KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
Perseteruan Jack dan Ali !!


__ADS_3

Jack terlihat mengenggam erat jari jemarinya. Seakan-akan ingin melayangkan tinjuan maut kepada Mia dan Ali. Mia yang semulanya tak ingin turun dari atas motor, sekarang bergandengan tangan dengan Ali berjalan menuju ke arah Jack.


***


"Dia siapa? Kenapa seluruh media sosial dan juga nomer teleponmu tidak bisa kuhubungi?" ujar Jack berdiri tegap di hadapan mereka sambil menunjuk dan melirik ke arah Ali.


"Maaf ya Jack. Itu adalah hak diriku untuk memblokir semua aksesmu kepadaku. Karena aku tidak mau di ganggu oleh laki-laki biadab sepertimu, Jack! Dan dia, dia adalah kekasihku yang baru. Jadi tolong, enyahlah kamu dari hadapan kita berdua!" Mia dengan penuh amarah melontarkan kata-kata pedas kepada Jack. Sedangkan Ali, tetap menggenggam erat tangan Mia sambil berwaspada jika saja Jack menampar Mia.


"Kurang ajar! Bisa-bisanya kamu sudah mendapatkan penggantiku. Belum juga genap satu hari kita berakhir, kamu sudah ada yang lain. Bahkan aku lebih tampan dan juga gagah daripada pria brengs*k ini. Benar-benar tidak masuk akal," sambil memutari Ali dan Mia, dan Jack tidak terima kalau Mia sudah menjadi kekasih orang lain.


"Oh begitu bagimu. Tampan dan gagah tidak cukup buatku, Jack. Kalau sifatmu bej*t dan kasar kepada perempuan!" tegas Mia seolah-olah Ali lebih daripada Jack.


"Hei bung. Jangan hanya diam saja. Berbicaralah sedikit buatku, atau jangan-jangan kamu bisu," Jack tertawa di hadapan Ali dan Mia tersebut. Ali tetap menahan amarahnya, jangan sampai dia memukul Jack duluan.


"Cukup! Segeralah kamu pergi dari sini Jack. Aku tak sudi menerima kedatanganmu kemari," tegas Mia kemudian.


"Apa kamu bilang," hampir saja sebuah tamparan mendarat di wajah Mia. Beruntung Ali dengan sigap menangkap tangan Jack tersebut.


Kali ini Ali sudah berani untuk melawan pembicaraan dari Jack, "Jangan terlalu kasar pada perempuan, bung. Kalau memang kamu gagah, hadapi saja aku, jangan dia!" dengan percaya diri, Ali menantang Jack.


Genggaman Ali dan Mia kini lepas. Mia Ali perintahkan untuk segera menyingkir dan membuka pintu kosan. Sekarang Jack dan Ali benar-benar berantem, sebelumnya Jack menyanggupi permintaan Ali tersebut.

__ADS_1


"Kita buat perjanjian, jika aku menang, kamu jangan pernah lagi mengusik kehidupan Mia. Tetapi jika aku yang kalah, aku yang akan menghindar dari Mia," ujar Ali dengan tidak merasa takut akan kekalahan.


Mia kali ini kembali meneteskan air matanya. Dia tidak ingin sebenarnya perkelahian itu terjadi. Namun, Mia percaya sama Ali, bahwa dia akan menang.


"Oke baiklah bung, aku terima perjanjiannya." Jawab Jack dengan menyingsingkan lengan bajunya itu.


Orang-orang di sekitar kosan Mia terlihat menyaksikan perkelahian hebat itu. Sebuah pukulan telak melayang tepat di sudut hati Jack. Sebelumnya Ali terkena pukulan dari Jack di pelipis kirinya, yang membuat pelipisnya lebam kebiruan. Dengan sekali pukulan itu, Jack langsung tersungkur ke tanah, yang ada di tepian kosan Mia tersebut.


Ali memang semasa SMA dahulu, pernah mengikuti ekstra bela diri. Makanya dengan sekali pukulan telak, lawannya akan terjatuh dan di pastikan susah untuk membalas. Urat di otot bisep Ali terlihat berkontraksi. Keringat di wajahnya mulai berjatuhan.


"Ali hentikan. Dia tidak akan mampu untuk membalasmu," ujar Mia dengan menghapus air matanya itu.


Kemudian, tetangga kosan Mia yang menyaksikan tadinya, kini sudah kembali ke dalam kosannya masing-masing. Mia terdiam dan tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.


"Maaf bung. Kamu layak untuk Mia. Dan Mia, aku juga ingin menyampaikan terima kasih sudah pernah ada dalam perjalanan hidupku. Aku akan pegang erat janji yang sudah Ali katakan sebelumnya," setelah Ali membantunya berdiri, kini Jack segera pergi dari kosan Mia dengan mengendari moge nya tersebut. Namun, Ali memberikan sedikit petuah untuk dirinya.


"Aku juga minta maaf. Jika saja pukulanku masih membekas. Nanti jangan lupa buatmu untuk mengompres pakai es di bagian yang baru saja terkena pukulan itu," ujar Ali dengan bernada dingin.


"U-untuk apa di kompres? Nanti juga bakalan sembuh dengan sendirinya," jawab Jack yang masih saja angkuh.


"Aku sekedar mengingatkanmu saja. Takut adanya luka memar, kalau tidak segera kau obati, bisa mengakibatkan pembulu darah venamu membeku," tegas Ali agar Jack berwaspada akan kesehatan dia kedepan.

__ADS_1


"Oh o-oke baiklah. Nanti akan aku lakukan saran darimu, terima kasih." Dengan nada terbatabata, Jack bergegas pergi meninggalkan mereka.


Setelah perseteruan itu usai, Mia mengobati pelipis Ali tersebut dengan mengompres pakai air hangat. Karena tidak adanya es, makanya Mia menggunakan air hangat tersebut.


***


Di tempat lain, Rika, Diah dan Elena rupanya belum pulang. Ternyata mereka sedang berkumpul di kosannya Devi, untuk masak bareng. Setelah sebelumnya mereka ke pasar terlebih dahulu membeli sayuran untuk dimasak.


Ketika mereka sedang sibuk di kosan Devi, tiba-tiba saja Romo datang. Tetapi Romo datang ke tempatnya Delva. Delva memang tidak di ajak oleh Devi untuk masak bareng sama mereka saat itu.


Setelah mereka selesai, Elena berinisiatif untuk mengajak Delva makan bareng. Terlihat ada satu motor matic di depan kosan Delva tersebut. Namun, Elena cuek saja dan langsung nongol di depan pintu Delva.


**♡♡ TO BE CONTINUED ♡♡


Bantu Like n Comment ❤❤❤


Vote sebisa mungkin 😆😆😆


Jangan lupa bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


Terimakasih sudah membaca novel yang penuh dengan ke typoan ini guys 💖💖💖**

__ADS_1


__ADS_2