KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
"Pengenalan Tokoh"


__ADS_3

Baiklah sebelum mulai masuk ke dalam cerita. Author akan mengenalkan beberapa tokoh inti dalam cerita Ku Pilih Dia.



Ali Syahputra adalah seorang putra bungsu dari keluarga pak Bambang dan ibu Rosmala. Orang tuanya dikenal kaya oleh warga di desa setempat. Dia sekarang merantau ke kota dan tinggal bersama kakak perempuannya di rumah kakak ipar Ayahnya.



Elena Syaputri Anjani adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Dia adalah anak dari keluarga pak Sutisno dan bu Nengsi. Dia merantau dari kotanya ke kota lain. Orang tuanya adalah pengusaha meubel di daerah yang ia tinggali.



Namanya adalah Mia Intan Permata. Anak semata wayang dari pasangan pak Bagas dan bu Intan. Bapaknya adalah seorang guru sekolah dasar, sedangkan ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga.



Dia adalah Romo Alexander, putra bungsu dari keluarga pak Benyamin dan bu Lasmini. Orang tuanya berusaha sebagai buruh tani di desanya.


Baiklah itu adalah tokoh inti dari novel ini. Untuk tahu bagaimana cerita mereka, yuk simak ceritanya yabg sudah author bikin.


...


Pada bulan Oktober 2015, awal Ali memulai perkuliahan. Dia mengambil jurusan ilmu keperawatan. Hari pertama masuk kuliah, dia banyak di kagumi oleh para senior dan juga teman satu kelasnya. Maklumlah, dia berperawakan tinggi dan juga hidung mancung dan bermata sipit. Makanya para perempuan sudah mulai banyak mencuri perhatian dia.


Hari pertama ngampus, rupanya ada seorang perempuan yang tak asing lagi bagi Ali. Bukan tanpa alasan, salah satu perempuan yang berada di dalam kelasnya pernah saling berkirim pesan dengan dirinya lewat facebook.


Setelah pulang dari kampus, Ali segera berganti pakaian. Dia langsung mengecek pesan di facebooknya. Dengan alasan untuk menyakinkan perasaannya, bahwa dia pernah bersua via facebook sama perempuan itu. Dan akhirnya, Ali menemukan salah satu pesan yang foto profilnya mirip dengan perempuan yang dilihatnya dikampus tadi siang.


Perempuan itu bernama Elena Syahputri Anjani, berparas cantik dan mengenakan kaca mata. Tidak terlalu tinggi, tapi dia adalah perempuan yang giat belajar dan juga berprestasi.


Setelah menemukan pesan terdahulu, akhirnya Ali mencoba kembali untuk berkirim pesan kepada Elena.


"Hai... apa kabar?" tanya Ali.


Setelah menunggu beberapa menit, perempuan tersebut akhirnyamembalas pesan dari Ali.


"Hai kembali, alhamdulillah kabarku baik," balas perempuan itu.


Tanpa basa basi lagi, Ali langsung bertanya kepada Elena tentang kepastian bahwa perempuan yang dia lihat di kampus tadi siang itu adalah Elena.


"Syukurlah kalau baik. Oh iya, kamu kuliah di Unras kan?" ujar Ali.


Beberapa menit kemudian, langsung dibalasnya.


"Iya emangnya kenapa?" balasnya balik bertanya pada Ali.


"Sebab tadi siang kita ketemu dalam ruangan yang sama," ketus Ali.


"Ee ketemu dimana emangnya, di kampus ya?" tanya Elena.


"Ia di kampus, kamu ambil jurusan keperawatan kan, perempuan yang mengenakan kacamata?" kata Ali spontan saja padanya.


Tak butuh waktu lama, Elena langsung membalas pesannya.


"Kok kamu tau... tau darimana kalo aku menggunakan kacamata?" ujar Elena.


"Iya aku tau, soalnya kita satu kelas loh," jawab Ali langsung dan sambil mengirim emot senyum.


