
Derly melanjutkan memotong sayuran, sedangkan Zaiden mengendap-endap memasuki kamar Zail sambil membawa obat dan segelas air putih.
"Anak Ayah, sini. Ayo cepat minum obat dulu, sebelum sakit gigi kamu kumat." Ucap Zaiden sambil meletakkan segelas air putih dan obatnya di atas meja.
Zail turun dari kasurnya dan menghampiri sang Ayah. Zail langsung meminum obat itu.
"Tidurlah, pasti bunda akan curiga kalau kamu belum tidur. Asal tidurnya jangan lama-lama, sebelum magrib harus bangun." Ucap Zaiden sambil melangkah pergi meninggalkan kamar Zail.
Zail langsung tidur, dan mengingat pesan sang ayah agar sakit giginya mereda.
sedangkan di sisi lain. Derly yang masih setia memotong sayuran dan Zora yang sedang menyiapkan rempah-rempah lainnya.
Hari kini semakin sore, Derly memasak untuk makan malam. Sedangkan Zora masih setia menyiapkan rempah-rempah.
Makan malampun kini siap. Derly memanggil suami, mertua, dan anaknya.
Mereka makan malam bersama, setelah makan malam Derly melanjutkan pekerjaannya dan Zaiden membereskan barang-barang yang perlu dibawa.
"Nanti besok tinggal masak, terus dibungkus dan dikasih ke tetangga Mamah sama tetangga baru kamu," ucap Zora.
__ADS_1
"Iya, Mah. Derly paham," ucap Derly.
Semua sayur dan rempah-rempah sudah siap. Mereka kembali ke kamar masing-masing.
"Sudah selesai motong sayurannya?" tanya Zaiden.
"Sudah, Mas. Aku capek banget, ngantuk juga." Ucap Derly sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
"Ya sudah tidur saja kalau ngantuk," ucap Zaiden.
Derly pun mulai memejamkan matanya dan mulai terbawa ke alam mimpi. Sedangkan Zaiden masih memainkan laptopnya. sejenak dan mulai merebahkan tubuhnya.
Pagi hari....
Semua masakan sudah selesai. Zaiden mulai memasukkan barang-barangnya ke dalam bagasi mobil dan melaju menuju rumah barunya.
Zail selalu mengikuti Zaiden ari belakang dan membantu membawakan barang-barang yang menurut dia ringan.
Derly mulai memasukkan makanan tersebut ke dalam wadah yang sudah disediakan. Zira menghitungnya agar lebih mudah saat membagikan.
__ADS_1
Semua barang-barangnya sudah dimuat dan sudah di rumah baru semua Kini Derly dan Zora membagikan makanan terlebih dahulu kepada anak yatim piatu yang ada di sekitar rumahnya.
Setelah itu baru ke rumah Derly untuk membagikan makanan tersebut kepada orang-orang di sekitar.
Semua berkumpul di rumah baru Zaiden, anak yatim piatu, fakir miskin, orang yang kurang mampu, dan lain sebagainya.
Tidak terasa, acarapun selesai, Zira dan Zaqi pulang ke rumah mereka. Sedangkan Zaiden, Derly dan Zail tengah duduk santai di ruang utama.
"Nanti ke depannya, kita harus saling berbagi. Kamu lihat sendiri'kan mereka senang ketika mendapat rezeki," ucap Zaiden.
"Iya nanti aku bakal sering berbagi ke mereka." Ucap Derly sambil tersenyum.
"Ayah, Bunda. Zail mau lihat kamar Zail dulu ya!" pamit Zail.
Mereka berdua pun mengangguk. Zail langsung melihat kamarnya. Tersusun dan sangat rapi. Terdapat kamar mandi sendiri seperti rumahnya yang dulu, serta ruangan bermain. Terdapat berbagai permainan.
Zail langsung memainkan satu persatu. Dan mengembalikan ke tempat asalnya.
Sedangkan Derly dan Zaiden masih asik menonton berita. Sambil memakan cemilan yang selalu Derly siapkan..
__ADS_1
Karena hari sudah sore, Derly melangkah menuju dapur dan Zaiden melangkah menuju kamarnya untuk mandi dan ganti baju.
Mereka makan malam bersama dan sesekali mengobrol obrolan ringan. Karena Zaiden sedang berada di tengah-tengah mereka.