
Hai semuanya bertemu lagi dengan aku😊. Jangan lupa tinggalkan jejak ya, supaya aku bisa feedback kalian😊
Happy reading semuanya…
Kini Derly merenungkan diri tanpa sepengetahuan orang tuanya. Dia selalu berpikir, kenapa orang yang berada didekatnya pergi.
'Aku sudah gak mau pacaran lagi, jika nanti ada yang mencintaiku maka nikahkan lah aku segera' batinnya.
Suara ketikan pintu kamar Derly terdengar, dan masuklah seseorang dari balik pintu.
"Sayang, turun yuk!" ajak Derly.
"Ada apa Mommy?" tanya Derly.
"Mommy sama Daddy mau ngomong sebentar diruang keluarga," ucap Derla.
Lalu mereka berjalan bersama menuju ruang keluarga, menghampiri Putra yang berada di ruang keluarga.
"Daddy," sapa Derly sambil duduk di sofa.
"Daddy mau bicara sama kamu!" ucap Putra.
"Dady mau bicara apa?" tanya Derly.
"Daddy sama Mommy mau menjodohkan kamu!" ucap Putra.
"Apa?, Daddy gak salah nih!" ucap Derly kaget.
"Daddy gak salah ngomong Sayang, Daddy mau menjodohkan kamu sama anak sahabatnya Daddy. Dia orangnya baik kok, pengertian, sopan," ucap Putra.
"Baiklah Derly terserah sama Daddy aja," ucap Derly pasrah.
"Nanti minggu depan keluarganya kesini," ucap Putra.
"Kok cepet banget sih Dad?" tanya Derly.
"Masa niat baik mau ditunda-tunda," ucap Putra.
"Ya udah deh. Mommy, Daddy, aku ke kamar dulu ya udah malam," pamit Derly
"Iya Sayang," ucap mereka berdua.
Hari-hari berlalu. Kini tibalah saatnya pertemuan antara dua keluarga.
"Derly sebentar lagi tamunya datang kamu pakai ini ya." Ucap Derla sambil menyodorkan satu pasang baju yang cantik.
"Kok baju ini Mom?" tanya Derly.
"Iya Derly nanti kamu pakai baju ini. Karena calon suami suka melihat wanita yang berpakaian cerah," ucap Derla.
"Ya udah Derly pake baju ini," ucap Derly pasrah.
Derly kini mengenakan baju yang berwarna cerah dan terdapat manik-manik cantik. Derly selalu melihat penampilannya, dan bertanya apakah ini aku?.
Disisi lain
Derla dan Putra sedang menunggu calon besannya. Suara ketukan pintu terdengar
Tok ... tok ... tok.
Derla dan Putra kemudian menyambut kedatangan calon besannya.
"Apa ada orang?" sapa wanita paruh baya dan laki-laki paruh baya bersamaan.
"Iya tunggu sebentar," jawab Derla dan Putra bersamaan.
"Ayo silahkan masuk!" ucap Derla mempersilahkan calon besannya masuk.
Mereka pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Mereka berbincang-bincang mengenai perjodohan ini, Derla kini bingung kenapa calon besannya hanya sepasang suami istri.
"Ke mana anaknya bu?" tanya Derla.
__ADS_1
"Oh anak saya ada urusan sedikit katanya, kalau urusannya selesai baru kesini," ucap besannya.
Tak berapa lama suara pintu terdengar.
Tok….tok….tok.
Derla langsung membukakan pintu
"Permisi Tante," sapa Zaiden
Iya, Zaiden adalah nama calon suami Derly.
"Kamu anaknya Zora?" tanya Zaiden
"Iya, Tan," jawab Zaiden.
"Oh, ayo masuk," ucap Derla mempersilahkan Zaiden masuk.
"Ini calon mantuku?" tanya Putra.
"Iya ini anak saya," ucap calon mertua Derly.
"Terus calon menantuku mana?" tanya Zora.
"Oh iya, nanti ya aku panggilin dulu," ucap Derla.
Derla kemudian beranjak memanggil anaknya. Derla dan Derly kini berjalan berdampingan.
"Hai, Om, Tante." Sapa Derly
"Hallo." Ucap mereka bersamaan.
Mereka membicarakan tentang pernikahan anak-anaknya. Mereka kini menyetujui pernikahan jatuh pada bulan depan. Derly dan Zaiden hanya bisa berpasrah apa yang direncanakan oleh kedua orang tuanya.
Hari-hari berlalu kini tinggal menghitung hari dimana mereka akan melakukan pernikahan.
"Aiden, sana kamu ajak calon istri kamu fitting baju buat acara pernikahan kamu nanti!" ucap Zora.
