
Ali mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan 60 km/jam. Dalam benaknya, tak sanggup rasanya kalau langsung pergi menuju kosan Elena tanpa Mia. Namun, Ali masih merasa kesal pada Mia atas kejadian kemarin.
Sepertinya aku harus menemui dia terlebih dahulu. Gumam Ali dalam batinnya.
Sekitar sepuluh menit perjalanan yang Ali tempuh, akhirnya telah sampai di tempat Mia. Dia turun dari atas motor, dan mulai mengetuk pintu Mia.
Tok... tok... tok...
"Mia, buka pintunya!" seru Ali dengan berkali-kali mengetuk pintu itu.
Mia tidak mendengar akan adanya suara orang memanggil. Dia sibuk mempercantik dirinya sambil mendengarkan lagu-lagu pop di ponselnya itu. Hingga pada akhirnya, pukulan keras yang terjadi dari pintu depan kosannya, membuat Mia terkejut.
Siapa juga si yang menggedor pintu, sampai terdengar nyaring di telingaku. Gerutu Mia sambil menatap dadanya yang merasakan kecemasan.
Sebenarnya Ali sudah mengirimi Mia pesan dan juga menghubungi nomer teleponnya. Akan tetapi, Mia sedari tadi hanya mengabaikan panggilan tersebut, di karenakan dia sedang asyik berdandan.
Cekrek...
"Loh Ali? Sejak kapan kamu berada di depan. Kok tumben tidak menghubungiku dulu?" ujar Mia setelah membuka pintu dan melihat Ali yang berdiri di hadapannya itu.
Ali mencoba menahan amarahnya dan terlihat menghela napasnya sebelum menjawab perkataan dari Mia.
"Coba kamu lihat di ponselmu. Apakah ada berita panggilan atau pesan dari orang yang bernama Ali?" pinta Ali sekaligus menyinggung Mia.
"Emang kapan kamu menelponku Ali. Soalnya aku sedang tidak memainkan ponselku, karena sehabis mandi aku langsung mengenakan make up di wajahku!" jawab Mia tanpa sadar padahal tadi dia mendengarkan nada dering teleponnya berbunyi.
"Aku hampir sepuluh menit berdiri di teras kosanmu ini. Dan sudah menelponmu juga. Hingga akhirnya aku mengetuk dengan keras pintu kosan ini, barulah kamu mendengar!" ucap Ali yang sekarang terlihat sedikit menaikan intonasi berbicaranya di hadapan Mia.
Mia hanya terdiam, seraya balik menuju kamar tidurnya.
"Hei Mia. Ayolah, aku tidak bermaksud berbicara kasar padamu! Aku kemari untuk menjemputmu Mia." Ujar Ali yang kemudian masuk kedalam kosan Mia tersebut.
__ADS_1
Mia menutup pintu kamarnya. Sedangkan Ali terus bergumam dengan sendirinya di ruang tengah kosan Mia itu.
"Sudah hentikan ocehanmu itu Ali. Tunggu saja, aku sedang mengganti pakaianku saat ini," timpal Mia dari dalam kamarnya.
Seketika saja Ali terdiam, dan hanya dapat menunggu Mia untuk segera keluar dari bilik kamarnya itu. Kemudian, mata Ali tak sengaja melihat baju kuliahnya yang tergantung di dinding. Baju putih yang Mia cuci kemarin, terlihat sudah bersih dan rapi.
Mia membuka pintu kamarnya dan segera menuju ke ruang tengah.
"Aku sudah siap Ali," ujar Mia langsung mengalihkan perhatian Ali yang barusan menatap baju kuliahnya itu.
Ali tak bisa berkata lagi, setelah melihat Mia yang begitu anggun nan mempesona di hadapannya. Dengan bibir yang berwarnah merah merekah, seakan menambah kecantikan Mia.
"Ali kenapa bengong? Yuk buruan kita pergi ke tempatnya Elena. Soalnya hari sudah mau jam sebelas siang," Mia melambaikan tangan ke hadapan Ali yang sedari tadi tak mengedipkan matanya sama sekali, setelah melihat dirinya.
"I-iya Mia. Ayo kita pergi ke tempatnya Elena." Jawab Ali seketika menjadi kaku.
Mia tersenyum melihat Ali yang terlihat gugup tersebut. Mia mengambil tas dan juga buku Keperawatan Medikal Bedah atau KMB, untuk di bawa ke tempat Elena.
"Ali, boleh aku bertanya sesuatu padamu!" ujar Mia yang kali ini sedikit canggung untuk mendekatkan dirinya kepada Ali.
Ali tidak merespon ucapan Mia, sebab dia tidak mendengar apa yang sudah Mia bilang barusan. Maklumlah, karena jalanan lagi ramai dan juga angin yang berhembus, bisa saja menjadi faktor Ali tidak mendengarnya.
"Ali, kamu kok diam aja. Aku ini sedang berbicara sama kamu Ali!" seru Mia dengan mengencangkan volume suaranya sambil menepuk pundak Ali.
Benar saja, kali ini Ali terkejut.
"Apa Mia. Kok menepuk orang semaumu aja!" ujar Ali yang juga belum mendengarkan ucapan Mia.
"Ah sudahlah Ali. Jangan pura-pura tidak mendengarkan. Lupakan saja," ketus Mia sedikit mundur dari belakang Ali.
"Kamu ini kenapa Mia. Aku nggak tau masalahnya apa. Kamu berbicara kepadaku?" ungkap Ali sambil menoleh sedikit ke arah Mia.
__ADS_1
Mia nggan lagi untuk berbicara. Dia hanya diam dan berharap semoga cepat sampai ke tempatnya Elena.
.
.
.
.
.
--- **TO BE CONTINUED ---
.
.
.
.
Maaf sebelumnya baru bisa up malam ini 🙏😔
Soalnya hari ini Author ada sedikit kesibukan yang harus dilakukan dengan cepat 🙏🙏🙏
Jangan lupa like dan comment nya ya ❤❤❤
Salam rindu buat sahabat BTC semuanya 😍😍😍
Terimakasih 😊😊🙏**
__ADS_1