
Dengan langkah kaki yang begitu cepat dan tangan menutup mulut, kini Elena telah sampai di lantai atas gedung kampus. Terdiam dengan lamunan, menatap luasnya perkotaan. Pikiran Elena semakin rancu dan denyut nadinya terasa meningkat. Sahabatnya Rika telah sampai tepat di sebelahnya. Dengan nafas yang ngos-ngosan, dan memaksa untuk mencoba bertanya kepada Elena.
"El kamu kenapa?" Ujar Rika dengan tarikan nafasnya yang sudah mulai teratur.
"Aku nggak kenapa-napa kok mbak. Hanya ingin menikmati udara segar dari atas gedung kampus sambil melihat hiruk pikuknya suasana kota ini," jawab Elena melontarkan senyum pertanda kekecewaan.
"Tapi... Kok tiba-tiba saja kamu kemari El. Bukannya kamu tidak pernah mau ke lantai atas ini?" Tanya Rika dengan memegangi pundak sahabatnya tersebut.
"Iya benar. Tapi sekarang aku mau kok mbak, sekaligus ingin mencari kedamaian dan ketenangan disini," gumam Elena dengan menyenderkan kepalanya ke bahu Rika.
"Kenapa, apakah kamu masih cemburu dengan kedekatan Ali dan Mia?" Sambil mengelus-elus kepala Elena.
Elena terdiam seketika saja mendengar ucapan dari sahabatnya barusan. Memang benar dalam hatinya, Elena masih cemburu. Dia tidak sanggup untuk melihat keharmonisan yang selalu di pertontonkan Ali dan Mia. Ditambah hari ini adalah kejadian untuk yang kedua kalinya dia melihat Ali dan Mia berangkulan seperti itu, sebelumnya dia juga melihat mereka melakukan hal yang sama di tepian pantai kala itu.
"Elena, kok kamu diam. Jawab dong pertanyaan mbak barusan," pinta Rika kepadanya.
"Kenapa ya, aku tak bisa merelakan dia dekat sama siapapun. Padahal aku sebelumnya bukan siapa-siapanya dia. Kok aku se-naif ini mbak, hatiku kok masih saja terlihat tidak terima jika dia bersama orang lain. Dan juga, aku merasa bersalah sama Angga, aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi kali ini mbak.. Aku cemburu dan benar-benar cemburu melihat Ali bersama Mia. Aku sebenarnya mencintai Ali mbak." Elena mengutarakan semua apa yang terpendam dalam dirinya itu dan air matanya mulai menetes pilu.
"Sudah El, kamu tenangkan dirimu dulu. Mbak tahu perasaanmu sekarang bagaimana. Tapi mbak harus sampaikan bahwa kalau memang kamu mencintai Ali, tolong lepaskan Angga. Dan mulailah perbaiki semua apa yang pernah hilang antara kamu dan Ali." Ujar Rika yang kini menghadap ke arah sahabatnya tersebut dan memeluknya.
Elena kemudian memandangi Rika dengan air mata yang terurai, "Tapi mbak, Ali bilang dia sudah tidak ada rasa lagi terhadapku, dia bilang nggak usah lagi menghubungi dirinya. Aku benar-benar kacau mbak, kenapa cintaku serumit ini mbak." Tangis Elena makin menjadi-jadi.
Rika tidak bisa harus berkata apapun lagi kepada sahabatnya tersebut. Dia hanya membiarkan Elena meluapkan segala keluh kesanya itu. Rika bahkan ikut meneteskan air matanya, dia juga tak kuasa menahan apa yang sedang sahabatnya alami.
****
Di dalam ruangan, kali ini Ali dan Mia tidak lagi berpelukan. Ali menghapus semua air mata yang keluar dari Mia.
__ADS_1
"Sudah jangan menangis lagi ya. Aku akan selalu ada buatmu Mia." Ujar Ali seolah-olah rasa kekecewaan dirinya mulai redup.