Zaiden langsung mengendarai mobilnya menuju rumah calon istrinya. Setelah sampai didepan rumah Derly, Zaiden langsung mengetuk pintu rumah tersebut.
Tok...tok...tok.
Derla yang mendengar pintu rumahnya diketuk, dia langsung membukakan pintu itu.
"Hai, Tante." Sapa Zaiden.
"Hai." Ucap Derla sambil tersenyum.
"Derly-nya ada Tente?" tanya Zaiden.
"Ada, mau fitting baju pengantin ya?" tanya Derla.
"Iya, Tante." jawab Zaiden sambil tersenyum.
Derla mempersilahkan Zaiden masuk terlebih dahulu, dan menyuruhnya tunggu di sofa.
"Tunggu sebentar ya, Tante panggilkan Derly-nya dulu." ucap Derly. Zaiden hanya mengangguk dan tersenyum
Derla menuju kamar Derly. Setelah sampai di kamar Derly, Derla langsung mengetuk pintu.
Tok..tok...tok.
"Masuk!" ucap Derly singkat dari dalam kamarnya.
Derla langsung masuk dan mengatakan.
"Itu di depan ada calon suami kamu," ucap Derla.
"Dia ke sini mau ngapain Mom?" tanya Derly.
"Katanya mau fitting baju pengantin," jawab Derla. "Kamu siap-siap gih" lanjut Derla.
__ADS_1
"Iya." jawab Derly singkat.
Derla kemudian keluar dari kamar Derly, dan berjalan menuju ruang tamu.
"Tunggu ya Derly-nya lagi siap-siap," ucap Derla.
"Iya, Tante." Ucap Zaiden singkat.
Tak nunggu berapa lama, Derlypun datang.
"Hai," sapa Derly sambil tersenyum.
"Gih sana cepetan fitting baju, nanti terlambat," ucap Derla.
"Iya Mom, Mom Derly pergi dulu ya" ucap Derly berpamitan.
"Iya tan, aku pamit dulu tan" ucap Zaiden.
Mereka kini sudah berada didalam mobil Zaiden. Derly kini canggung karena baru pertama kali jalan bersama calon suaminya.
"Kenapa kamu canggung ya?" tanya Zaiden.
"Emmm, nggak kok," ucap Derly gugup dan menunduk.
"Kalo nggak kenapa menunduk?" tanya Zaiden sambil menggoda Derly.
"Masih lama ya nyampe butiknya?" tanya Derly mengalihkan pembicaraan.
"Sebentar lagi nyampe kok," jawab Zaiden.
Tak menunggu berapa lama mereka pun sampai. Derly dan Zaiden langsung turun dari mobil, dan menuju butik gaun pengantin.
"Ayo masuk!" ucap Zaiden. Derly hanya mengangguk
Mereka masuk berdampingan menuju pintu butik tersebut. Setelah memasuki butik tersebut pelayan pun datang.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan butik tersebut.
"Saya mau beli gaun pengantin," ucap Zaiden.
"Mari ikut saya!" ucap pelayan butik tersebut.
Pelayan butik mempersilahkan Derly dan zaiden duduk di kursi yang sudah disediakan. Pelayan menyodorkan berbagai macam gaun pengantin, Derly bingung harus pilih yang mana. Karena gaun-gaun itu terlihat sungguh cantik dan elegan.
Zaiden yang melihat Derly yang sedang bingung menyarankan agar memilih pilihannya sendiri. Dan berkata.
"Ayo pilihlah mana yang kamu suka," ucap Zaiden.
"Aku bingung, semuanya cantik dan bagus," ucap Derly.
"Mau aku bantu?" tanya Zaiden.
Zaiden langsung memilih gaun yang menurut ia cerah dan gak terlalu ribet.
"Gimana kalau ini? Kamu suka gak?" tanya Zaiden.
"Boleh, aku suka kok," ucap Derly sambil tersenyum.
Mereka menyetujui gaun yang akan Derly pakai, pelayan langsung menyerahkan gambar gaun tersebut ke desainer.
Derly dan Zaiden mulai melanjutkan perjalanan mereka. Seketika Derly bingung kenapa arah jalan pulangnya berbeda?.
"Mau kemana lagi? Ini kan bukan jalan pulang?" tanya Derly bingung
"Kita mau ke Mall," jawab Zaiden.
"Seruis??" tanya Derly sambil tersenyum.
"Iya serius, kamu kok seneng banget? kaya nggak pernah ke Mall aja," ucap Zaiden.
"Iya emang aku belum pernah ke Mall lagi setelah sahabatku pindah," jawab Derly sambil menunduk sedih mengingat sahabatnya.
__ADS_1