"Oh benarkah? Tapi aku nggak tau loh kalo kita satu ruangan tadi," jawab Elena dengan rasa tak percaya bahwa mereka satu kelas.


"Tadi itu, aku duduk dua bangku dibelakangmu, mungkin itu yang membuatmu tak melihatku, " sahut Ali kepadanya.


"Ha, iya apa? Aku sama sekali nggak lihat kamu loh, dan juga belum kenal lebih jauh sama kamu," kemudian wanita itu balik bertanya dan memastikan bahwa ia kurang tau bahwa mereka satu kelas.


"Oh iya, kita belum sempat berkenalan bukan?" tanya perempuan itu.


Ali segera saja membalasnya,

__ADS_1


"Oh iya, aku belum memperkenalkan diri, namaku Ali Syaputra,panggil saja Ali, dan nama kamu siapa?"


Padahal sudah jelas di facebook langsung ada namanya masing-masing, tapi untuk lebih akrab mereka pun perkenalan lagi.


Dia lalu menjawab,


"Hm oke Ali , aku Elena Syahputri Anjani, panggilan terserah deh mau panggil apa," katanya sambil mengirimi emot tertawa.


"Jadi aku mesti manggil kamu apa?" Ali kebingungan mau memanggil nama perempuan tersebut, soalnya begitu panjang.


"Yasudah deh, ku panggil kamu Elena ya," bilang Ali padanya.


"Oke, baiklah panggil saja aku Elena, " respon dia dengan emot senyum.


"Udah dulu ya, soalnya aku mau mandi dulu, kan sebentar lagi adzan maghrib," kata Elena.


"Oh, yaudah mandilah dulu." Jawab Ali setelah itu.


Itulah awal mula Ali berkenalan dengan Elena. Teman satu kelasnya dikampus Unras. Seperti perkenalan yang sangat sering terjadi disosial media.


Keesokan harinya, Ali pergi ke kampus, tak sengaja dia berpapasan sama Elena di parkiran kampus yang sedang bersama temannya. Langsung saja Ali menghampiri dia, sembari mengajaknya ke kelas bareng.


"He, selamat pagi, mau kemana calon perawat?" tanya Ali langsung.


"Ha, aamiin,"


Elena mengucap aamiin ketika Ali bilang calon perawat kepadanya.


"Oh iya, hari ini kita kira-kira sudah aktif kuliah atau belum ya?" tanya Ali yang langsung dijawab Elena kemudian,


"Em, sepertinya belum, Li,"


"Semoga aja sudah mulai aktif ya, soalnya nggak sabaran dikasih tugas sama dosen, " timpal Ali.


"Alah, sok-sok an kamu Li, yasudah semoga aja sudah aktif kuliah, dan langsung diberi tugas yang berjibun." Sahut Elena langsung.


Ali yang saat itu sebagai komti (komite tilang), agak sedikit terlambat untuk pulang.


Setelah Ali selesai, dia pun mulai bergegas menujuh parkiran. Setibanya diparkiran, Ali melihat Elena masih berada disana. Kemudian langsung saja Ali menghampiri Elena.


"Elena, kenapa kamu belum pulang?" tanya Ali.


"Eh, kamu Li, ini soalnya,Elena masih nunggu teman," ujar Elena


"Oh lagi nunggu teman yang tadi itu, emang Elena enggak bawa motor ya?"


"Iya teman yang tadi pagi itu, aku belum disuruh bapak bawa motor, Li," jawab Elena.


"Mau aku anterin pulang nggak?" tawar Ali padanya.


"Em, enggak usah Li, lain kali aja ya," timpalnya.


"Oke lain kali ya," paksa Ali.


"Insha allah ya," jawabnya sambil tertawa.


"Aku pulang duluan ya,"


"Iya Li, hati-hati dijalan."


