KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
" Kekesalan Romo "


__ADS_3

Sudah hampir jam tujuh malam, Ali masih berada di dalam kosan Mia. Tak lama kemudian, Mia keluar dari kamarnya. Ali akhirnya pamit pulang.


****


" Sudah selesaikan mandinya? " Tanya Ali.


" Iya sudah kok. Kenapa, kamu sudah mau pulang? " Mia balik bertanya.


" Sepertinya iya, aku harus pulang dulu, " ujar Ali.


" Tapi kan masih hujan Li, " ucap Mia sambil keluar ke depan pintu kos nya.


" Sudah nggak apa-apa kok Mia. Sekedar gerimis, " ujar Ali yang ikut keluar ke depan pintu.


" Yasudah kalo memang ingin pulang, " ketus Mia.


" Iya aku pulang dulu. Nanti aku kabarin kalau sudah sampai, " tungkas Ali.


" Oke. Terimakasih ya buat hari ini, " ujar Mia sembari tersenyum.


Ali kemudian memakai jaketnya dan memberi ciuman kecil ke keningnya Mia, sebagai ungkapan kasih sayang darinya. Mia dibuat terdiam sesaat dengan apa yang telah Ali lakukan barusan.


Di tempat lain dan di waktu yang bersamaan, Romo dan Delva basah kuyup. Setelah mereka berdua pulang dari joging. Delva terlihat menggigil dan jari-jari tangannya sudah mengeriput. Romo masih menunggu di depan pintu kosan, sembari Delva mandi dan mengganti pakaiannya.


Selang beberapa waktu, Delva akhirnya selesai mandi dan mengganti pakaiannya. Dia langsung memberikan handuk kepada Romo.


" Maaf yang lama, " ungkap Delva.


" Iya nggak apa-apa. Aku sudah sangat kedinginan sekarang. " Sambil masuk ke dalam kosannya Delva dan menuju kamar mandi.


Delva mencoba mencarikan Romo baju kaos di dalam almarinya. Dan juga menyiapkan celana training buat Romo.


" Sayang, ini ada baju dan celana di depan pintu ya. Nanti kamu gunakan, " ujar Delva.


" Iya sayang, aku tidak akan lama lagi kok. " Jawab Romo dari bilik kamar mandi.


Delva menyalakan televisi di ruang tamu kosannya. Tak lama setelah itu, Romo sudah selesai mandi dan sudah menggunakan pakaian yang di berikan oleh Delva sebelumnya.


" Aku terlihat seperti cewek kalo gini yang, " ujar Romo sambil memegangi baju merah muda yang di kenakannya.


" Haa.... Nggak masalah kok sayang, kan hanya aku yang lihat, " ujar Delva sambil tertawa geli melihat kekasihnya itu.


" Iya terlihat lucu aja si yang. Tapi, makasih banyak loh yang, " kata Romo kemudian sambil duduk di dekat Delva.


" Kamu nggak lapar yang? " Tanya Delva memandangi Romo.


" Lapar. Tapi kamu kan nggak masak hari ini, " jawab Romo.


" Bentar ya, aku goreng telur dadar dulu, " ujar Delva berdiri dan menuju ke belakang.


" Iya sayang. Aku tunggu di depan. " Ketus Romo.


Saat Delva sedang menggoreng telur, kesempatan yang sangat baik buat Romo. Dia mengirim pesan via bbm kepada Elena, sambil sesekali menoleh ke belakang agar tidak ketahuan sama Delva.

__ADS_1


^^^^


" Malam El, sekarang sedang apa? " Romo memulai obrolannya kepada Elena.


Tidak butuh waktu lama buat Elena membalas pesan dari Romo.


" Iya Mo, baru selesai salat Isya', " balas Elena.


" Ohh iya El. Kamu sudah makan belum? " Tanya Romo kemudian.


" Belum kok Mo. Kamu sore tadi jadi jogingnya? " Elena balik bertanya.


" Nanti jangan lupa makan ya, " ujar Romo.


" Jawab dulu pertanyaanku yang kedua Romo, " ujar Elena dengan emotikon manyun.


" Iya kok, jadi El. " Jawab Romo.


Romo hampir saja ketahuan oleh Delva. Beruntung saja sebelum ke depan, Delva memanggil Romo terlebih dahulu.


" Sayang, telurnya mau setengah matang atau mau gimana? " Tanya Delva sambil membolak balikan telur dadar tersebut.


Kemudian, Romo menjawab ucapan dari kekasihnya tersebut sambil menyudahi obrolan dengan Elena.


