
Pagi hari, atau sekitar jam sepuluh, Romo sudah berada di depan kosan Elena. Sebelumnya dia ke tempat kekasihnya terlebih dahulu, untuk sarapan pagi.
Romo mengetuk pintu Elena, " Tok.... tok.... tok.... Elena, ini aku, Romo. " Ujar Romo setelah mengetuk pintu itu.
" Iya sebentar Mo. Aku masih dandan, sabar ya, " ucap Elena dari dalam kosan nya.
" Oke baiklah. Jangan lama-lama ya, nanti kita telat, " tungkas Romo mengingatkan Elena.
" Iya tenang aja kok. " Jawab Elena.
****
Di tempat lain dan di waktu yang sama, Ali juga menjemput si Mia di kosan nya. Dengan menggunakan jaket kulit andalannya, Ali menopangkan standar motor kemudian bergegas memanggil Mia.
" Mia, aku sudah di depan ni, " ujar Ali.
" I-iya Li, tunggu sebentar, " ucap Mia sambil terbata-bata.
" Buruan ah. Aku sudah tidak tahan lagi Mia, " ketus Ali.
" Huuh. Dasar pria mesum kamu Li, " jawab Mia sambil membuka pintu nya.
" Siapa yang mesum si Mia. Aku sudah nggak tahan ingin pipis tau ?! " ujar Ali melepaslan sepatu nya dan langsung menuju kamar mandi.
" Kirain mau apa. E-eh Ali, jangan lari-lari gitu dong. " Canda Mia sambil tertawa geli melihat Ali yang keteteran tersebut.
Sekarang baik Romo dan Elena, Ali dan Mia, sudah sama-sama sampai di area parkiran kampus. Tak sengaja motor Romo dan Ali berpapasan masuk gerbang tersebut.
****
" Hey bro Ali ?! " Ujar Romo.
" Oh kamu Mo !! " Ucap Ali.
Mia dan Elena hanya diam di atas motkr saat itu. Dan kini, mereka sudah memarkirkan motornya dan sambil berjalan menuju ke ruang perkuliahan.
__ADS_1
" Kalian sudah pada selesai tugasnya? " Tanya Mia kepada Romo dan juga Elena.
Kemudian, Elena menjawab, " Iya alhamdulillah sudah kok Mia, Ka-kalian berdua gimana? sudah atau belum? " Tanya Elena sambil nada terbata-bata, dengan mata melirik ke arah Ali yang seolah-olah mengabaikan pembicaraannya.
" Iya sudah juga kok El. " Jawab singkat dari Mia.
Ali dan Romo sibuk dengan pembicaraan mereka sendiri. Selang beberapa menit, mereka ber-empat sudah sampai di dalam ruangan. Terlihat Diah dan Rika serta teman-teman yang lainnya sudah dalam ruangan.
Jam perkuliahan berlangsung cukup alot. Maklum yang memberikan mata kuliah adalah seorang dosen killer. Mata mereka tertuju dengan slide demi slide power point yang di sampaikan oleh dosen tersebut. Selama perkuliahan berlangsung juga, tidak ada satu-pun mereka yang berani keluar ruangan.
Setelah suara adzan dzuhur berkumandang, barulah perkuliahan tersebut selesai dilaksanakan. Keringat dingin yang di tahan oleh para mahasiswa tersebut, langsung terlepas jua. Terlihat Ali dan Romo langsung keluar ruangan dan bergegas ke toilet.
^^^^
Romo berlari mengejar Ali, " Eh Li, tunggu. Aku juga mau ke toilet, " tungkas Romo.
" Haah.... Ayo buruan makanya bro. " Ajak Ali sambil tangan kanan memegangi bagian bawah pusatnya tersebut.
Ali kali ini bertanya, " Mo, gimana kedekatanmu dengan Elena? "
" Iya kalau bisa jangan mempermainkan dia ya. Soalnya nggak enak aja kalau nanti lihat dia baperan sama kamu, tapi kamunya sekedar main-main saja. " Ujar Ali yang membuat Romo kini berhenti membasahi rambutnya dan memandangi Ali.
" O-oke kalau pintamu begitu. Tapi jujur, sebenarnya aku memang tidak menyukai dia Li. " Jawab Romo membuat Ali tercengang seketika.
" A-apa kamu bilang !! Kalau memang tidak suka, tinggalkan dia Romo !? " Tungkas Ali dengan nada terbata-bata dan mengancam Romo.
" Lah apa urusanmu Ali. Bukannya kamu sendiri yang mendorongku mendekati dia. Iya sudah aku turutin kemauanmu, tapi bukan bearti aku harus mencintai Elena. Paham !! " Kali ini Romo yang menyolotkan matanya kepada Ali dan meninggikan nada bicaranya.
" Dasar pria brengs*k kamu Romo. Aku tidak mengira kamu bakalan seperti ini. Teman macam apa kamu Ha !! " Ucap Ali sambil menggepalkan jari jemarinya itu.
" Haha.... Kamu kira aku **** seperti dirimu apa !! Iya kita beda Ali, aku nggak mau lah jadi kekasih bayangan dari Elena, yang sudah jelas-jelas punya kekasih gitu. Jadilah kamu saja yang menjadi korbannya Ali . " Ujar Romo sambil tertawa di hadapan Ali, lalu pergi meninggalkan Ali.
" Cihh !! Tunggu saja kamu Romo. Tidak akan aku biarkan kamu mempermainkan Elena. " ujar Ali sambil memukul tembok toilet tersebut.
Ali sungguh geram dan penuh emosi. Meskipun dirinya sudah tidak dekat lagi dengan Elena, akan tetapi dia merasa bersalah dan juga merasa tersakiti oleh perbuatan Romo tersebut.
__ADS_1
Siapa yang mengira, bahwa di toilet perempuan sebelah Ali dan Romo berdebat sebelumnya, ada Diah dan Elena yang mendengar semua percakapan mereka berdua. Elena menangis, tak menyangka bahwa Romo seperti itu akan dirinya. Dia juga baru menyadari bahwa Ali yang menyuruh Romo untuk mendekati dirinya.
^^^^
Diah mencoba menenangkan Elena,
" Sudah El, jangan menangis lagi. Sabar ya, kan masih ada Agung, "
" Sungguh mereka sudah keterlaluan padaku Diah !! Mereka anggap aku ni apa coba ? Aku bagaikan wanita murahan saja dimata mereka berdua, " ujar Elena dengan deraian airmata nya yang kini telah membasahi pipinya tersebut.
" Sudah El, lupakan saja. Mungkin maksud mereka tidak menganggapmu sebagai wanita murahan kok. Aku yakin tidak ada maksud seperti itu dari mereka El. " Timpal Diah sambil mengusap airmata Elena.
" Aku benci sama mereka !! Aku tak bisa dibuat seperti ini Diah. Aku sama Angga juga sedang renggang sekarang, aku harus gimana coba . " Ujar Elena kemudian memeluk sahabatnya tersebut.
Diah mengelus-elus pundak Elena. Hampir setengah jam mereka berdua dalam toilet tersebut. Mereka akhirnya bergegas pergi, karena orang sudah semakin banyak datang ke toilet.
.
.
.
.
.
.
**♡ BERSSSAAAMMMBUUUNGGGG ♡
JANGAN LUPA BANTU LIKE DAN KOMEN
SERTAKAN VOTE DAN RATE ☆☆☆☆☆
SALAM HANGAT BAGI PEMBACA SETIA BTC 😍😍😍**
__ADS_1