Ali pulang dan meninggalkan Elena diparkiran kampus tersebut.


Malam hari datang, seperti biasa Ali berbaring ditempat tidur sambil memainkan hp untuk melihat bbm ataupun pesan facebook yang masuk.


Ali kemudian langsung membuka facebook dan mengirim pesan pada Elena.


"Malam Na, jam berapa pulang dari kampusnya tadi siang?"

__ADS_1


Kurang lebih hampir satu jam, Ali menunggu balasan dari Elena. Akhirnya Elena membalas pesan dari Ali.


"Iya malam juga, sekitaran jam satu kurang Li," jawabnya.


Ali langsung saja memulai obrolan dengan nya, obrolan basa-basi alay seperti jaman anak-anak SMA pada umumnya.


"Oh gitu, udah makan belum Na?" tanya Ali,


"Alhamdulillah udah kok," balasnya singkat tanpa balik bertanya.


"Em, apa lauknya tadi kalo boleh tau, Na?"


"Ah, mau tau aja haa," dibalasnya dengan emot tertawa.


"Oh, nggak mau ngasih tau, baiklah kalau gitu. Sekarang kamu sedang ngapain Na?" Ali bertanya hal yang lain nya.


"Lagi baringan aja," jawab Elena yang tetap saja cuek.


"Hm, besok kamu ikut nggak seleksi untuk masuk Hima?"


Kebetulan dikampus mereka besok ada kegiatan perekrutan dari kakak-kakak organisasi Hima untuk mencari generasi penerusnya.


"Iya kalo enggak ada hambatan, aku ikut Li, kamu?" Elena balik bertanya padanya.


"Oh iya, sama aku juga ikutan kok,"


"Udah dulu ya Li, soalnya udah malam," kata Elena yang ingin mengakhiri obrolan mereka.


"Iya Na, maaf udah mengganggu waktunya,"


"Apaan si Ali, aku mau tidur kok, kalo bukan mataku mulai ngantuk, pasti obrolan kita akan tetap lanjut tau," jawab Elena sambil tersenyum menatap layar hp nya.


"He, iya deh, kalo begitu selamat tidur Elena," sambil mengirim emot peluk.


"Hm oke, selamat tidur kembali."


Keesokan paginya, para senior mulai masuk ruang kelas untuk perekrutan calon anggota Himakep yang baru. Dari kurang lebih 60 orang jumlah mereka yang baru masuk, ada sekitaran 16 orang yang mau ikutan Hima, termasuk Ali dan juga Elena.


Mereka kemudian ditanya satu per satu alasan untuk masuk Hima tersebut. Setelah selesai acara tersebut, mereka istirahat.


Mereka menuju kantin untuk santap makanan. Ali duduk di satu meja dengan rombongan Elena. Memang sengaja Ali untuk duduk di meja yang sama dengan Elena. Sehabis makan, mereka mengobrol di parkiran area kampus sembari berkenalan lebih jauh satu sama lain. Kemudian Ali memberanikan diri untuk meminta nomer hp nya Elena.


"Na, boleh aku meminta nomer hpmu?" kata Ali dengan nada gugup dan sambil menghela napasnya.


"Untuk apa emangnya?" sembari bertanya dengan tertawa,


"Ya biar bisa sms an gitu, kalo lewat facebok kan harus pakai kuota," kata Ali,


"Oh gitu ya, udah buruan catat nomernya, 0823xxxxx," ketus Elena memberikan nomer ponsel nya pada Ali.


"Terimakasih ya, hee." Kata Ali dengan cengengesan.


.


.


.


.


Bersambung....


Salam kenal semuanya, aku alvin, sebagai author pemula di noveltoon dan mangatoon ini. Kupilih dia ini, adalah karya tulis pertamaku. Maaf kalau masih berantakan.


jangan lupa beri like dan kritikan beserta sarannya ya. terimakasih😊❤❤🙏


 

__ADS_1


__ADS_2