KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
Selepas Ujian Berakhir


__ADS_3

Happy Reading All 😍


Jangan Lupa Tap Jempolnya 👍🙏


.


.


.


...


Sudah lima hari berlangsungnya ujian semester dua. Dan hari ini adalah hari terakhir menjalani ujian tersebut. Kemarin, Ali dan Romo terlibat dalam perdebatan kembali. Oleh karena masalah kedekatan yang terjadi antara Romo dan Mia.


Perdebatan kemarin menjadikan hubungan pertemanan antara Ali dan Romo tidak akan pernah pulih. Hanya karena perkara wanita, mereka mengorbankan tali persahabatan. Yang pada akhirnya harus berakhir dengan dendam dan kebencian.


Romo yang penuh dengan kepercayaan diri yang tinggi, seolah-olah dirinya merasa jauh lebih baik ketimbang Ali. Setelah ujian hari terakhir, masing-masing mahasiswa keluar dari ruangan. Semua merasa legah dan merasa bersyukur telah melewati semester dua.


Seperti biasa, Ali selalu pulang terakhir. Ketika dia ingin menuruni anak tangga di lantai dua, tiba-tiba ada Romo yang sedang menantikan dirinya.


"Cuih... Ali, Ali. Kasihan amat ya hidupmu!" gerutu Romo sambil menyenderkan dirinya ke dekat jendela yang berjarak sekitar dua meter dari tangga.


Ali pura-pura tidak mendengarkan ucapan Romo. Dia bergegas pergi, tanpa meladeni apa yang Romo kehendaki.


"Dasar BEDEBAH..."


Cetus Romo sambil berlari mengejar Ali yang begitu cepatnya menuruni anak tangga itu.


Teman-teman mereka yang lainnya sudah berada di lantai dasar kampus. Sedangkan Ali dan Romo masih di lantai satu. Seketika saja pukulan langsung mendarat dipundak Ali, yang cukup membuat ia merasakan sakitnya.


"Inikah yang kau mau Ali!" ujar Romo dengan berjalan mengelilingi Ali.

__ADS_1


Tiba-tiba Ali membalas pukulan dari Romo yang mendarat tepat dibagian perutnya.


"Kurang ajar!" ujar Romo mendengus kesal.


Kini, terjadilah perkelahian antara mereka berdua. Saat itu, tak ada satupun orang berada di sekitar mereka. Bibir Romo saat ini sudah dalam keadaan lebam dan sedikit mengeluarkan bercak darah. Sedangkan Ali, nampak jelas bagian mata sebelah kanannya mengalami benjolan.


Masing-masing dari keduanya sudah dalam keadaan emosi yang kian memuncak. Tidak ada lagi pembicaraan akan hal perdamaian. Yang diinginkan sekarang, hanyalah sebuah kemenangan. Duduk perkara di antara keduanya adalah masalah hati.


Romo merasa dia pantas untuk mendekati semua wanita yang Ali dekati pula. Namun, dia tidak sadar bahwa sudah memiliki seorang kekasih. Dan Ali, tidak suka dengan cara yang dilakukan oleh dirinya itu. Mendekati setiap wanita hanya untuk kepuasan nafsu dan seraya menunjukan bahwa dia menang dari Ali. Makanya kerap kali terjadi saling sindir di antara keduanya, hingga berakhir pada perkelahian ini.


Tak disangka, Romo mendorong Ali hingga jatuh terjungkal dari anak tangga sampai ke-lantai dasar. Terlihat jelas Ali tergeletak tak sadarkan diri, dengan wajah yang sudah berlumuran darah. Romo segera pergi dari tempat kejadian itu. Banyak orang yang kini datang hanya sekedar untuk melihat, dan ada juga yang bertindak cepat untuk menolongnya.


Semua teman kelas Ali tidak ada yang tau kejadian itu. Sebab mereka sudah pada pulang dari area kampus. Hanya Romo seorang diri yang mengetahuinya.


...


Sudah hampir seminggu Elena tidak saling kontak dengan Ali. Dia lebih memilih Angga untuk tetap menjadi kekasihnya. Namun, kerinduan akan ucapan Ali tidak dapat dibohongi dalam diri Elena. Biasanya dalam satu hari Ali pasti selalu mengirim pesan untuk tidak lupa makan, sholat dan hal-hal kecil lainnya yang di anggap alay itu, sekarang sudah jarang ia jumpai lagi.


"Elena..." ujar Diah.


Elena masih terlihat termenung, memikirkan semua hal yang pernah ia lakukan di Taman ini bersama dengan Ali.


"Oh iya, pasti kamu kangen ya berduaan sama Ali disini?" gumam Diah yang diiringi canda tawa dari Devi dan Rika.


"Duh apaan sih kalian," sahut Elena dengan muka berubah menjadi merah muda pertanda omongan dari teman-temannya itu adalah benar.


"Tuh kan benar." Tungkas Rika kembali.


Mereka berempat kemudian pergi menuju pasar. Setelah itu, merencanakan untuk makan malam bersama dalam rangka perpisahan sebelum menikmati masa liburan di daerah masing-masing.


...

__ADS_1


Kali ini Mia sudah berada dikosan dengan Sintia, salah satu teman dikelas. Kesempatan yang sangat baik bagi dia untuk mencurahkan isi hatinya yang akhir-akhir ini dirundung rasa bersalah yang besar menurutnya.


"Sin, boleh aku berbicara sesuatu denganmu?" pinta Mia.


"Bicara tentang apa Mia? Sepertinya ini sangat serius deh," jawab Sintia sedikit penasaran.


"Ini akan menjadi pembicaraan yang sangat serius Sin. Jadi, aku harapkan solusi dari kamu kelak!" seru Mia kepada Sintia untuk mendengarkan pembicaraannya.


"Yasudah silahkan curhat, Mia!" kekeh Sintia.


Namun, disaat Mia mau memulai pembicaraannya, tiba-tiba saja Sintia melihat postingan yang cukup viral di facebook saat ini. Hingga membuat Mia menunda apa yang inginia bicarakan.


"Eh sebentar, ini ada postingan di facebook tentang kejadian mahasiswa Unras terjaduh dari tangga. Loh ini dikampus kita, coba deh kamu lihat Mia, sepertinya itu anak keperawatan!" beber Sintia kepada Mia.


"Ali..."


Ujar Mia yang sontak membuat Sintia tercengang sejenak mendengar ucapan tersebut.


"Ah masa? Itu tidak mungkin dia, Mia." Ujar Sintia tidak mempercayai apa yang sudah Mia ucapkan.


.


.


.


**Tbc


Terimakasih sudah mampir 😉


Jangan lupa tap jempolnya 👍👍

__ADS_1


Oh iya sekaligus juga ingin mempromosikan novel author yang baru nih, SYAIR SANG PUJANGGA. Siapa tau aja ada yang mau berkenan membacanya heheh 😆🙏**


__ADS_2