
Derly berpikir lagi, memang benar apa yang dikatakan suaminya. Akhirnya Derly mengiyakan pilihan suaminya.
Zaiden memilih salah satu dari mereka. Zaiden memiloh Fany. Karen Fany lah yang berpakaian sedikit lebih sopan dari yang lain.
Fany pun berterimakasih kepada Derly dan Zaiden.
"Kamu besok datang ke rumah," ucap Derly.
"Iya, Nyonya." jawab Fany sambil tersenyum senang.
'kini tinggal lanjutin rencana apa yang harus aku lakukan,' batin Fany sambil tersenyum jahat.
Derly dan Zaiden pun mulai melaju kembali menuju sekolah yang akan Zail menuntut pendidikan.
Setelah sampai taman kanak-kanak, mereka memasuki kantor guru. Derly mengetuk pintu.
Tok... tok... tok
"permisi," ucap Derly.
"Iya, Bu. Silahkan masuk saja." ucap salah satu guru tersebut dan mempersilahkan mereka untuk masuk. "Apa ada yang bisa saya bantu?"
"Gini, Bu. Saya mau mendaftarkan anak saya untuk sekolah," ucap Derly.
Guru tersebut pun mengeluarkan formulir untuk pendaftaran. "Silahkan diisi dulu, Bu. Diisi juga nomor telepon Ibu ata Bapak," ucap Guru itu.
Derly pun mulai mengisi formulir pendaftaran tersebut. Setelah selesai, Derly menyerahkan ke suaminya untuk tanda tangan di bawah.
Setelah semua selesai. Mereka kembali menuju rumah makan terdekat. Karena hari sudah semakin siang, jadi mereka memutuskan untuk makan sing di luar lagi.
Setelah makan siang, mereka memutuskan untuk segera pulang karena capek dan cuaca yang sangat panas.
Ditengah perjalanan pulang, Zail sudah tertidur dipangkuan Derly. Derly hanya memeluk anaknya hingga sampai rumah.
Tidak menunggu lama, mereka kini sudah sampai di depan rumah. Mereka turun dan mulai memasuki rumah.
__ADS_1
Derly membaringkan Zail di kasurnya. Sedangkan Zaiden langsung duduk di sofa. Zaiden langsung mengambil remote pendingin udara.
Derly duduk di samping suaminya. Karena rasa haus yang mulai menyerang. Derly hendak berjalan menuju kulkas.
"Kamu mau ke mana?" tanya Zaiden.
"Aku mau ke kulkas, haus, Mas." ucap Derly sambil memegang lehernya.
"Sekalian ya bikinin es sirup," perinta Zaiden, Derly hanya mengangguk.
Derly pun berjalan menuju kulkas dan membuat es sirup buat suami dan dirinya.
Setelah selesai, Derly berjalan menuju suaminya dan menaruh es itu di atas meja yang ada di depan.
Derly meminumnya. Segar sekali rasanya setelah panas-panasan di luar.
Hari semakin sore. Derly mulai membuka kulkas dan mengambil beberapa bahan untuk ia masak.
Derly mulai masak. Derly memasak untuk makan malam hari ini tidak terlalu banyak.
Derly pun mulai berjalan menuju kamar anaknya. Ternyata anaknya kini sudah bangun dan sedang duduk terdiam sendirian. Derly mendekati Zail.
"Anak, Bunda. Ternyata sudah bangun, ayo mandi!" ajak Derly.
Zail hanya mengikuti langkah Derly. Derly memandikan Zail dan memakaikan baju tidur.
karena hari semakin malam, mereka pun makan malam seperti biasa. Setelah makan malam mereka kembali ke kamar masing-masing.
Pagi hari....
mereka semua bangun pagi-pagi dan bersiap-siap. Zaiden hendak ke kantornya sedangkan Derly dan Zail bersiap-siap menuju sekolahan. Tepatnya taman kanak-kanak.
Tiba-tiba bel rumah berbunyi. Derly berjalan mendekati pintu dan membukanya. Ternyata Fany yang datang dengan membawa satu koper yang berisikan bajunya.
"Silahkan, masuk. Kamar kamu ada didekat dapur kotor." ucap Derly mempersilahkan Fany untuk masuk.
__ADS_1
Begitu masuk kedalam rumah, Fany takjub dengan isinya. Semua barang-barang mahal tentunya.
'Andai aku yang menjadi Nyonya pemilik rumah ini, pasti aku sangat bahagia' batin Fany.
Fany berjalan menuju kamarnya dan menaruh koper. Fany pangsung ke dapur untuk segera memasak sarapan majikannya.
Setelah sarapan sudah selesai, Fany mendekati mereka dan mengatakan bahwa makanan sudah siap untuk dimakan.
Mereka semua pun berjalan menuju ruang makan. Setelah sarapan Zaiden berangkat lebih dulu karena ada sesuatu yang terjadi di kantornya.
Derly pun kini sudah selesai sarapan begitu juga dengan Zail.
"Bunda, ayo berangkat!" ucap Zail.
Mereka menuju bagasi mobil. Sudah lama Derly tifak memakai mobil kesayangannya di mana hadiah ulang tahun ke 19 oleh ayahnya.
Kini tinggal Fany sendirian di dalam rumah. Fany membersihkan ruangan demi ruangan.
'Apa nggak ada asisten rumah tangga lagi? Rumah ini kan besar, seharusnya lebih dari satu. Bisa capek sendiri gue' batin Fany
Setelah semuanya selesai, kini Fani duduk di sofa. Rasanya sangat capek, harus bersihin rumah yang begitu besar. Berkali-kali lipat dari rumahnya.
Fany berjalan menuju kamar Derly dan Zaiden. Ia mengacak-ngacak banyak barang dan menaruhnya kembali.
Dan Fany menemukan....
..........................................................
Fany menemukan apa ya kira-kira? Apa yang Fany cari?
Penasaran?
ikuti terus ya๐
Jangan lupa tinggalkan jejak di like, komentar, dan vote๐
__ADS_1