zaiden memang merencanakan pindah rumahnya setelah sarapan.
Derly masak nasi goreng untuk menu sarapan kali ini. Setelah sarapan Putra langsung menuju kantornya, Putra memang akhir-akhir ini sangat sibuk.
"Sayang, maaf ya Daddy gak bisa nganterin kamu pinda rumah. Akhir-akhir ini Daddy sibuk," ucap Putra.
"Iya Daddy, yang penting Daddy harus jaga kesehatan ya walaupun sedang sibuk," ucap Derly sambil tersenyum.
"Iya, sekali lagi Daddy minta maaf ya," ucap Putra. Derly hanya mengangguk.
"Mommy ikut ya Mom," ucap Derly.
"Iya Mommy pasti ikut kok," ucap Derla sambil tersenyum.
******************************************
__ADS_1
Hai semuanya, terimakasih atas support dan dukungannya. Semoga kalian suka ya sama cerita ku.
Jangan lupa tinggalkan jejak dan vote ^_^. Aku tunggu ya😊.