KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
"Memulai Kembali"


__ADS_3

Haii sahabat BTC dimanapun kalian berada. Bagaimana menurut kalian yang terjadi pada episode sebelumnya? Adakah pesan moral yang kalian petik? Semoga saja ada ya😆


Episode kali ini tidak ada adegan 21+ 🙏😊


***


Senja kini sudah berganti malam. Kali ini rintik hujan turun kembali membasahi bumi. Mia termenung meratapi kesalahan yang dia lakukan secara tidak pantas. Sudah hampir dua jam lamanya, Mia menunggu suara dering telepon dari Ali. Tapi, penantiannya tak kunjung datang.


Kenapa dia tidak menelponku? Apakah dia benaran marah dengan tingkahku?


Batin Mia bergejolak penuh dengan tanda tanya.


Di tempat lain, masalah juga menimpa hubungan antara Romo dan Delva. Dimana Romo masih terlihat kesal dengan kekasihnya atas kejadian tadi siang. Dalam keheningan malam, Romo meminum tanpa henti satu botol miras di tangannya. Dia seakan-akan merumitkan dirinya sendiri dalam masalah yang terjadi. Tidak ada niatan yang terbenak dalam hatinya untuk meminta maaf kepada Delva.


Delva mengurung diri dalam kamarnya. Dia tidak mengerti harus berbuat apa pada Romo. Kalau saja Delva mampu beepikir panjang, mungkin saja dia akan mengerti kenapa Romo tidak ingin hubungan mereka di ketahui oleh Elena.


Sebotol minuman keras bermerek Jack Daniels, sekarang sudah memabukan Romo dan membawanya ke alam bawah sadar.


Beda halnya kali ini dengan Elena. Di saat semua orang sedang mengalami masalah, dia kini kembali menemukan rasa bahagianya yang hampir dua bulan hilang dalam poros hatinya itu. Itu semua karena Angga sudah berkenan meminta maaf kepada dirinya, dan merasa bersalah kepada Elena karena terlalu posesif beberapa bulan terakhir.


Dalam telepon yang berlangsung, terlihat raut muka Elena sesekali memancarkan senyuman-seyuman manis di bibirnya. Sudah cukup lama Elena tidak seceria malam ini.


***

__ADS_1


"Sayang... Maaf ya atas semua kesalahan yang pernah terjadi di antara kita. Mulai malam ini, aku mau kita memperbaki semuanya dan memulai dari awal kembali," ujar Angga dalam lantunan suara di telepon tersebut.


Elena lalu menjawab dengan nada pelan dan seakan-akan genit, "Sayang, harusnya aku loh yang meminta maaf. Karena aku kan selama ini telah mengabaikan kamu. Setiap pesan atau telepon darimu aku abaikan terus menerus. Jadi, sekali lagi aku minta maaf sayang," membuat suara seakan menangis sendu.


"Sudah lah sayang. Semuanya sudah berlalu. Asal kamu tau, rasa takutku akan kehilanganmu itu sangatlah besar. Makanya mulai detik ini aku akan memperbaiki semuanya, akan mereset ulang semua hal yang buruk sebelumnya, dan kedepannya kita akan menjalani cinta dengan penuh kebahagian. Meskipun kita berjauhan, ragaku akan tetap selalu utuh untukmu yang jauh disana Elena," ujar Angga memohon untuk memulai kembali hubungan mereka berdua.


Kata-kata Angga sangat menyakinkan. Hati Elena akhirnya kembali terbuka untuk Angga, walaupun sebelumnya mereka tidak pernah putus. Tetapi Elena dan Angga pernah mengalami masa-masa tenggang di dalam hubungan mereka, terutama setelah kedekatan Elena dan Ali diketahui oleh Angga.


"Iya Angga. Aku yakin kita bisa memulai semuanya dari awal, sayang. Dan aku minta, jangan terlalu posesif seperti dulu lagi ya. Kita harus saling mempercayai satu sama lain," mohon Elena dan mengingatkan Angga agar hal-hal sebelumnya tidak terulang kembali.


"Iya sayang pasti akan selalu mempercayai kamu, aku pegang erat janji-janji kita." Pungkas Angga membuat keyakinan-keyakinan yang belum terlaksana nyata kedepannya.


Sekitar dua jam lebih, akhirnya mereka berdua telah usai bersua lewat telepon. Mulai malam itu Elena akhirnya melupakan semua tentang Romo maupun Ali. Namun, apakah itu bisa dipercayai dari seorang Elena?


***


Kok nggak ada sama sekali dia memberi kabar kepadaku?


Begitulah gumam Mia dalam hatinya ketika menyadari bahwa Ali sama sekali tidak memberikan dirinya satu pesan ataupun telepon pada ponselnya itu.


Mia bergegas balik menuju kamar tidurnya. Dia langsung berbaring dan melanjutkan tidurnya kembali. Baru saja memejamkan mata, tiba-tiba dering teleponnya berbunyi sangat nyaring. Mia mengangkat telepon tersebut dengan sangat cepat, secepat kilat.


"Hallo Ali... Kenapa kamu baru menelponku sayang? Aku sangat rindu padamu," celetuk Mia tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang menghubungi dirinya.

__ADS_1


"Ali? Kok namaku berubah menjadi Ali!" seru seseorang dalam sambungan telepon yang sedang berlangsung tersebut.


.


.


.


.


.


.


^^^ **To Be Continued ^^^


Terimakasih untuk sudah membaca episode kali ini sahabat BTC semuanya.


Semoga kalian senantiasa dalam lindunganNya. ❤❤❤


Jangan Lupa Like & Comment nya ya.😍😍😍


Ig @alvin_putra04**

__ADS_1


__ADS_2