KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
"Bujuk Rayuan"


__ADS_3

"Kenapa kamu diam Ali, kamu benar-benar tidak mau mendengar alasanku?"


tanya Elena yang menangis karena merasa bersalah pada Ali.


"Apa lagi yang mau kamu jelaskan Elena, hatiku sangat kecewa, setelah 3 bulan yang ku nantikan, kau balas dengan dusta," Ali masih belum mampu meredahkan emosinya.


"Yasudah, jika memang aku telah bersalah besar padamu, apa yang bisa ku perbuat Ali?" Elene berusaha menghapus air matanya.


"Seharusnya kamu jujur dari awal, jangan bertingkah seolah semua akan baik-baik saja Elena,"


"Ya tapi Li..." Ali seketika memotong pembicaraan Elena.


"Kenapa kamu melakukan ini kepadaku Elena. Setelah aku sangat mencintai dirimu, malah kamu buat aku menderita seperti ini?" tegas Ali risau.


"Maaf Ali, tolong maafkan aku," Elena lalu memeluk Ali sambil menangis karena merasa bersalah.


"Kalau bukan Devi yang bilang, mungkin sampai seterusnya aku tak pernah tau semua ini," ungkap Ali.


"Aku benar-benar menyesal Li, tolong dengarkan aku sekali ini saja," pinta Elena agar didengarkan penjelasan darinya.


"Silahkan bicara apa yang ingin kamu bicarakan Elena," Ali melepaskan pelukan Elena tanpa menghapus air mata nya.


"Semua aku lakukan demi menjaga hati kamu Li, aku tidak ingin kamu kecewa," ujar Elena.


"Apa kamu bilang? Elena sadar, aku sudah kecewa dengan semua ini!" ujar Ali mendengus kesal.


"Aku tau... tapi ini semua kulakukan atas dasar menjaga perasaan Angga juga, aku galau Ali," Elena merasa bingung dan harus bagaimana kedekatan mereka kedepannya.


"Coba saja kamu bilang dari awal, mungkin aku tidak akan pernah mau mendekatimu," ungkapan penyesalan Ali terhadap Elena.


Elena mencoba menghapus air mata nya, agar sedikit lebih tenang.


"Iya aku tau aku salah, tapi tolong, aku tidak mau kedekatan kita berakhir sampai disini," pinta Elena pada Ali kemudian.


"Apa kamu bilang, aku tidak yakin Elena kita bisa seperti hari-hari sebelum kejadian sekarang," jawab Ali yang merasa tak yakin mereka masih tetap dekat.


"Iya, karena aku nyaman sama kamu Ali, aku selalu menerima semua yang kamu beri padaku selama ini Ali,"


Elena senang dengan sikap Ali yang selalu memberi perhatian, kejutan dan kenyamanan padanya.


"Jadi tolong, kamu juga mengerti keadaanku, ini bukan sebuah keinginanku Ali," tambahnya lagi.


"Nyaman tanpa sebuah kejujuran hanya akan menimbulkan kekacauan saja Elena," pungkas Ali dengan nada emosi.


"Ya aku ingin kita segera pacaran, aku ingin Ali, tapi aku bilang kamu harus sabar Ali, tunggu sebentar lagi," pinta Elena.


"Harus sampai kapan aku bersabar Elena, kalo memang kamu tidak bisa menerima, jangan kasih aku harapan,"


Ali sudah mulai menyurutkan emosinya, dan ia pun mendengarkan alasan dari Elena.


"Jujur ya Li, kamu lebih baik ketimbang pacar aku sendiri, akan tetapi, aku belum bisa untuk putus dengannya,"


Elena pun menceritakan semuanya pada Ali, kenapa dia belum bisa putus dengan Angga.

__ADS_1


"Aku pacaran sama Angga sudah setahun lebih, dan keluarga kita sudah saling kenal," ujar Elena menceritakan semua pada Ali.


"Jadi itu alasan kamu belum bisa menerima, oke baiklah Elena, aku lebih baik mundur daripada aku merusak hubungan kalian berdua!" Ali pasrah dan dia akhirnya mengalah.


"Tolong jangan lakukan itu Ali, ku mohon, aku sama Angga beberapa bulan belakangan ini selalu terlibat dalam pertikaian,"


Elena merayu Ali, agar dia tidak menjauh dan menghapus perasaan dia kepadanya.


"Terus kamu masih saja kan setia dengannya?" tanya Ali.


"Asal kamu tau ya, Angga itu masih kelas tiga SMA sekarang, dan semenjak aku kuliah dia mulai bertingkah semaunya," ujar Elena.


