KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
AMBIGU !!!


__ADS_3

Sudah hampir lima kali Ali menghubungi Mia. Namun, belum juga di terima oleh Mia. Ali akhirnya berbaring di tempat tidur, serya mengkhayalkan apa yang terjadi antara dia dan Mia tadi itu.


Kok aku sebahagia ini ya, apakah barusan itu adalah sebagai bukti bahwa dia mencintaiku? Atau jangan-jangan memang kami terbawa suasana juga ya. Yang jelas aku merasakan apa yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya. Aku nggak pernah tau kamu sudah memiliki seorang kekasih atau belum, yang jelas aku semakin nyaman sama kamu Mia. Meskipun Elena sudah lebih duluan hadir. Gumaman Ali dalam khayalannya, sembari memejamkan matanya itu.


Tak lama berselang, ponsel nya bergetar. Ali segera melihatnya, dia mengira dari Mia.


****


" Maaf sebelumnya mengganggu. Aku sekedar mau bilang, aku merindukanmu Al. " Ali hanya membaca pesan dari Elena, seketika saja dia terdiam dan menggenggam erat ponsel nya tersebut.


Kenapa tiba-tiba saja Elena mengirim pesan begitu? Ada apa sama dia, kok secara dadakan mengatakan rindu akan diriku?. Ujar Ali sambil menatap ke arah dinding kamarnya tersebut.


Ali seketika saja menjadi bingung dan berpikir. Apa yang sedang Elena bilang kepadanya. Di saat Ali sudah mulai melupa akan dirinya, dan mencoba untuk melangkahkan pilihan kepada Mia, Elena seakan-akan mengombang-ambingkan perasaan Ali.


Tapi dia tidak begitu lama dalam lamunan itu, kali ini ponsel miliknya berdering.


****


" Hallo Li. Maaf ya tadi nggak menerima telepon darimu, " ujar Mia yang menelpon dirinya.


" Iya nggak apa-apa kok Mia. Emangnya kamu habis darimana? " Tanya Ali kemudian.


" Tadi itu, sedang ada teman sekolahku dulu, yang datang kemari. Makanya nggak enak kalo aku terima telepon kan , " kata Mia sambil mendayu-dayukan suaranya itu.


" Em gitu ya. Tapi sekarang, mereka udah pada pulang? " ujar Ali kembali bertanya.


" Iya barusan aja mereka pulang. Soalnya hari kan sudah jam sebelas malam kok Li, " jawab Mia.


Ali tidak sadar, bahwa jam begitu cepatnya berlalu, " Apa? Hari sudah jam sebelas malam kamu bilang? " ketus Ali sembari melihat jam di ponsel nya tersebut.


" Iya kok nggak tau si Li. Coba kamu cek aja dulu, " tungkas Mia.


" Iya ternyata benar. Hari sudah jam sebelas, " ujar Ali sambil tertawa.

__ADS_1


" Kebiasaan si nggak lihat waktu. Emang kamu habis ngapain sih ? " Kali ini Mia bertanya akan perihal yang dilakukan Ali sebelumnya.


" Iya aku nggak lagi ngapa-ngapain. Cuman nunggu kabar dari kamu doang kok, " jawab Ali dengan nada terlihat sedikit gombal.


" Yakin tidak ada kerjaan gitu? Sekedar menantikan kabar dariku doang? " Ledek Mia sambil tertawa.


" Eh emang iya kok. Kalo bukan kabar dari kamu, emangnya dari siapa lagi, " ujar Ali sambil ikutan tertawa.


" Dasar raja gombal kamu ya. " Ketus Mia semakin tertawa mendengar ucapan dari Ali.


Mereka berdua mengobrol panjang dalam telepon tersebut. Hingga lupa bahwa hari sudah jam setengah satu malam. Ali akhirnya mengakhiri telepon mereka dan menyuruh Mia tidur. Tak di sangka bahwa sudah ada tiga sms dari Elena yang terabaikan oleh Ali.


****


Maaf ya Al. Kalau aku mengganggu waktumu. Aku hanya menyampaikan kata dari hatiku kok. Kalau kamu nggak mau balas juga nggak masalah. Aku tau kok sekarang kamu lagi merajut kasih sama si Mia.


Isi pesan yang di terima Ali dari Elena. Meskipun pesan tersebut sudah lama dia terima, dia memutuskan untuk membalasnya.


Iya aku juga punya rasa kangen kok sama kamu. Tapi, rasa kangenku tidak seperti dulu lagi Elena. Memang saat ini aku sudah dekat sama Mia. Dan aku harao, kamu setia lah pada Agung, sang kekasih dambaan hatimu itu.


Ali dan Mia memang sudah hamir dua bulan tidak saling berkabar, terakhir kali adalah saat mereka sedang libur semester. Agung sang kekasih Elena saat ini sedang sibuk menatap ujian nasionalnya. Makanya dia jarang menelpon atau bahkan mengirimi Elena pesan.


Elena seperti merasa kesepian, ditambah lagi dia melihat kebersamaan Ali dan Mia saat di pantai kala itu. Dia begitu cemburu dan lepas kendali. Romo sebagai pengganti dari Ali, tidak bisa berbuat banyak padanya. Elena juga sampai sekarang tidak mengetahui bahwa Romo sudah memiliki kekasih hati.


Adzan subuh telah berkumandang. Elena terbangun dari tidur pulasnya, karena nada alarm ponsel miliknya. Dia menjagakan matanya, lalu mengambil air wudlu untuk melaksanakan salat subuh.


Selang beberapa waktu, dia telah selesai salat. Elena kemudian melihat ponselnya, dan langsungembaca isi pesan dari Ali. Seketika dia terdiam dan seakan tidak mempercayai perkataan yang Ali ucapkan kepadanya. Dia tidak membalas satu kata pun pesan tersebut.


Elena lantas berpikir dan memang dia sama Ali tidak bisa untuk seperti dulu lagi. Meski asa nya ingin, tapi raga dari Ali menolak mentah-mentah. Dia mencoba untuk memejamkan bola matanya itu. Namun, matanya sudah menolak untuk tidur kembali. Elena merasakan pelik dalam hatinya seketika. Tidak tahu mengapa, tiba-tiba saja terjadi demikian.


****


Pagi-pagi buta, Romo menyapa Elena dalam rangkaian kata-kata. Yang seakan menjadi obat dari Elena agar tidak terlalu memikirkan tentang dia dan Ali.

__ADS_1


Selamat pagi sang nurjanah hati pembawa kedamaian. Maaf ya tadi malam batrei handphone ku habis. Aku harap kamu tidak marah ya. Jangan lupa untuk salat subuh ya manisku. Nanti siang aku jemput kamu.


Ungkap Romo dalam pesannya kepada Elena. Elena akhirnya tertawa dan tersipu malu dengan sendirinya membaca untaian kata dari Romo tersebut.


Iya aku sudah bangun kok. Terimakasih banyak sudah mengingatkan diriku. Nanti aku tunggu kamu di kosan ya Mo.


Membalas pesan Romo tersebut sambil mengirimkan emotikon peluk.


.


.


.


.


.


***BEERRRSAAAAMMMMBUUUUNGGGGG


.


.


.


.


.


MOHON BANTU LIKE DAN KOMENTAR 🙏


BERI VOTE SEBANYAK MUNGKIN 💖💖💖

__ADS_1


SALAM HANGAT DARI AUTHOR BUAT SAHABAT BTC YANG SELALU SETIA. 😊😊😊***


__ADS_2