KUPILIH DIA

KUPILIH DIA
Perseteruan Ali & Romo


__ADS_3

Maaf Karena Author Baru Update Lagi. Jangan Lupa Tap Jempolnya Dulu Ya 👍😊😊


...


Dering alarm telah membangunkan Ali dari tidur nyenyaknya. Dia melihat jam di *Handphone* sudah menunjukan jam tujuh pagi. Dia bergegas bangun, dan mengambil handuknya lalu menuju kamar mandi. Karena hari ini jadwal perkuliahannya jam delapan pagi.


Sedangkan di tempat lainnya, Mia sudah sedari subuh bangun dari tidurnya. Setelah selesai membuat nasi goreng untuk sarapan paginya, dia juga bergegas mandi. Namun, sebelumnya pesan yang dia kirim ke Ali, tidak ada balasan.


Mia dengan sangat terpaksa mengirim kata maaf kepada Ali. Dia mencoba berdamai sama keadaan yang sedang terjadi di antara mereka beberapa hari sebelumnya.


*Hai Ali... maaf ya aku sudah lancang menamparmu waktu itu. Aku benar\\-benar menyesali perbuatanku. Aku harap kamu bisa membuka hatimu untuk sekedar memaafkanku. Apabila kamu bisa memaafkan, aku akan berubah dan tidak akan mengusik dirimu lagi*. Untaian kata yang tertera di pesannya kepada Ali.


Satu demi satu mereka datang ke kampus. Tak sengaja, Ali masuk gerbang kampus berbarengan dengan Mia. Ali terlihat acuh tak acuh dengan keberadaan Mia di sampingnya. Dia kemudian mempercepat langkahnya, dan menjauh dari Mia.


"Ali, sampai kapan kamu memperlakukanku seperti ini?" ujar Mia dan seketika membuat langkah Ali berhenti.


Ali lalu menghadap kebelakang dan menatap Mia dengan wajah sangar. Terlihat orang-orang yang baru masuk ke gerbang kampus, memandangi dengan sekilas ke arah mereka berdua.


"Apa kamu bilang? Jangan pernah bertingkah konyol lagi di hadapanku!" ujar Ali mendenggus dengan kesal.


"Apakah kamu yakin tidak ada secuil kata maaf untukku dihatimu itu, Ali?" rengek Mia dengan wajah lesunya.


"Sudah cukup Mia. Aku harap kamu bisa memahami apa yang ku maksud," ketus Ali.


"Iya aku paham, aku sadar atas apa yang aku perbuat selama ini Ali. Dengan keikhlasan hati, aku benar-benar minta maaf kepadamu," tanpa di sadari, air mata Mia terlihat mulai menetes di pelipisnya.


"Hentikan omong kosongmu!" seru Ali dengan geramnya lalu meninggalkan Mia.


Mia masih terdiam sambil mengusap air matanya. Tiba-tiba saja datanglah seseorang yang memberikan tisu kepadanya.


"Nih ambil, aku rasa kamu membutuhkannya," ujar seorang pria yang suaranya tak asing lagi di telinga Mia.


"Iya terima kasih sebelumnya," Mia mengambil tisu tersebut.


"Aku tau perasaanmu saat ini sedang tidak baik-baik saja, Mia," untaian kalimat itu, menegapkan pandangan Mia ke hadapannya.


"Romo..." Ucap Mia haru mendengar perkataan yang barusan Romo katakan kepadanya.


Sekarang, mereka semua sudah dalam ruang perkuliahan. Dosen mulai merandom nomor\-nomor kelompok, untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu mempresentasikan tugasnya.


Kelompok yang maju duluan, ternyata kelompoknya Devi. Dan kelompok lainnya di suruh bersatu sesuai dengan anggota kelompok yang sudah di bagi.

__ADS_1


Sekitar satu jam diskusi itu berjalan. Selama diskusi berlangsung, terlihat sangat jelas dalam kelompoknya Elena sedang tidak dalam keadaan baik. Ali sesekali berbicara pada Elena tentang pertanyaan untuk kelompoknya Devi. Sedangkan Mia, hanya tersenyum dengan paksa melihat perkataan yang berlangsung di antara mereka itu.


