KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
Romo & Delva


__ADS_3

Untuk Episode Kali ini Author sedikit memberikan adegan 21+ 😆😆😆


Selamat membaca ya, jangan lupa tap jempolnya ❤❤❤


***


Matahari semakin menjulang tinggi, teriknya membuat rumput di pinggiran jalan seakan menjadi layu. Sukma seorang wanita masih saja terbelenggu dalam tanya. Meratapi kesedihan yang tak kunjung usai dalam hidupnya. Baru saja ingin memulai sesuatu hal yang baru, dan kini kembali terjatuh.


Mia, iya benar dialah wanita itu. Sambil menangis, dia membilas satu demi satu pakaian yang sudah di rendam sedari tadi. Tiba-tiba, kembali terngiang dalam benak hatinya akan kejadian beberapa hari sebelumnya. Mengingat tentang bagaimana dia melepaskan kancing baju Ali, hingga menyucinya dan menjemurkan bajunya itu. Sontak saja tangisnya makin menjadi-jadi mengingat semua itu.


***


Sedangkan di kediaman lain, Romo sekarang sudah mulai beranjak bangun dari tidurnya. Dia bergegas mandi dan menyelamkan kepalanya ke dalam bak mandi, dengan tujuan untuk meringankan kepalanya yang masih berat akibat meminum minuman keras.


Oke Romo, hari ini kita akan pergi ke kosan Delva. Buktikan bahwa kamu adalah pria sejati. Maafkan kejadian yang telah berlalu dan mulai kembali untuk melangkah ke-depan.


Gerutu Romo berbicara dengan bayangan dirinya sendiri di sebuah cermin yang terdapat dalam kamar mandinya. Rupanya dia akan menemui Delva untuk meminta maaf atas apa yang sudah ia ucapkan.


Tepat di jam dua belas siang, Romo mulai memanaskan kendaraan roda duanya. Dia menyisiri rambutnya dengan sangat rapi. Tak butuh waktu lama buat Romo untuk segera berangkat.


Lima belas menit kemudian, Romo sudah tiba di depan kosan Delva. Mengetuk pintu dan melantunkan nama Delva. Akhirnya Delva membuka pintu dan langsung menyapa hanya lewat senyum semata.


"Masih boleh aku datang kemari?" tanya Romo sambil meletakan helmnya ke spion motor.


"I-iya boleh. Kalau kamu masih menganggapku ada dalam hatimu, ya silahkan saja datang semaumu kemari," ujar Delva membukakan pintu kosannya lebar-lebar.


Romo kemudian masuk dan langsung duduk.

__ADS_1


"Aku tau tempo hari perkataanku tidak membuatmu enak hati. Kedatanganku kemari, untuk meminta maaf," ujar Romo dengan raut muka memelas meminta belas kasihan Delva.


"Sebenarnya sudah jauh-jauh hari aku memaafkanmu kok," sahut Delva melepaskan senyum manis di bibirnya itu.


"Tapi aku merasa kamu akan membenciku, setelah kejadian itu, Delva," ucap Romo mulai mengenggam tangan Delva.


"Tenang saja kok, aku tidak akan membencimu sayang," ujar Delva seperti tidak membekaskan luka dalam hatinya.


"Terimakasih iya, aku bahagia memiliki dirimu." Sambil memeluk Delva.


Akhirnya Romo dan Delva sekarang sudah baikan. Terlihat dalam pelukan, mereka tersenyum lepas setelah beberapa hari tidak bersua. Tidak bisa berkata-kata lagi, kali ini kecupan mesra mendarat tepat di antara dua bibir yang sama-sama menginginkan itu terjadi.


Tangan nakal Romo mulai menggerayangi seluk beluk leher hingga bagian belakang tubuh Delva. Sesekali Delva mendesah dengan penuh gairah. Mereka lakukan itu berkali-kali, hingga membuat hasrat keduanya memuncak.


Mereka seakan tidak memperdulikan apa yang sebelumnya mereka alami berdua. Masalah antara Romo dan Delva hilang, bagaikan debu yang di sapu angin kencang. Setelah puas berpagut mesra, akhirnya Romo dan Delva tertawa.


"Aku juga mencintaimu sayang," balas Delva menatap tepian bibir Romo.


"Gantilah pakaianmu, dan mulailah berdandan," pinta Romo kemudian.


"E-emangnya kita mau kemana?" tanya Delva dengan heran.


"Pokoknya kamu ganti terlebih dahulu pakaianmu, nanti juga kamu tau kita akan pergi kemana," ujar Romo kali ini mengecup mesra kening kekasihnya itu.


"Oke baiklah sayang, tunggu sebentar ya." Pinta Delva lalu bergegas ke kamarnya dan mengganti pakaian.


Siang itu, akan menjadi momen yang sangat membahagiakan mungkin untuk mereka berdua. Dengan kucing anggora sebagai saksi mata melihat kemesraan antara Romo dan Delva itu. Delva rupanya kemarin membeli kucing anggora milik temannya. Dia membeli kucing tersebut, sebagai salah satu temannya di kala dia sedang di rundung banyak masalah.

__ADS_1


.


.


.


.


.


\=\=\=> **B E R S A M B U N G <\=\=\=


.


.


.


.


Jangan Lupa Tap Jempolnya Guys 👍👍👍


Bantu Vote Dan juga Comment 😆😆😆


Bantu Share Novel ini ya 😊🙏🙏🙏


Terima kasih selalu membaca dan memberikan Like nya ❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2