Ali memang tidak bisa melihat seorang perempuan di sakiti ataupun di tindas oleh seorang lelaki. Dia merasa hal itu tidak wajar diberikan kepada perempuan yang kita ketahui bahwa hati setiap perempuan itu lemah dan muda menyimpan semua kesalahan yang pernah kita lakukan kepada mereka. Terlebih lagi, Ali menyadari juga bahwa bagaimana kalau saja Ibunya yang di perlakukan seperti itu, pasti akan sangat sakit.
"Terima kasih kamu yang selalu ada dan sabar menghadapi diriku yang hina ini Ali." Ujar Mia dengan nada tersendat-sendat dan merasa bahwa dia sudah ternodai.
"Tidak perlu berterimakasih dan tolong, jangan berkata seolah-olah kamu sudah menjadi perempuan hina Mia. Aku percaya sama kamu, dan aku yakin badai ini akan segera berakhir. Aku akan membuat hari-harimu menjadi bahagia." Janji Ali dengan mengenggam erat tangan Mia dan mengecupnya saat itu juga.
^^^^
Satu persatu dari teman kelasnya mulai memasuki ruangan. Karena jam kedua perkuliahan akan segera berlangsung sekitar lima belas menit lagi. Namun, terlihat Diah menoleh ke arah kiri dan kanan. Diah heran kemanakah kedua sahabatnya pergi.
"Al, tadi ada Elena sama Rika masuk ruangan nggak?" ujar Diah bertanya kepada Ali.
"Em belum ada kok. Bukannya mereka pergi barengan sama kamu?" ujar Ali balik bertanya.
"Iya t-tapi mereka menuju kelas lebih duluan," ujar Diah terbata-bata.
Diah menelpon Rika, tapi nomer teleponnya tidak bisa di hubungi. Kemudian Diah menelpon Elena, lagi-lagi nomer yang anda tuju tidak dapat di hubungi. Diah mulai panik dengan sendirinya. Devi mencoba menenangkan Diah dan berkata sebentar lagi mereka akan masuk ke ruangan.
^^^^
Kali ini Elena sudah tegar kembali. Tidak ada lagi air matanya yang membasahi pipi indahnya tersebut. Rika mulai mengajak Elena untuk segera menuju ruangan.
Elena meminta untuk di temanin ke toilet terlebih dahulu, agar mencuci mukanya yang kusam itu. Tak sengaja Elena bertabrakan dengan salah seorang pria. Rupanya pria itu adalah Romo yang baru saja selesai dari buang air kecil.
.
__ADS_1
.
.
.
.
***BEEERRRSSAAAAMMMBUUUNGGGG...
----------------------------------
INGAT !!
Jangan pernah menyia-nyiakan perasaan orang lain yang sebelumnya sangat tulus pada kita. Sebab, jika dia sudah bisa mendapatkan pengganti dirimu nantinya, jangan heran dan cemburu melihat kemesraan yang di pertontonkan olehnya.
Orang tulus sudah pasti sayang. Tapi orang sayang belum tentu mencintai dengan tulus...
Jatuh cinta boleh, tapi sewajarnya saja. Jangan sampai kebablasan dan bikin malu keluarga. Jangan meniru gaya pacaran yang bebas, dalam tanda kutip yakni pacaran secara tidak sehat...
Oh iya buat kaum laki-laki, sedikit berpesan jangan pernah membuat wanita yang kamu sayangi sakit hati olehmu, baik itu perkataan maupun tindakan. karena satu kesalahan saja yang kita lakukan kepada mereka, meskipun dia sudah memaafkan kita. Namun, dalam hatinya tidak akan pernah lupa. Sayangi dia cintai dia dengan tulus. Terima semua kekurangannya dan lengkapilah dengan kelebihan yang kita miliki. Begitu juga sebaliknya..
oke next time guys....
Jangan lupa bantu like n comment 💖💖
Beri vote serta bagikan novel ini jika menarik menurut kalian 😊😊
__ADS_1
Jangan lupa bintang limanya dan juga tambahkan ke daftar favorit agar tidak ketinggalan update dari BERCINTA TANPA CINTA.. ❤❤❤❤❤
Salam hangat dari Author untuk Readers 😍😍😍💪💪💪***