
Sudah jam sepuluh pagi, Ali masih tertidur pulas di atas kasurnya. Kemudian, Ali dibangunkan oleh kakak perempuannya.
Kakak nya bernama Raisa Kumala. Perempuan berusia 22 tahun itu, sedang bekerja di salah satu restoran yang berada di kota Raya tersebut. Dia membangunkan Ali, untuk meminta antar ke tempatnya bekerja.
----------------------------------
" Ali.... Jam sepuluh masih aja tidur, buruan bangun, "
Ali menarik selimutnya, " Apaan si yuk, masih ngantuk ni, "
" Kamu nggak masuk kuliah apa? "
" Kuliah nya jam sembilan nanti, " kata Ali mengigau.
" Astaga ni anak, cepat bangun, ini sudah jam sepuluh, atau jam sembilan malam nanti kuliahnya? " ujar kakak nya sampil menarik paksa selimut Ali.
" Ha!!! serius kak, udah jam sepuluh? " ujar Ali kaget.
" Iya sudah dari tadi, makanya buruan bangun. Antar ayuk ke tempat kerja. " Kakaknya kemudian pergi meninggalkan Ali untuk bersiap-siap.
Ali lalu bangun, dan menyalakan handphone, untuk melihat pesan grup kuliahnya. Dia bisa bernapas legah ketika dapat kabar bahwa dosennya berhalangan hadir.
" Syukurlah nggak jadi masuk. "
Tiba-tiba nada dering telponnya berbunyi, " Siapa si yang nelpon, baru juga di aktifkan. " kata Ali.
Yang menelponnya adalah Mia, Ali menerima telpon tersebut.
" Halo Li, dimana sekarang? "
" Iya Halo, masih di rumah, baru bangun tidur, "
" Kok tumben baru bangun, bukannya semalam tidur cepat? " tanya Mia.
" Iya, pagi tadi sudah bangun, tapi lanjut tidur lagi, " jawab Ali.
" Em.... hari ini kamu kemana Li, "
" Nggak kemana-mana sepertinya, emangnya kenapa? "
Kakak Ali berteriak memanggilnya, " Ali buruan, ntar ayuk terlambat masuk kerjanya, "
" Iya bentar, Ali pakai baju dulu yuk, " sahut Ali.
Mia pun nimbrung, " Barusan itu siapa Li, "
" Oh yang tadi itu ayuk, dia minta antarin ke tempat kerja, " jawab Ali.
" Em yaudah deh, kalau gitu nanti aja ya sambung lagi telponnya, " ujar Mia.
" Iya Mia, nanti aku telpon kalo udah pulang. "
Ali kemudian mengantar kakaknya ke tempat kerja.
Disisi lain, Diah dan Rika baru saja sampai di tempat nya Elena.Selang beberapa waktu kemudian, di susul oleh Romo.
---------------------------------
" Assalammualaikum, Elena, " ujar Rika sambil mengetuk-ngetuk pintunya.
" Waalaikumsalam, bentar ya mbak, " sahut Elena.
" Mbak sama siapa diluar? " tanya Elena.
__ADS_1
" Sama Diah, kenapa? " tanya Rika balik.
" Kenapa El, mbak sama seorang princes, " Sahut Diah genit.
.
.
.
Cekrekkk....
.
.
.
" Princes darimana? dari buah zakarnya monyet ya, " kata Elena sambil tertawa.
" Princes dari dunia dongeng, " ujar Diah ikut tertawa.
" Yaudah buruan masuk. "
Mereka lalu masuk kedalam kosan nya Elena. Rika kemudian bertanya kepada Elena, dengan memegangi kantong matanya yang membengkak, " Kamu kenapa El, kamu habis menangis ya semalam? "
" Apaan si mbak, Elena tidak kenapa-napa kok, " jawab Elena.
" Iya benaran loh El, udah ceritain aja sama kita, " sahut Diah.
" Apa yang mesti aku ceritakan? aku kan baik-baik saja, " Elena mengisyaratkan bahwa seluruh badan nya tidak ada masalah.
" Iya kita tau tidak terjadi apa-apa di bagian lainnya. Tapi kalau di kantong matamu itu, terlihat jelas membengkak, " ujar Rika.
" Eh, apaan lagi si Diah, kan Elena sudah bilang tidak ada apa-apa, " Elena masih saja tidak mau bercerita.
" Yakin nggak mau cerita sama kita? " tungkas Rika.
" Ya Allah mbak. P**lease, percaya sama Elena, "
" Yaudah kita pulang aja Ya, " kata Rika memancing Elena agar menceritakan semuanya.
