KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
Kekhawatiran Angga !!


__ADS_3

H a p p y R e a d i n g G u y s ❤😉😉


Jangan Lupa Jempolnya👍😍😍


...


"Elena, bangun... tolong bangun Sayang!" ujar Angga setelah Elena masuk ke dalam ruangan Unit Gawat Darurat.


"Maaf Mas, bisa tunggu sebentar ya!" Ujar salah seorang perawat yang sedang berdinas.


Angga kemudian juga mendapatkan pengobatan oleh tenaga medis. Luka yang terdapat pada dirinya sudah dibersihkan oleh perawat. Sedangkan Elena serta sang sopir mobil, masih dalam penanganan.


Angga mulai panik, saat di minta untuk segera mendaftarkan Elena. Sebab, dia sama sekali tidak tau menahu apa yang harus dilakukan. Karena harus dilakukan dalam waktu yang cepat, maka dia segera mendaftar. Ia mendaftarkan Elena dengan status pasien umum.


Tiba-tiba salah seorang Coas menemui Angga. Untuk mengatakan keadaan Elena saat ini. Serta memberikan ponsel serta tas yang tadinya di sandang oleh Elena.


"Maaf Mas mengganggu waktunya sebentar, Anda teman dari perempuan itu bukan?" tanya seorang Dokter Internship.


"I-iya Pak, Saya pacarnya!" jawab Angga spontan dengan nada gugup.


Dokter pun tersenyum mendengar perkataan dari Angga. "Jadi begini Mas, kondisi pasien saat ini dalam keadaan tidak sadarkan diri. Terdapat luka yang cukup serius pada bagian kepalanya, serta beverapa luka gores pada sikut dan lututnya. Dan saat ini juga, pasien sedang terpasang alat bantu berupa oksigen. Maksud saya, jika ada kekuarga terdekat, silahkan untuk dihubungi segera ya, Mas!" beber sang Dokter kepada Angga.


"A-apa...!"


Seketika Angga semakin khawatir akan keadaan Elena. Dia mulai mencoba mencari nomer telepon orang tua dari Elena dalam ponselnya itu.


"Di hubungi segera ya." Ujar Dokter kembali mengingatkan Angga.

__ADS_1


Angga saat ini sudah di perbokehkan untuk mendampingi Elena. Dia mulai menangis, merasa bersalah serta merasa takut akan kehilangan Elena. Beberapa teman kelas ataupun teman kosan Elena, sudah Angga kabarin. Dan tak lupa juga orang tua dari Elena.


Malam itu juga Ayah beserta Ibu dari Elena berangkat dari luar kota untuk menjenguk anaknya. Sebelumnya juga, mereka sempat memarahi Angga. Namun, setelah dapat meredahkan amarah, akhirnya mereka mematikan telepon lalu mulai bergegas menyiapkan beberapa pakaian untuk menuju ke rumah sakit.


...


Saat ini Mia dan juga Sintia sedang mencari-cari ruangan tempat Ali dirawat. Sudah hampir jam setengah tujuh malam, mereka belum juga menemukan ruangannya.


"Eh bentar Sin, sepertinya aku tau cewek tersebut!" cetus Mia.


"Cewek yang mana lagi Mia?" tanya Sinta.


"Bentar ya, akuakan menyapanya," ujar Mia.


Rupanya seorang perempuan yang Mia lihat adalah Kakak perempuan Ali. Sebelumnya Mia sudah pernah melihat beberapa foto dari Kakak Ali tersebut. Waktu itu, mereka berdua masih begitu dekat. Aki memperlihatkan foto-foto keluarganya dalam ponsel miliknya.


"Maaf Kak!" cegat Mia.


"Ee... Kakak adalah saudara perempuannya Ali bukan?" tanya Mia.


"Darimana kalian tau?" jawabnya kembali.


Sintia hanya diam saja sambil merangkul tangan dari Mia. Terkaan Mia ternyata memang benar bahwa dia tidak salah orang.


"Gini Kak, kami berdua adalah teman kampusnya Ali. Kita dengar, Ali sedang dirawat!" ujar Mia.


"Oh temannya Ali. Sudah berapa lama Dek cari ruangannya? Yasudah mari ikut Kakak," timpal Kakak perempuan Ali.

__ADS_1


"Sudah lumayan lama Kak, hehe." Jawab Mia diiringi tertawa kecil dari mereka berdua.


Kemudian, Mia dan Sinta mengikuti langkah Kakak dari Ali itu. Sesekali mereka bercerita tentang Ali. Tak alam setelah itu, mereka sudah sampai.


Ali dirawat dalam ruangan melati lantai dua rumah sakit. Dia ditempatkan di ruangan Vip kelas satu.


"Assalammualaikum!" ujar sang Kakaknya memasuki ruangan.


"Waalaikumsalam!" jawab kedua orang tuanya.


Saat itu Ibu Ali sedang menyuapinya makan. Ali sekarang tidak lagi menggunakan selang oksigen.


"Mia...!" ujar Ali menatap kedatangan Mia saat itu.


.


.


.


**Tbc


.


.


.

__ADS_1


Kenapa tidak ada dokter yang menangani secara langsung keadaan Elena saat di ruangan UGD? Karena saat itu jam sudah menunjukan pukul enam sore. Dokter sudah pada pulang Hanya tersisa dokter-dokter internship serta coas dan beberapa perawat saja.


Terima kasih sudah membaca tulisan yang sedikit dipaksakan. Maaf apabila ada penulisan yang salah. Jangan lupa Like ny**a kakak 😍❤👍👍👍


__ADS_2