"Oh, ternyata pacarmu seorang brondong. Jadi aku kalah sama brondong berarti!" Ketus Ali yang bernada sinis.


"Please, aku harap kamu bersabar Li, aku akan pastikan kita bisa melewati masa-masa ini," jawab Elena yang memaksa Ali.


"Jujur ya Elena, mungkin ini hal terbodoh bagiku, tapi perasaanku tak bisa bohong, aku akan tetap setia menunggumu Elena,"


Ucapan Ali seakaan tidak masuk akal. Namun jika cinta sudah berakar maka semuanya tak bisa hilang begitu saja.


"Syukurlah kalo kamu masih bisa bersabar menungguku Al,"


Elena mulai memanggil Ali dengan panggilan spesial mereka. Kemudian dia memeluk Ali sembari mengucap maaf kembali.


"Maaf in aku ya, aku lebih nyaman sama kamu dibandingkan sama Angga," ujar Elena merayu Ali.


Ali kemudian merangkul pelukan dari Elena.


"Iya, ku maafkan El, tolong jaga perasaan ini dan hargailah aku." Tungkas Ali.


^^^


Dua hari setelah itu, Ali mendapatkan pesan di facebooknya. Pesan tersebut masuk pada jam delapan malam. Ali membuka pesan tersebut dan membaca isi pesan nya.


"Hey Ali, ini angga pacarnya Elena, jangan pernah kamu dekatin lagi dia. Gara-gara kamu kami berantem terus menerus."


Begitulah isi pesan dari Angga, pacarnya Elena. kemudian Ali langsung membalas pesan tersebut.


"Oh, jadi kamu yang namanya Angga, maaf ya, aku sama Elena tidak ada hubungan apapun, kita hanya teman satu kelas".


Ali pun tak ingin semuanya menjadi bertambah parah dan dia beralasan bahwa dia tidak mempunyai kedekatan apapun sama Elena.


"Sudahlah, nggak usah sok suci lo bang*at, kalo berani jangan dari jauh".


Angga berbicara kasar pada Ali, yang kemudian dia merasa tidak terima dibilang seperti itu.


"Hei bocah, jaga bicaramu. Wajar saja Elena tidak nyaman dengan bocah sepertimu,"


"Siapa yang bocah ? dan dimana kau tinggal ha!! tunggu saja aku kan memukul kepala mu bang*at" ujar Angga yang sangat emosi.


"Ahh, mendingan main game daripada ngeladeni bocah sepertimu".


Ali menghindari percekcokan saat itu, akan tetapi Angga tetap saja mengirim kata kasar padanya. Dia mengabaikan semua pesan-pesan tersebut. Tak lama telpon dari Elena masuk yang langsung saja Ali terima.

__ADS_1


^^^


"Assalammualaikum Al,"


"Iya waalaikumsalam El, ada apa?"


"Tadi ada Angga yang ngirim pesan sama kamu nggak, lewat facebook?" tanya Elena.


"Iya ada kok, emangnya kenapa El?" jawab Ali dengan santai dan balik bertanya.


"Jangan diladenin ya, pesan darinya,"


"Lah kenapa, udah terlanjur ku balas,"


"Pokoknya jangan lagi dibalas Al, tolong lah," pinta Elena agar Ali tak membalas pesan dari Angga.


"Oke tidak akan, emangnya kalian kenapa?" tanya Ali spontan.


"Barusan selepas Isya', kami berantem lagi Al,"


"Berantem, kenapa lagi emangnya?"


"Dia tau kalo aku dekat sama kamu Al," ujar Elena dengan nada sendu.


"Emangnya kamu kasih tau, kalo lagi dekat sama aku?" tanya Ali.


"Nggak pernah kok, ada teman satu kos ku yang bilang sama Angga,"


Saat itu Lisa yang sebelah kamar Elena adalah temannya Angga dan satu desa sama dia. Itulah kemungkinan alasan kuat yang bilang kedekatan mereka berdua adalah Lisa.


"Lisa yang bilang padanya Al,"


"Terus harus bagaimana El?"


"Ntah, aku juga bingung sekarang,"


Elena semakin bingung dengan yang dia hadapi. Ketika kedekatan dia sama Ali baru saja mulai membaik, lantas datang lagi masalah dia sama pacarnya.


.


.


.


.


BERSAMBUNG...


.


.


.

__ADS_1


.


MAAF YA KALAU TULISAN AUTHOR MASIH BERANTAKAN DAN MASIH BANYAK TYPO NYA. BUAT KALIAN YANG SUKA DENGAN NOVEK INI, JANGAN LUPA BERI LIKE DAN VOTE NYA YA.. TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR 😊🙏


__ADS_2