" Iya benar mbak, kita pulang aja, habisnya Elena nggak mau cerita, " sahut Diah kemudian.
Akhirnya Elena menceritakan semua apa yang dia alami. Kenapa sampai bisa matanya membengkak seperti itu.
-----------------------------------
" Eh, jangan dong. Yaudah, Elena akan kasih tau sama kalian, apa yang sebenarnya terjadi, " sambil memayunkan bibirnya.
" Nah gitu baru namanya teman, " kata Rika sambil menaik turunkan alis nya.
" Udah ceritain aja langsung El, " pinta Diah yang tidak sabaran.
Elena memulai ceritanya, " Tadi malam itu, aku depresi berat mbak, Ya, aku selalu kepikiran tentang Ali. Kenapa, kok tega-teganya dia mendekati Mia, kalau bukan mau manas-manasin aku di kelas, iya kan? " ujar Elena sembari bertanya kepada Rika dan Diah.
" Sudahlah El, jangan terlalu kamu pikirkan. Lalu kenapa sampai bisa matamu seperti ini? " ujar Rika dengan Diah yang hanya menyimak pembicaraan mereka berdua.
" Iya aku tidak terima lah mbak. Kalau pun mau mendekati seorang wanita, jangan dengan orang yang aku kenal, aku merasa sakit hati melihatnya mbak. Semalam aku menangis sejadi-jadinya, sampai-sampai si Lisa yang masuk menenangkanku, kalau nggak ada dia, mungkin sudah beda ceritanya mbak, " ungkap Elena terlihat murung.
" Eh nggak boleh ngomong gitu El, kamu kan masih ada Angga. Jangan lagi kamu memikirkan Ali, perbaiki saja hubunganmu dengan Angga. " pinta Rika mengingatkan bahwa masih ada Angga sang kekasihnya.
Di saat mereka sedang asyik mengobrol, datanglah Romo sambil membawa tas ranselnya.
__ADS_1
-----------------------------------
Breemmm!!! breemmm!!
Suara motor Romo yang barusan sampai.
" Bolehkah aku bergabung geng? " tanya Romo.
" Siapa mbak? " kata Elena bertanya pada Rika.
" Si Romo, katanya boleh dia bergabung, "
" Oh Romo, silahkan masuk aja Mo, " pinta Elena agar Romo segera masuk.
Romo melepaskan helmnya dan sepatu yang dia pakai. Kemudian langsung masuk ke kamar kosannya Elena.
" Maaf ya ganggu, He, " ujar Romo cengengesan.
" Udah nggak usah basa basi, mau apa? " tanya Elena yang masih merasa kesal sama Romo akibat kejadian di tempo hari.
" Mau bikin tugas bareng sama kalian lah, " jawab Romo.
" Oh iya tugas, Ha.... Kita belum ada yang bikin, " ujar Elena sudah mulai tertawa.
" Eh sorry ya, aku sudah mengerjakan dari tadi, " ujar Diah.
" Kapan kamu mulainya? perasaan dari tadi bengong aja ni anak, " timpal si Rika.
" Ya dari tadi lah, sambil dengarin kalian curhat, " jawab Diah.
Kemudian mereka berempat akhirnya mulai mengerjakan tugasnya. Setelah kurang lebih satu jam, Romo pergi sebentar untuk membeli jajan mereka. Terlihat Elena sudah mulai melupakan kejadian nya semalam.Sekarang Elena sudah tertawa lepas bersama Romo, Rika dan Diah.
Elena sudah memaafkan Romo atas kejadian tempo hari itu. Namun, Elena belum tau bahwa Romo sudah berpacaran sama Delva. Devi pada hari itu nggak bisa gabung, karena sedang ada orang tuanya di kosan.
---------------------------------
Di tempat lain, Ali yang sudah selesai mengantar ayuk nya kerja, kini sudah pulang ke rumah. Dia sudah menghubungi Mia. Mia meminta Ali untuk datang ke tempatnya, karena ada sesuatu yang ingin dia ceritakan. Ali bergegas mandi, kemudian bersiap-siap untuk segera pergi ke kosan Mia.
Dengan mengenakan kaos putih polos dan celana jeans biru, kini Ali sudah sampai di depan kosannya Mia.
.
.
.
.
.
*****BEERRRRSAAAAMMBUNGGGGGGG***
.
.
.
JANGAN LUPA BERI LIKEπππ
DAN VOTEπππ
JIKA SUKA DENGAN CERITANYA πππ**
__ADS_1