"Bagaimana kalau pertanyaannya ini saja?" tanya Ali kepada Elena.


"Em iya boleh, kalo nggak kamu tanyakan aja yang ini," ujar Elena sembari memperlihatkan pertanyaan yang sudah ia tulis di kertasnya.


"Mia, apakah kamu punya pertanyaan juga untuk kelompok mereka?" tanya Elena membuat Mia menjawab gugup.


"K-kenapa El? Eh sepertinya tidak ada," jawab Mia sambil cengengesan.


"Oh yasudah bearti kelompok kita diwakilkan oleh Ali saja." Tungkas Elena kemudian.


Ali tersenyum sinis, dia tak pernah mau mengerti perasaan yang sedang di alami oleh Mia saat ini. Dalam hati kecil Mia, hanya bisa meratap dengan pilu.


Sudah jam sepuluh, diskusi dan presentasi kelompok itu, kini telah usai. Satu persatu mereka keluar dari ruangan. Terasa ada yang kurang bagi Ali, tidak seperti hari\-hari sebelumnya yang selalu di temani oleh Mia untuk membereskan peralatan yang digunakan.


 


Selepas membereskan peralatan, Ali menuju ke lantai atas gedung kampus. Dia menemui Romo yang sudah sedari tadi menunggunya. Sebelumnya memang mereka sudah berjanji untuk bertemu disana.


"Cih... akhirnya datang juga," ujar Romo berdecih.


"Haha... aku hanya ingin kamu tidak usah ikut campur dengan urusanku!" seru Romo sambil satu tangan dimasukan ke saku celana dan satu tangannya lagi di letakan di pinggangnya.


"Oke baiklah.Tapi, aku harap kamu tidak perlu lagi mendekati Elena!" ancam Ali kepada Romo.


"Oh tidak bisa seperti itu bung!" ujar Romo menjawab.


"Aku tahu kamu sudah punya pacar, dan bagiku tidak etis buatmu mendekati dirinya!" ujar Ali memberikan penjelasan kepada Romo.


"Lalu bagaimana denganmu yang semaunya saja mempermainkan perasaan Mia?" celetuk Romo sambil tersenyum sinis.


"Apa kamu bilang? Tidak perlu kamu ikut campur dalam urusanku!" pinta Ali terlihat mulai geram.


"Berarti kita sama kalau seperti itu, sama-sama bodoh dengan telah mempermainkan perasaan seseorang," ucap Romo masih terlihat tenang menghadapi Ali.


"Oke mulai detik ini, kita buat perjanjian untuk tidak ikut campur, dan masalah pertemanan kita cukup sebatas ini!" ujar Ali.


"Oke kalau itu maumu." Jawab Romo dengan singkat.


Lalu mereka berjabat tangan, dan turun dari lantai atas tersebut.

__ADS_1


Jam kedua perkuliahan mereka di batalkan, karena dosen ada rapat. Mereka segera pulang, ada sebagian orang yang masih ingin pergi ke kantin, untuk sarapan.


Elena dan Rika sudah sampai di kosannya Elena. Tanpa di sadari, ada secarik kertas binder tertera di dalam tas kuliahnya Elena.


"Mbak yang naruh kertas ini di dalam tasku?" tanya Elena.


"Bukan kok El," ujar Rika mencoba melihat kertas itu.


"Eh ini ada tulisannya loh." Ketus Rika kemudian.


Akhirnya mereka berdua membaca tulisan yang tergoreskan di atas kertas itu.


.


.


.


.


\\- \\- \\- B E R S A M B U N G \\- \\- \\-


.


.


.


.


Maaf Gaes baru bisa update ni.


Aku harap alur ceritanya tetap sama ya 😊


Jangan lupa untuk tap 👍👍👍


Bantuk vote poin sebanyak mungkin bila perlu TIP KOIN 😆😆🙏


TERIMAKASIH UNTUK YANG TELAH MENUNGGU UPDATE NOVEL INI 😭🙏🙏


 

__ADS_1


__ADS_2