" Iya bentar sayang.... El, nanti aku chat kamu lagi ya. "


Romo bergegas ke belakang, " Tadi kamu bilang apa sayang? " Ujar Romo sambil memeluk Delva dari belakang.


" Duh sayang. Nanti dulu mesra-mesraan nya. Kamu mau telur setengah matang atau gimana? "


" Ah kamu bisa aja sayang, " ujar Delva sambil tertawa geli.


" Jangan lama-lama ya yang, aku sudah keburu lapar. " Ungkap Romo dengan mencium lembut pundak Delva.


Delva yang hanya menggunakan daster tanpa memakai jilbab, merasa terangsang oleh kekasih nya tersebut. Dia masih tersenyum-senyum malu atas apa yang di dapatkan barusan.


Sudah jam delapan malam, Romo dan Delva akhirnya santap malam. Sesekali tertawa dengan acara yang mereka tonton di televisi. Setelah selesai makan, Romo berencana untuk segera pulang.


" Yang, aku pulang dulu ya, " ujar Romo.


" Lah kok sudah mau pulang aja yang. Kan belum jam sepuluh malam, " ujar Delva sambil memayunkan mulutnya.


" Iya soalnya besok kan kamu harus masuk pagi sekolahnya, " ungkap Romo.


" Kan besok sekolahnya yang. Bukan malam ini tau, " ketus Delva memaliskan mukanya.


" Pokoknya jangan dulu pulang, " tegas Delva kemudian


" Hm iya deh iya. Aku ntar aja pulangnya, " ujar Romo.


" Nah gitu dong baru sayangku. " tungkas Delva.


Dalam suasana heningnya malam mencekam dua insan yang sedang bercumbu mesra. Tampak jelas kedua tangan mulai menyusuri nan melukis indah dua buah gunung. Sesekali meninggalkan warna merah di aliran sungai. Suara kicauan bak burung walet yang menyambut datangnya hujan.

__ADS_1


Hampir saja sampai di puncak keberhasilan, datanglah pengusik kemesraan yang tak di undang. Mengetuk jendela dengan wajah yang terlihat samar-samar.


" Bentar yang. Sepertinya itu mbak devi, " ujar Delva mulai melepaskan tangan Romo dan merapikan rambutnya.


" Ah ada apa si Devi, ganggu keseruan orang aja. " Ungkap Romo terlihat kesal.


Delva kemudian ke depan, benar saja tebakannya bahwa itu adalah Devi.


"Mbak Dev, kenapa nggak langsung ketuk pintu aja? " Ujar Delva seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


" Maaf dek, takut ganggu kalian berdua, " jawab Devi sambil tertawa kecil.


" Iya mbak Dev, kayak orang baru aja. Oh iya, ada apa mbak? " Ungkap Delva sambil bertanya kembali.


" Mbak mau balikin novel, yang mbak pinjam beberapa hari yang lalu, " jawab Devi.


" Oh mau balikin novel. Yaudah masuk aja dulu mbak, " ajak Delva untuk ke dalam kosannya.


" Biarlah dek lain kali aja. Makasih ya sebelumnya. " Ujar Devi kemudian bergegas kembali ke kamar kosan miliknya.


Terlihat di dalam, Romo masih memasang muka kesalnya. Delva lalu menghampiri kekasihnya tersebut.


" Sudahlah sayang. Nanti kita lanjutkan lagi ya, " ujar Delva merangkul Romo.


" Maaf ya sayang, mood aku sudah hilang, aku pulang dulu ya, " tungkas Ali kemudian berdiri dan segera pulang.


" Ih kok gitu, yaudah kalo mau pulang, silahkan. " Ujar Delva.


Romo akhirnya pulang, dengan masih mengenakan baju milik kekasihnya. Dalam perjalanan, dia rada-rada kesal dan khawatir. Dia takut apa yang terjadi padanya dengan Delva, terlihat dengan jelas oleh Devi.


****


Sedangkan di tempat lain, Ali sekarang sudah sampai di rumah, dan juga sudah selesai mandi bahkan sarapan. Dia kemudian menghubungi Mia.


.


.


.


.


.


.


.


***BERRRRSAAAMMMMBUUUNGGGGG*


JANGAN LUPA LIKENYA 💖💖💖💖💖


BERI VOTE JUGA YA 😊😊😊

__ADS_1


DAN KASIH BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


THANKSYOU SAHABAT BTC 😍😍😍**


__ADS_2