Kisah Cinta Derly

Kisah Cinta Derly
BAB 56


__ADS_3

Derly dan Zora membeli banyak sayuran untuk acara seperti syukuran. Tidak hanya sayuran, mereka membeli beberapa jajanan pasar.


Zail merengek-rengek meminta dibelikan lolipop. Bukan Derly tidak membelikannya, namun Derly takut nanti anaknya akan merasakan sakit gigi.


Zora sebenarnya tidak melarang Derly untuk tidak membelikan lolipop, Zora juga tidak melarang untuk Zail memakan lolipop itu.


"Bunda ... beli lolipop. Satu kali saja," rengek Zail.


"Kamu jangan makan lolipop dulu ya, nanti gigi kamu sakit. Bunda nggak mau kamu sakit gigi," ucap Derly.


"Kali ini saja ... boleh ya, Bun?" Zaiden kembali merengek.


"Belikan saja satu, kasihan anak kamu," ucap Zora.


Akhirnya mau tidak mau Derly membelikan Zail lolipop.


"Terima kasih, Bunda," ucap Zail. Derly hanya mengangguk.


"Semua sudah selesai, Mah?" tanya Derly.


"Kayaknya sudah, yuk pulang!" ajak Zora.


Mereka pun menuju mobil. Sungguh banyak yang mereka beli, sayuran buah-buahan, jajanan, dan lain sebagainya.


Setelah sampai, belanjaan mereka dilatakan di kulkas.


"Nanti sore kita potong-potong sayuran ya sampai malam. Kamu jangan tidur," ucap Zora.


"Nggak pagi saja, Mah? Malam itu waktu orang istirahat," ucap Derly.


"Kalau sudah dipotong-potong, kita jadi lebih mudah. Nanti Mamah sama kamu bagi tugas biar cepat kelar," ucap Zora. Derly hanya mengangguk.

__ADS_1


makan siang kini sudah siap dihidangkan. Zaqi dan Zaiden pun sudah sampai rumah tepat sekali.


Zaiden dan Zaqi menuju kamar masing-masing untuk membersihkan badannya dan mengganti baju.


Setelah selesai dan semuanya berkumpul, mereka semua langsung melaksanakan makan siang karena perut terus berbunyi.


Setelah makan siang Derly memutuskan untuk tidur siang, karena malam nanti akan memotong sayuran. Begitu juga dengan Zora.


Sedangkan Zaqi, Zaiden, dan Zail berkumpul di ruang euarga sambil menonton ton berita.


Tiba-tiba Zail menangis, Zaqi dan Zaiden langsung menanyakan kenapa menangis?


"Gigi Zail sakit, Ayah." Ucap Zail sambil memegang pipinya.


"Tadi siang makan apa?" Zaqi bertanya.


"Lolipop ... hiks ... hiks." ucap Zail sambil tidak berhenti menangis.


Zail hanya menggelengkan kepala. "Bukan bunda yang beliin. Tapi Zail yang minta, Ayah sakit hiks ... hiks."


"Ya sudah. ayo kita ke dokter. Bunda sama nenek nggak udah diajak. Mereka lagi istirahat," ucap Zaqi.


Tanpa basa-basi, Zaiden langsung mengambil kunci mobil. Mereka langsung menuju dokter gigi terdekat.


Setelah mereka sampai, Zaiden langsung menuju ruangan dokter gigi.


"Dokter ... anak saya giginya sakit," ucap Zaiden.


Dokter pun langsung menangani Zail. Memeriksa satu persatu gigi Zail.


Dokter menemukan ada sedikit lubang di gigi Zail. Dokter menyarankan agar Zail tidak memakan makanan yang terlalu manis seperti permen dan kawan-kawannya.

__ADS_1


Dokter menuliskan resep obat untuk diminum sesudah makan. Tapi Zail takut Derly marah.


Sepanjang perjalanan pulang, Zail selalu memikirkan bagaimana agar sang bunda tidak memarahinya.


Zaiden yang tahu akan kegelisahan Zail pun mulai menenangkan sang buah hati.


"Tenang, Ayah nggak bakal bilang ke bunda kok. Begitu juga dengan Kakek, iya nggak, Kek?" tanya Zaiden pada Zaqi. Zaqi hanya mengangguk dan tersenyum.


"Ayah sama Kakek beneran?" tanya Zail.


"Beneran apa?" tanya Zaqi.


"Beneran nggak bilang ke bunda, Zail sakit gigi," ucap Zail.


Mereka berdua mengangguk. Terima kasih Kakek, Ayah." Ucap Zail.


Setelah mereka sampai, ternyata Derly dan Zora sedang memotong sayuran. Zail mulai gugup.


"Habis dari mana?" tanya Derly.


"Habis jalan-jalan sebentar," jawab Zaiden.


'Bunda marah nggak ya ... kalau tahu aku sakit gigi,' batin Zail.


"Sudah sana kamu masuk kamar!" bisik Zaiden


Zail langsung nurut, dia berlari menuju kamarnya. Seharusnya Zail tidak lari, karena itu yang membuat Derly mencurigainya.


"Zail kenapa lari? Ada yang kalian sembunyiin dari aku, Mas?" tanya Derly.


"Nggak ada kok. Zail tadi di mobil sudah ngantuk. Makanya tadi aku bisikin dia buat ke kamar," ucap Zaiden berbohong.

__ADS_1


__ADS_2