
Jangan Lupa Tap Jempolnya Terlebih Dahulu Guys πππβ€β€β€
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Elena kemudian menuju ke ruang depan untuk membuka pintu. Sambil mendengus kesal, Elena berbicara dengan nada tinggi. Dia terkejut, setelah orang yang dia lihat di depan adalah Ali.
"Siapa!" seru Elena.
"Eh ini aku, Ali," ujar Ali cengengesan di depan pintu.
"Ali?" Elena segera melihat orang yang berdiri di depannya. Setelah sebelumnya dia memaliskan wajah dari hadapan pintu.
"Kenapa... aku mengganggu waktumu?" tanya Ali sambil mengerutkan keningnya .
"T-tidak kok. Eh kamu datang kemari mau apa?" jawab Elena dengan gugup.
"Iya mau main aja. Kamu nggak sibuk kan?" tanya Ali kembali.
"Nggak kok. Yaudah masuk aja dulu." Pinta Elena dan kemudian Ali masuk ke dalam kosannya.
Elena menyuruh Ali untuk menunggu sebentar di ruang tengah. Karena dia ingin menyelesaikan make up nya terlebih dahulu di dalam kamar.
^^^
Hal yang berbeda kali ini sedang menerpa Mia. Dia masih saja mengurung diri di dalam kosannya. Selepas membereskan kosan, dia lanjut tidur. Hingga jam lima sore dia baru bangun, setelah terlelap kurang lebih empat jam lamanya.
Dia membuka ponselnya, menatap layar sembari mengecek pesan masuk. Mukanya mulai menciut, bibir indahnya memanyun. Lantaran tidak ada satu pesan pun dari Ali yang masuk ke ponselnya. Tak terhitung lagi berapa banyak air mata Mia yang menetes. Menangis pilu atas apa yang sudah dia lalui dan dia lakukan. Sakit bagi dirinya memiliki rasa cinta kepada seseoramg, yang orang di cintai tidak pernah mengertikan perasaannya.
Mia bergegas mandi, perlahan air mengaliri seluruh tubuhnya. Kecantikan dirinya tidak hanya dari luar saja. Tubuhnya yang putih nan mulus, bodinya yang aduhai, menjadikan kecantikan dirinya lebih sempurna.
Tapi, kecentilannya telah membuat orang yang dia sayangi, kini menjauhi dirinya. Mia berpikir keras, untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Dia tetap berusaha untuk kembali dekat dengan Ali.
^^^
Elena kali ini sudah keluar dari dalam bilik kamarnya. Sambil membawa laptop, dia menuju ke depan.
"Maaf ya lama," ujar Elena kepada Ali.
"Iya nggak masalah kok," jawab Ali sambil tersenyum.
"Oh iya, kok tumben kamu datang kemari?" ketus Elena.
__ADS_1
"Iya pengen aja, soalnya bosan di rumah mulu," ujar Ali sekaligus memainkan ponsel di tangannya itu.
"Em gitu, kirain kamu kangen... eh," Elena keceplosan, mukanya sedikit memerah.
"Barusan kamu bilang apa... coba di ulang?" ujar Ali sambil tertawa melihat ke arah Elena.
"A-anu maksudku, barangkali ada maksud lainnya gitu," ujar Elena sambil memelaskan mukanya.
"Oh gitu ya... kalo kamu mau, kita jalan aja sore ini," ajak Ali.
"Udah ke sorean. Lain kali aja kalo mau jalan," ketus Elena.
"Iya kan baru jam lima," ujar Ali melihat jam di tangannya.
"Nggak ah... males." jawab Elena dengan cuek.
Karena Elena menolak ajakannya, Ali akhirnya kembali fokus kepada ponselnya. Sedangkan Elena, mendengarkan dan melihat kembali lagu-lagu EXO di laptopnya itu.
Sesekali terlihat Ali memandangi wajah Elena secara diam-diam. Dia tersenyum sendiri. Rupanya, hal itu juga Elena lakukan kepadanya secara diam-diam. Mungkinkah rasa di antara mereka berdua tumbuh kembali?
"Ele... Al..." Ujar Ali dan Elena tak sengaja barengan berbicara.
Mereka berdua sangat kompak sepertinya. Sampai-sampai, secara bersamaan mereka saling memanggil nama.
"Ee kamu aja!" seru Elena.
"Hmm... baiklah barusan kamu mau bilang apa?" tanya Ali.
"Lah bukannya aku nyuruh kamu, kok malah lempar lagi ke aku?" lirih Elena.
"Haa... yasudah aku mau bilang, kamu udah makan belum?" tanya Ali sembari tertawa.
"Dasar kamu ya Ali," ucap Elena geram.
"Lah kenapa?" ujar Ali menatap Elena dengan serius.
"Kamu mengambil pertanyaanku!" seru Elena mencubit jempol kaki Ali.
"Eh mana ku tahu Elena." ketus Ali mencoba melepaskan cubitan Elena.
Tak di sangkah, kali ini muka mereka berdua saling berhadapan. Berjarak sekitar tiga centi meter, bibir Ali dan Elena hampir saja bertemu. Sedangkan kedua tangan mereka saat ini saling menggenggam.
__ADS_1
Setelah sadar, Elena lebih dulu memaliskan mukanya dan menjauhkan diri dari Ali. Kemudian, Ali juga kembali menyenderkan dirinya ke dinding dan memainkan ponsel. Dan, keheningan seketika datang di antara mereka berdua.
^^^
Β
Tidak akan lama lagi matahari akan segera tenggelam. Romo dan Delva meninggalkan tempat duduk yang sebelumnya mereka pesan. Mereka berdua berlari-lari kecil di tepian pantai. Sesekali Romo mengambil potret kekasihnya dan hal yang sama juga dilakukan oleh Delva.
.
.
.
.
.
- - - - - B E R S A M B U N G - - - - -
.
.
.
.
.
Sekali lagi jangan lupa tap jempolnya gaes πππ
Tambahkan ke daftar favorit, agar tidak ketinggalan updatenyaβ€β€β€
Bantu Vote dan Komen nya ya πππ
Terimakasih πππ
- - - - -
Sedikit informasi dan harapan dari Author untuk kita semua. Mengenai virus COVID-19 yang sedang marak terjadi di hampir setiap negara. Sudilah kiranya kita tetap menjaga kebersihan, kesehatan, dan tetap #dirumahaja. Rutinlah dalam mencuci tangan setelah melakukan kegiatan. Gunakan masker jika ingin keluar rumah, dan segera cuci pakaian setelah pulang dari luar rumah.
__ADS_1
Virus ini sangat berbahaya dan mematikan. Tetap berpikir positif dan selalu mengikuti perkembangan di media sosial maupun berita di televisi. Jika ada tanda dan gejala dari COVID-19, segeralah pergi ke Pusat Pelayanan Kesehatan Terdekat.
Jangan lupa berdo'a dan sekali lagi jagalah kebersihan diri. Yakinlah, musibah ini akan segera berakhir. Tetap tenang dan tetap #DirumahAja. Semoga kita senantiasa dalam lindungan-Nya. Aamiin ππ**